<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6515960442576866763</id><updated>2012-02-12T12:21:21.689+07:00</updated><category term='Sosis'/><category term='Personal'/><category term='Solo'/><category term='Rujak'/><category term='Tom Yum'/><category term='Banjarmasin'/><category term='Muara Karang'/><category term='event'/><category term='all you can eat'/><category term='Masakan Aceh'/><category term='Bubur'/><category term='Masakan Chinese'/><category term='Gajah Mada'/><category term='Makanan Thailand'/><category term='makanan Korea'/><category term='Pluit'/><category term='Lesehan'/><category term='Casablanca'/><category term='Kudapan'/><category term='Kelapa Gading'/><category term='Pempek'/><category term='Gelato'/><category term='Raden Saleh'/><category term='Sabang'/><category term='Sentul'/><category term='Roti'/><category term='Mangga Besar'/><category term='Sup'/><category term='Penyet'/><category term='Mangga Dua'/><category term='Jogjakarta'/><category term='Bihun'/><category term='Glodok'/><category term='Makanan Indonesia'/><category term='mie'/><category term='Kota'/><category term='Bogor'/><category term='Sarinah'/><category term='Rawamangun'/><category term='Nasi Timlo'/><category term='Manado'/><category term='makanan jepang'/><category term='Do It Yourself'/><category term='Benhil'/><category term='Makanan Pinggir Jalan'/><category term='Sate'/><category term='Resep Unik'/><category term='Kuetiaw'/><category term='Kalimantan'/><category term='Malioboro'/><category term='Dim sum'/><category term='Coklat'/><category term='Bebek'/><category term='Kepala Gading'/><category term='Seafood'/><category term='Kopi'/><category term='Siomay'/><category term='Bali'/><category term='Sop Buntut'/><category term='Soto'/><category term='canton'/><category term='Kaki Lima'/><category term='Cempaka Putih'/><category term='Martapura'/><category term='Hayam Wuruk'/><category term='Nasi Ayam'/><category term='Sup Ikan'/><category term='Tahu'/><category term='Bakery'/><category term='Murah Meriah'/><category term='Italia'/><title type='text'>.:: kulineran ::.</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://kulineran.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515960442576866763/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kulineran.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Kulineran</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09118330366405920916</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_9R4_8Pyiqwc/SuukBdoj9kI/AAAAAAAAAAM/Gxv_1EcvjDU/S220/07.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>85</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6515960442576866763.post-7963052411210713605</id><published>2012-01-08T18:08:00.000+07:00</published><updated>2012-01-08T18:08:01.296+07:00</updated><title type='text'>Pentingnya Keperawanan</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-OLIxvf63EVY/TwI_LVUTSSI/AAAAAAAAAk0/bY3g_Gbbxek/s1600/virgin+duck.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="304" src="http://3.bp.blogspot.com/-OLIxvf63EVY/TwI_LVUTSSI/AAAAAAAAAk0/bY3g_Gbbxek/s320/virgin+duck.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Keperawanan itu sangat penting! Setidaknya menurut restoran kecil bernama "Virgin Duck" ini.&lt;br /&gt;Berlokasi di daerah Renon, Denpasar, yang terkenal rimbun oleh pepohonan besar, restoran ini sangat mudah ditemukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak pertama kali melihat lambang restoran yang lucu dan unik, saya sudah tertarik untuk mencobai makanannya. Namun setelah lewat sekian lama, barulah saya sempat ke sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesan pertama yang muncul saat masuk ke restoran ini adalah antik dan berseni. Ada dua meja kecil di halaman depan, bila Anda mau makan dengan langit lepas sebagai atap. Ada beberapa meja di sayap kiri dengan pemandangan apik ke arah jalan, dan ada satu meja cukup besar di sayap kanan dengan pemandangan ke halaman depan nan mungil. (Tentu saja ada beberapa meja lagi di bagian dalam restoran, namun bagi saya kurang menarik untuk duduk di dalam).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat sudah duduk dengan nyaman, pelayan yang ramahpun datang membawakan buku menu yang cukup terawat (saya suka restoran yang merawat buku menunya dengan baik). Dalam menu tidak melulu hidangan bebek. Ada juga ayam dan hidangan standar seperti mie dan nasi goreng. Tidak lupa juga ada beberapa makanan a la Barat seperti pizza, spaghetti, dan tortilla. Malam itu pilihan saya jatuh pada Bebek Betutu (yang katanya adalah menu favorit) dan Es Hitam Manis (minuman berisi cincau dan buah strawberry segar).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara umum makanan di restoran ini tidaklah terlalu mahal. Bebek Betutu dengan porsi besar (bebeknya besar, dagingnya empuk, berani bumbu), lengkap dengan sup dan nasi dihargai Rp. 52.000,- Pelayanannyapun ramah, tidak lamban, dan suasananya bagus.&lt;br /&gt;Hanya sayang, pilihan musik yang diputar agak mengganggu. Iramanya naik turun, tanpa konsep yang jelas dan sesuai dengan tema restorannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Virgin Duck&lt;br /&gt;Jl. Raya Puputan 68&lt;br /&gt;Renon - Denpasar - Bali&lt;br /&gt;(+62-361) 213 9339&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6515960442576866763-7963052411210713605?l=kulineran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kulineran.blogspot.com/feeds/7963052411210713605/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kulineran.blogspot.com/2012/01/pentingnya-keperawanan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515960442576866763/posts/default/7963052411210713605'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515960442576866763/posts/default/7963052411210713605'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kulineran.blogspot.com/2012/01/pentingnya-keperawanan.html' title='Pentingnya Keperawanan'/><author><name>Narcistbandit</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_4fz159GWrM0/S_hwvbX19AI/AAAAAAAAANE/X9_TzHvUNKE/S220/davatar01.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-OLIxvf63EVY/TwI_LVUTSSI/AAAAAAAAAk0/bY3g_Gbbxek/s72-c/virgin+duck.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6515960442576866763.post-2638285074963867598</id><published>2011-10-19T08:06:00.000+07:00</published><updated>2011-10-19T08:06:00.307+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Seafood'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Muara Karang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pluit'/><title type='text'>Masakan Rumah di Jehmadi, Muara Karang</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-j2bhX59_UU4/TnYDCoCT1RI/AAAAAAAABGg/Y3E2raFjnfA/s1600/jemahdi001.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 0em; margin-right: 0em;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://1.bp.blogspot.com/-j2bhX59_UU4/TnYDCoCT1RI/AAAAAAAABGg/Y3E2raFjnfA/s400/jemahdi001.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;Minggu malam dan saya baru saja kembali dari acara makan malam bersama keluarga saya. Kami bersembilan memutuskan untuk mengunjungi Restoran Jehmadi yang terletak di Muara Karang. Ini adalah kali yang ketiga (kalau tak salah hitung yah?) mengunjungi rumah makan yang menyediakan masakan hasil laut.&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;Benar kata pepatah kalau sebuah buku tidak seharusnya dinilai dari sampulnya. Dari penampilan luarnya, Jehmadi itu laksana ruko yang lusuh dibandingkan rumah makan sejenis yang dapat ditemukan sepanjang jalan Muara Karang Raya. Barisan meja-meja dan bangku-bangku kayu juga tidak menambahkan nilai estetika pada interior restoran ini.&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;Tapi jangan membiarkan penampilannya menipu. Ibu saya yang adalah tukang makan yang &lt;a href="http://kulineran.blogspot.com/2010/05/selamat-ulang-tahun-mama.html"&gt;jago masak&lt;/a&gt; menyebutkan Restoran Jehmadi sebagai salah satu restoran yang dia sukai. Saya coba menganalisa apa yah kira-kira yang membuat Restoran Jehmadi berbeda? Restoran ini menyajikan masakan sebagaimana biasanya masakan itu dimasak oleh orang-orang dekat kita di rumah. Masakan-masakan ini akan seperti bagaimana Ibu saya akan masak di rumah (mungkin tidak seenak Ibu saya sih! Love you, mommy!).&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-HiLmJVhGOA4/TnYDD5Qx0GI/AAAAAAAABGk/bYJ7i9mwqzw/s1600/jemahdi002.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 0em; margin-right: 0em;"&gt;&lt;img border="0" height="298" src="http://3.bp.blogspot.com/-HiLmJVhGOA4/TnYDD5Qx0GI/AAAAAAAABGk/bYJ7i9mwqzw/s400/jemahdi002.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Maksud saya, bumbu yang dipakai, racikan, tumisan dan berbagai proses pengelolahan makanan itu seperti sebagaimananya saya sedang bersantap di rumah. Bahkan "keleluasaan" kami untuk tertawa dan ngobrol dengan suara sekencang-kencangnya juga membuat suasana makan di sini lebih menyenangkan.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Karena kami hanya bersembilan, kami memesan: 2 porsi kepiting asam manis, 2 porsi gulai kepala ikan, 1 ikan bakar kecap, 1 ikan bakar rica-rica, 2 kepiting soka, 2 udang goreng tepung, 2 porsi cumi bakar, 2 porsi sayur genjer, 2 porsi buncis yang ditumis, 2 porsi tahu kipas isi, 2 porsi kerang bambu dan 4 botol bir Heineken besar.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saya suka makan di Jehmadi, selain dikarenakan mereka mengetahui rahasia menyajikan makanan yaitu menyajikan sepertinya untuk orang-orang terkasih di rumah, tetapi juga suasananya yang ramai, apa adanya dan hangat.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Oyah beberapa pramusaji di Jehmadi sedikit "jutek", tapi jangan biarkan hal itu mengecilkan anda, seperti saya yang pertama kali kaget karena dijutekin oleh salah satu pramusajinya (mungkin saja karena suasana yang ramai dan sibuk yah?). Walaupun demikian, tetap pramusaji-pramusaji di rumah makan ini selalu singgap dalam memastikan kita menikmati masakan rumahan itu dengan puas.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dan saya yakin, mereka berharap kita akan kembali "pulang" ke Jehmadi untuk menikmati masakan rumah.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Restoran Jehmadi Sea Food&lt;br /&gt;Jl. Muara Karang Raya No. 279&lt;br /&gt;Jakarta Utara&lt;br /&gt;Ph. (021) 661 9071&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6515960442576866763-2638285074963867598?l=kulineran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kulineran.blogspot.com/feeds/2638285074963867598/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kulineran.blogspot.com/2011/10/masakan-rumah-di-jehmadi-muara-karang.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515960442576866763/posts/default/2638285074963867598'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515960442576866763/posts/default/2638285074963867598'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kulineran.blogspot.com/2011/10/masakan-rumah-di-jehmadi-muara-karang.html' title='Masakan Rumah di Jehmadi, Muara Karang'/><author><name>@ohtxela</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10150570449774497934</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/S-ZbVxKvs5I/AAAAAAAAAyo/J6nbyGLK6ks/S220/n617373436_1667647_1269418.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-j2bhX59_UU4/TnYDCoCT1RI/AAAAAAAABGg/Y3E2raFjnfA/s72-c/jemahdi001.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total><georss:featurename>Jalan Pluit Karang, Jakarta Capital Region 14450, Indonesia</georss:featurename><georss:point>-6.116147489227076 106.7775821685791</georss:point><georss:box>-6.131935989227077 106.7578411685791 -6.100358989227076 106.7973231685791</georss:box></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6515960442576866763.post-1917018878890194657</id><published>2011-10-12T08:06:00.000+07:00</published><updated>2011-10-12T08:06:00.832+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kelapa Gading'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Masakan Chinese'/><title type='text'>Bersantap dengan Sahabat di Eat and Eat</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-qQK248YLHOw/TnRvzwvXyaI/AAAAAAAABGY/-eio9ZWBYp4/s1600/EatNEat.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 0em; margin-right: 0em;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://4.bp.blogspot.com/-qQK248YLHOw/TnRvzwvXyaI/AAAAAAAABGY/-eio9ZWBYp4/s400/EatNEat.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sewaktu sahabat saya datang berkunjung (tidak terlalu) jauh-jauh dari Singapore, saya memutuskan untuk bertemu di salah satu area pusat tempat makan di Jakarta Utara, yaitu Kelapa Gading. Walau berlokasi di kotamadya yang sama dengan area tempat tinggal saya, saya harus akui jarang sekali saya berkunjung ke area ini. Boleh dibilang saya bisa kesasar kalau disuruh berangkat sendiri.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Disebut sebagai salah satu pusat tempat makan di Jakarta, Kelapa Gading tentu saja tidak hanya hanya nama, tetapi berhasil dibuktikan dengan perut-perut buncit pengunjung yang meninggalkan area ini. HAHAHA.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelah meminta pendapat beberapa teman yang sering berkunjung ke Kelapa Gading, saya memutuskan untuk mengunjungi Eat and Eat di Mall Kelapa Gading (Mall ini rasanya tidak berujung!) bersama dengan sahabat saya ini.&amp;nbsp;Eat and Eat seperti food-court lainnya di manapun, hanya saja dekorasi food-court yang satu ini ditata sedemikian rupa sehingga membuat pengunjungnya berasa di daerah pecinaan kuno.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Variasi makanan yang ditawarkan lumayan bervariasi, mulai dari yang tradisional seperti kue-kue Betawi, hingga makan besar, seperti iga bakar. Beragam es dan makanan penutup yang tersedia juga sangat menarik.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dikarenakan reuni kecil ini hanya kami berdua, kami memutuskan hanya untuk memesan iga bakar, bakmi kepiting Pontianak, mie bakso Akhiaw 99, otak-otak Palembang, es jely Medan dan pisang ijo dengan fla nangka.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Iga bakar yang saya pesan sedikit unik karena ditaburkan potongan-potongan bawang putih, walau sedikit aneh karena dihidangkan dengan nasi hainam dan kuah kaldu. Kuah kaldunya sedikit tawar dan nasi hainamnya terlalu lembek, namun harus saya akui iga bakarnya sangat lembut dan manis dengan sedikit kejutan rasa pahit dari bawang putih yang digoreng sampai garing. Saya hanya ditagih Rp. 33.000,- untuk 1 porsi komplit iga bakar tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saya juga suka dengan mie bakso Akhiaw 99, terutama dengan mie kuningnya. Bakso, daging, babat tidak jauh berbeda dengan mie atau kuetiaw Mangga Besar 78. Dan untuk es, es pisang ijo dari Eat and Eat adalah kejutan luar biasa malam itu. Saya suka sekali, walau sahabat saya berpikir ada pisang ijo yang lebih enak di kantin karyawan Pacific Place (maybe another time, another place?).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Secara konsep, Eat and Eat sangat menarik, sayangnya lokasi yang jauh di ujung dari Mall Kelapa Gading membuat tempat makan ini sedikit kurang diminati. Mungkin karena Eat and Eat memakai sistem vendor, beberapa vendor di tempat ini sedikit tidak sopan dan tidak mampu menciptakan suasana yang menyenangkan bagi pengunjungnya. Yah, itu hanya hal-hal manajemen kecil yang semoga tidak terulang dalma kunjungan saya yang berikutnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Eat and Eat&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mall Kelapa Gading 5 Lantai 3&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ph. (021) 45875450&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;http://eatandeat.yukmakan.com&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6515960442576866763-1917018878890194657?l=kulineran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kulineran.blogspot.com/feeds/1917018878890194657/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kulineran.blogspot.com/2011/10/bersantap-dengan-sahabat-di-eat-and-eat.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515960442576866763/posts/default/1917018878890194657'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515960442576866763/posts/default/1917018878890194657'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kulineran.blogspot.com/2011/10/bersantap-dengan-sahabat-di-eat-and-eat.html' title='Bersantap dengan Sahabat di Eat and Eat'/><author><name>@ohtxela</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10150570449774497934</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/S-ZbVxKvs5I/AAAAAAAAAyo/J6nbyGLK6ks/S220/n617373436_1667647_1269418.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-qQK248YLHOw/TnRvzwvXyaI/AAAAAAAABGY/-eio9ZWBYp4/s72-c/EatNEat.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6515960442576866763.post-845886596340443751</id><published>2011-10-05T08:06:00.000+07:00</published><updated>2011-10-05T08:06:00.666+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bakery'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bali'/><title type='text'>Sarapan di Pulau Dewata</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-zMTow9iRX30/TmwT6S4VIBI/AAAAAAAABGM/d8WIxCzX5mc/s1600/IMG_0029.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 0em; margin-right: 0em;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://3.bp.blogspot.com/-zMTow9iRX30/TmwT6S4VIBI/AAAAAAAABGM/d8WIxCzX5mc/s400/IMG_0029.JPG" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Perjalanan saya yang terakhir ke Bali sebenarnya adalah dalam rangka bekerja, namun ketika saya memutuskan untuk tiba dua hari lebih awal dan menggunakan kesempatan tersebut untuk menelusuri rumah makan yang baru bersama sahabat saya, si narcistbandit.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Salah satu tempat yang dikenalkan kepada saya adalah Le Spot di Seminyak dan saya akui saya jatuh cinta dengan tempat ini. Kebetulan kami datang di saat sarapan, sehingga pesanan saya adalah Greek Omelette with&amp;nbsp;bagels. Mungkin karena euforia yang tercipta dari kenyamanan tempatnya atau mungkin saya sedang ngantuk, saya benar-benar tidak ingin meninggalkan tempat ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bahkan omelette yang dihidangkan berasa begitu nikmat dan sempurna. Sambil menyeruput hangatnya teh jasmine saya, saya berselonjor di bale-bale Le Spot. Oyah, selain menu sarapan seperti pesanan saya, Le Spot juga menyedia beraneka-ragam kue dan roti yang dapat dipesan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ah beginilah seharusnya sarapan seharusnya dihidangkan. Sempurna!&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Le Spot - Bali Deli&lt;br /&gt;Jl. Kunti No. 117X&lt;br /&gt;Seminyak - Kuta,&amp;nbsp;Bali&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6515960442576866763-845886596340443751?l=kulineran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kulineran.blogspot.com/feeds/845886596340443751/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kulineran.blogspot.com/2011/10/sarapan-di-pulau-dewata.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515960442576866763/posts/default/845886596340443751'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515960442576866763/posts/default/845886596340443751'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kulineran.blogspot.com/2011/10/sarapan-di-pulau-dewata.html' title='Sarapan di Pulau Dewata'/><author><name>@ohtxela</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10150570449774497934</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/S-ZbVxKvs5I/AAAAAAAAAyo/J6nbyGLK6ks/S220/n617373436_1667647_1269418.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-zMTow9iRX30/TmwT6S4VIBI/AAAAAAAABGM/d8WIxCzX5mc/s72-c/IMG_0029.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6515960442576866763.post-4468970978549910739</id><published>2011-09-28T08:06:00.000+07:00</published><updated>2011-09-28T08:06:00.135+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kudapan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kaki Lima'/><title type='text'>Bertemu Batman di Bali</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-BTr3pBCwqkk/TmwabbdlRnI/AAAAAAAABGQ/hDEeTWPoTAE/s1600/IMG_0023.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 0em; margin-right: 0em;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://4.bp.blogspot.com/-BTr3pBCwqkk/TmwabbdlRnI/AAAAAAAABGQ/hDEeTWPoTAE/s400/IMG_0023.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebenarnya bukan hanya Batman yang berhasil saya temui dalam perjalanan terakhir saya ke Bali. Saya juga bertemu dengan Spiderman, Superman, Zorro, Kura-kura Ninja di mana semua pahlawan-pahlawan itu meninggalkan tugasnya melindungi bumi, memberantas kejahatan dan menyajikan makanan kecil dan minuman hangat di waktu malam di pusat kota Denpasar.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Warung Superhero menyajikan makanan-makanan yang banyak ditemukan di mana saja, seperti roti bakar, pisang goreng, pisang bakar, mie instan dan sebagainya. Mungkin yang sedikit unik dari daftar menu yang tersedia adalah minuman hangatnya, seperti aneka ragam wedang dengan berbagai nama yang unik, seperti wedang sampah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-4ntin8GubOE/Tmwde9HsRnI/AAAAAAAABGU/hGCQojVD4nA/s1600/IMG_0026.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 0em; margin-right: 0em;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://2.bp.blogspot.com/-4ntin8GubOE/Tmwde9HsRnI/AAAAAAAABGU/hGCQojVD4nA/s400/IMG_0026.JPG" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saya pikir ini adalah strategi marketing yang berhasil. Membungkus sebuah produk dengan tema tertentu sehingga menarik perhatian. Bukankah strategi marketing dimaksudkan untuk menarik perhatian dari calon pelanggannya?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jujur, baik makanan maupun minuman yang dihidangkan tidak lebih nikmat daripada roti bakar atau pisang goreng keju coklat yang bisa saya dapatkan di tepi-tepi jalan di Jakarta. Namun kesediaan dari Warung Superhero untuk berkreatif dalam penyajiannya, membuat saya tersenyum.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lapipula di mana lagi di bagian dunia ini, saya dapat menyantap pisang goreng yang dihidangkan oleh Batman? Hanya di sini, teman!&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Warung Superhero&lt;br /&gt;Libi Plaza&lt;br /&gt;Jl. Teuku Umar&lt;br /&gt;Denpasar, Bali&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6515960442576866763-4468970978549910739?l=kulineran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kulineran.blogspot.com/feeds/4468970978549910739/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kulineran.blogspot.com/2011/09/bertemu-batman-di-bali.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515960442576866763/posts/default/4468970978549910739'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515960442576866763/posts/default/4468970978549910739'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kulineran.blogspot.com/2011/09/bertemu-batman-di-bali.html' title='Bertemu Batman di Bali'/><author><name>@ohtxela</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10150570449774497934</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/S-ZbVxKvs5I/AAAAAAAAAyo/J6nbyGLK6ks/S220/n617373436_1667647_1269418.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-BTr3pBCwqkk/TmwabbdlRnI/AAAAAAAABGQ/hDEeTWPoTAE/s72-c/IMG_0023.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6515960442576866763.post-7524614665662965414</id><published>2011-09-21T08:06:00.000+07:00</published><updated>2011-09-21T08:06:00.541+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Coklat'/><title type='text'>Chocolate Made by the Bald Man</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-a80TiRy7Ns0/TmrN1e7BQGI/AAAAAAAABGI/4gLEtCQW4qc/s1600/coklat.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="263" src="http://4.bp.blogspot.com/-a80TiRy7Ns0/TmrN1e7BQGI/AAAAAAAABGI/4gLEtCQW4qc/s400/coklat.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saya suka sekali hadiah! Siapa yang tidak yah? Apalagi kalau hadiahnya sesuatu yang tidak biasanya. Seperti Coklat dari Max Brenner ini. Salah satu orang yang paling berpengaruh dalam hidup saya memutuskan untuk mampir bertemu saya dan memberikan sekaleng coklat dari Max Brenner, hari tersebut adalah hari yang penting! HAHAHA.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hingga saat ini, saya belum berhasil menemukan produk Max Brenner di Jakarta. Mungkin ada yah di toko-toko yang menjual barang-barang import di Selatan atau mungkin juga di pasar Glodok / Mangga Dua (mengingat semua produk ada dijual di kedua tempat ini).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Yah intinya, produk coklat yang satu ini, Max Brenner's THEO (Max Brenner suka memanggil dirinya Bald Man) adalah biji-biji kopi Brazil yang dibungkus dengan coklat putih dan kayu manis. Sehingga begitu saya mengunyahnya, saya akan merasakan lapisan-lapisan sensasi yang berbeda-beda.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pertama-tama, saya akan merasakan sensasi kayu manis yang sedikit merupakan kombinasi rasa manis - pahit, lalu rasa manis dari coklat putih seolah-olah mengambil alih dominasi kayu manis, kemudian saya dikejutkan dengan biji-biji kopi yang masih kasar dan sebelum saya habis kagetnya, tiba-tiba semua elemen-elemen coklat itu saling berbaur dan saya terpuaskan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sensasi-sensasi tersebut saya ulang-ulang hingga potongan terakhir dan saya berharap hadiah berikutnya produk lain dari Max Brenner. #senyumlebarberharap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu minggu kemudian ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-w0t5jaNKAwo/TnXRg05ToSI/AAAAAAAABGc/vOfrseetv1E/s1600/IMG_0001.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 0em; margin-right: 0em;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://3.bp.blogspot.com/-w0t5jaNKAwo/TnXRg05ToSI/AAAAAAAABGc/vOfrseetv1E/s400/IMG_0001.JPG" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Saya menerima produk lain dari Max Brenner yaitu milk chocolate cubes filled with&amp;nbsp;Colombian&amp;nbsp;espresso praline cream dari salah satu sahabat saya, yang mengaku sebagai pembaca setia blog kulineran. HAHAHA. Dibandingkan Max Brenner's THEO, Max Brenner's ESPRESSO jauh lebih manis dan tidak pahit. Jujur, saya menghabiskan coklat ESPRESSO (yang mana dua kali lebih banyak porsinya) dalam waktu yang sangat singkat.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6515960442576866763-7524614665662965414?l=kulineran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kulineran.blogspot.com/feeds/7524614665662965414/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kulineran.blogspot.com/2011/09/chocolate-made-by-bald-man.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515960442576866763/posts/default/7524614665662965414'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515960442576866763/posts/default/7524614665662965414'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kulineran.blogspot.com/2011/09/chocolate-made-by-bald-man.html' title='Chocolate Made by the Bald Man'/><author><name>@ohtxela</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10150570449774497934</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/S-ZbVxKvs5I/AAAAAAAAAyo/J6nbyGLK6ks/S220/n617373436_1667647_1269418.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-a80TiRy7Ns0/TmrN1e7BQGI/AAAAAAAABGI/4gLEtCQW4qc/s72-c/coklat.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6515960442576866763.post-6280514865477463109</id><published>2011-09-14T09:00:00.000+07:00</published><updated>2011-09-14T20:52:17.333+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='makanan jepang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mie'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pluit'/><title type='text'>Sensasi Ramen di Jakarta Utara</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;Wah, sudah lumayan lama saya tidak mengirimkan post. Dikarenakan kesibukan yang luar biasa di kantor, juga beberapa waktu yang lalu setelah medical check-up saya mengetahui ternyata kadar asam urat saya melebihi kadar normal. Sehingga saya memutuskan untuk membatasi makan saya hanya dengan nasi, kol dan wortel. HAHAHA. Bercanda!&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;Yah, pertama-tama, kami mohon maaf karena kurang rutin nge-update blog-nya. Selain iut, kami juga mau mengucapkan terima kasih untuk teman-teman yang tanpa lelah mengingatkan kami akan kecintaan kami pada wisata kuliner (yang menjadi alasan mengapa blog ini dibuat) dan terus setia berharap sesuatu yang baru akan dipublikasikan.&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-JnewiP51l8g/TmrDEBOxkFI/AAAAAAAABGA/GH61lDRg4cI/s1600/ramen001.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://2.bp.blogspot.com/-JnewiP51l8g/TmrDEBOxkFI/AAAAAAAABGA/GH61lDRg4cI/s400/ramen001.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;&lt;b&gt;Pork Special Ramen&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Waktu teman kantor saya yang boleh saya panggil si gila Ramen bertanya apakah lokasi rumah saya dekat dengan Muara Karang. Tidak pernah terbesit kalau teman saya ini sedang merujukan pertanyaan tersebut kepada salah satu rumah makan baru di daerah tersebut. Karena hari itu adalah hari Jum'at dan saya sedang ingin mengeksplorasi, saya memutuskan untuk mengunjungi Hakata Ikkousha.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hakata Ikkousha, yang mana kalau diterjemahkan secara literal, artinya rumah bahagia pertama (terjemahan ini membuat saya berpikir tentang rumah yang lain, bukan rumah makan. HAHAHA). Dilihat dari luar, Hakata Ikkousha sedikit berwarna penuh dengan banner-banner besar yang tidak sempat saya baca isinya. Interiornya sendiri tidak terlalu luas, bahkan saya berpikir tempat antrian untuk mendapatkan mejanya bisa jadi lebih luas daripada tempat makannya, tetapi membuat saya berpikir saya baru saja memasuki warung Jepang (jadinya warjep!).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Beruntungnya saya datang sendiri, sehingga langsung diberikan tempat makan di samping dapur penyajian yang dibiarkan terbuka sehingga saya bisa melihat segala-galanya. Saya memesan Pork Special Ramen dan Tamagoyaki.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-gLTDF4sgGjY/TmrDSnVQrPI/AAAAAAAABGE/K2MtdFalDTI/s1600/ramen002.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://1.bp.blogspot.com/-gLTDF4sgGjY/TmrDSnVQrPI/AAAAAAAABGE/K2MtdFalDTI/s400/ramen002.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;&lt;b&gt;Tamagoyaki&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;Pesanan saya diantar dalam waktu yang lumayan cepat. Begitu suapan kuah kaldu ayam pertama masuk ke dalam mulut saya, saya tersenyum sendiri. Otak saya tiba-tiba merasakan sensasi yang sama ketika saya sedang berdansa atau membuka hadiah Natal di pagi hari. Kegurihan, kenikmatan suapan pertama itu terus dilanjutkan dengan suapan-suapan berikutnya. Dan seolah-olah teori kepuasan Maslow tidak berlaku malam itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang membedakan kuah kaldu Hakata Ikkousha dengan yang lain? Pertama, kegurihan Hakata Ikkousah yang tidak diakhiri dengan rasa pahit.&amp;nbsp;Kuah kaldu yang kental dapat menimbulkan sedikit rasa pahit di ujung lidah.&amp;nbsp;Kalaupun kuah kaldu tidak pahit, biasanya cenderung encer dan kuahnya tidak gurih. &amp;nbsp;Namun Hakata berhasil mempertahankan rasa yang manis tanpa pahit dan juga tekstur kuah yang tetap kental.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehalusan mie ramen Hakata juga layak diberikan jempol. Halus dan seolah-olah tidak membutuhkan usaha untuk mengunyah, tetapi berhasil kelihatan cantik dan tidak hancur dalam presentasi di mangkok. Dibandingkan rumah makan ramen lainnya di Jakarta, harga ramen di Hakata boleh dibilang murah, hanya Rp. 38.000,- di mana saya juga sudah mendapatkan side-dish semangkok kecil telur rebus yang dihancurkan kecil-kecil lalu digoreng sebentar dan ditaburi daun bawang. Yang mana side-dish ini juga adalah nilai tambah yang besar!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja, saya tidak mungkin hanya datang dan menikmati satu sajian, saya juga memesan Tamagoyaki, yang mana dasarnya adalah dadar gulung Jepang isi ikan. Karena dihidangkan dengan panas (dan harus dinikmati segera juga), Tamagoyaki memberikan nilai kepuasan yang tinggi, dengan harga 1 porsi Rp. 23.000,-.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di samping makanan yang memang nikmat, saya juga menikmati keramah-tamahan dari setiap pramusaji di sini. Mereka dengan ramah menjelaskan setiap makanan yang saya pesan, dan berkali-kali ocha dingin saya diisi tanpa saya minta. Saya tidak lama duduk di dalam, selain rasa iba terhadap orang-orang yang sudah berbaris di luar menunggu untuk mendapatkan tempat duduk, saya ingin segera pulang dan menuliskan post ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya keluar dari Hakata Ikkousha yang riuh dengan senyum lebar dan mengirimkan twit berisi: &lt;i&gt;Hands down! The best ramen can be found in North Jakarta, my part of the city! LOL!&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hakata Ikkousa&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jl. Muara Karang Raya No. 85&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jakarta Utara&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ph. (021) 6660 0255&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Fax. (021) 6667 0588&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6515960442576866763-6280514865477463109?l=kulineran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kulineran.blogspot.com/feeds/6280514865477463109/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kulineran.blogspot.com/2011/09/sensasi-ramen-di-jakarta-utara.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515960442576866763/posts/default/6280514865477463109'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515960442576866763/posts/default/6280514865477463109'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kulineran.blogspot.com/2011/09/sensasi-ramen-di-jakarta-utara.html' title='Sensasi Ramen di Jakarta Utara'/><author><name>@ohtxela</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10150570449774497934</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/S-ZbVxKvs5I/AAAAAAAAAyo/J6nbyGLK6ks/S220/n617373436_1667647_1269418.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-JnewiP51l8g/TmrDEBOxkFI/AAAAAAAABGA/GH61lDRg4cI/s72-c/ramen001.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6515960442576866763.post-5208043620158055913</id><published>2011-09-07T08:18:00.001+07:00</published><updated>2011-09-07T08:18:00.505+07:00</updated><title type='text'>Seru di Bogor (2)</title><content type='html'>&lt;div&gt;Bicara tentang kota Bogor tentu tidak bisa lepas dari kebun rayanya yang legendaris. Rasanya ke manapun saya pergi, selalu saja jalanan di kota kecil ini mengarah ke kebun raya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Yang tidak kalah legendaris adalah restoran di dalam kebun raya Bogor. Legendaris bukan karena sudah ada sejak jaman kolonial dulu tapi karena begitu banyak orang yang membicarakan tentang restoran bernama Dedaunan ini. Dari berbagai review yang saya baca di internet, restoran ini banyak dipuji.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tidak mau ketinggalan, sayapun mencobai restoran ini untuk makan malam.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kesulitan pertama yang saya hadapi saat menuju ke restoran ini adalah mencari pintu masuk kebun raya Bogor yang buka pada malam hari. Ada satu pintu memang yang terang benderang, namun gerbangnya hanya dibuka setengah saja. Terkesan tidak bisa dimasuki oleh kendaraan terutama mobil. Baru setelah memastikan tidak ada gerbang lain yang buka, sayapun nekat untuk bertanya pada petugas yang berjaga di pintu itu. Dan benar saja, rupanya setelah ditanya, barulah gerbang dibuka.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kesulitan kedua adalah saat mencari letak restoran di tengah gelap gulitanya kebun raya Bogor di malam hari. Tidak ada penunjuk arah, tidak juga ada penerangan yang memadai kecuali obor-obor hias yang menyala malu-malu ditiup angin. Untung saja setelah berkendara perlahan-lahan akhirnya saya menemukan restoran itu.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kesulitan ketiga adalah saat mencari jalan keluar dari kebun raya Bogor. Lagi-lagi, pentunjuk yang minim dan penerangan yang kurang memadai membuat saya harus meraba-raba ke mana arah jalan keluar.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Restoran Dedaunan sendiri malam itu cukup sepi. Hanya ada dua orang tamu yaitu saya dan pacar. Pegawai-pegawainyapun tampak sudah lelah. Menu yang ditawarkan tidak terlalu banyak (dan kurang menarik) dengan harga yang tidak murah.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Rijstaffel yang saya pesan (karena katanya adalah makanan istimewa di restoran ini) juga tidak semeriah yang saya bayangkan. Rasanya biasa saja bahkan bisa dibilang kurang sedap.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Untuk minuman, saya memesan bandrek yang cukup nikmat dan menghangatkan. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Satu-satunya hal yang menyenangkan di tempat ini adalah kucing-kucing lucu yang menemani makan malam kami.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-gUkvTUlt3gU/Tl2DEQuSS_I/AAAAAAAAASA/dxeI1hraKiw/s1600/2011-08-01%2B21.53.21.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-gUkvTUlt3gU/Tl2DEQuSS_I/AAAAAAAAASA/dxeI1hraKiw/s320/2011-08-01%2B21.53.21.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5646813617024289778" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6515960442576866763-5208043620158055913?l=kulineran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kulineran.blogspot.com/feeds/5208043620158055913/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kulineran.blogspot.com/2011/09/seru-di-bogor-2.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515960442576866763/posts/default/5208043620158055913'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515960442576866763/posts/default/5208043620158055913'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kulineran.blogspot.com/2011/09/seru-di-bogor-2.html' title='Seru di Bogor (2)'/><author><name>Narcistbandit</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_4fz159GWrM0/S_hwvbX19AI/AAAAAAAAANE/X9_TzHvUNKE/S220/davatar01.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-gUkvTUlt3gU/Tl2DEQuSS_I/AAAAAAAAASA/dxeI1hraKiw/s72-c/2011-08-01%2B21.53.21.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6515960442576866763.post-8235433624233770652</id><published>2011-08-31T06:39:00.004+07:00</published><updated>2011-08-31T07:05:22.942+07:00</updated><title type='text'>Seru di Bogor (1)</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-Lt4tx7oXmK4/Tl15ht9kO9I/AAAAAAAAAR4/F70DE5pGu5w/s1600/2011-07-31%2B16.03.59.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-Lt4tx7oXmK4/Tl15ht9kO9I/AAAAAAAAAR4/F70DE5pGu5w/s320/2011-07-31%2B16.03.59.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5646803127972936658" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Sekitar satu bulan lalu saya berjalan-jalan ke Bogor dan diajak oleh &lt;a href="http://pinksanfrancisco.blogspot.com/"&gt;pacar&lt;/a&gt; (yang kebetulan cukup mengenal kota kecil ini) untuk makan di restoran favorit keluarganya: Bogor Permai.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dilihat dari luar tampak betul bahwa restoran ini adalah restoran tua. Dan memang benar, rupanya restoran ini sudah beroperasi sejak tahun 1963, walaupun sang pemilik sudah merintisnya di tahun 1959 dengan berjualan kue basah keliling.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sewaktu dibuka, di tahun 1963, restoran yang juga adalah toko roti ini hanyalah menempati lahan kecil yang saat ini menjadi tempat parkir restoran.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Memasuki restoran legendaris ini memang seperti masuk ke restoran-restoran tua pada umumnya. Dekorasinya sederhana, tata letak mejapun tidak macam-macam. Salah satu yang khas adalah cara menyajikan makanan dengan menggunakan kereta dorong yang terbuat dari kayu.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Siang itu saya memesan nasi timbel komplit yang rasanya bukan alang kepalang enaknya. Nasinya pulen dan wangi, ayam kampungnya empuk dan besar, tahu-tempenya gurih, dan yang istimewa betul adalah sambalnya. Segar dan benar-benar nikmat.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tidak hanya itu, saya juga mencobai masakan China yang ada di dalam menu, mun tahu. Rasanya juga nikmat dengan harga yang cukup murah.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tidak bisa dipungkiri lagi bahwa restoran Bogor Permai adalah restoran yang wajib didatangi. Makanannya sungguh enak, harganya sangat terjangkau. Benar-benar pengalaman kulineran yang menakjubkan!&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Di akhir makan siang pacar saya bertanya: "Malam ini mau makan di mana?"&lt;/div&gt;&lt;div&gt;"Di Bogor Permai lagi saja!" Jawab saya tanpa pikir panjang.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Catatan:&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Bogor Permai juga memiliki toko roti yang patut dicobai. Roti-rotinya khas roti jaman dulu. Sangat cocok untuk oleh-oleh atau dimakan sendiri saat menunggu acara makan berikutnya di Bogor Permai.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6515960442576866763-8235433624233770652?l=kulineran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kulineran.blogspot.com/feeds/8235433624233770652/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kulineran.blogspot.com/2011/08/seru-di-bogor-1.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515960442576866763/posts/default/8235433624233770652'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515960442576866763/posts/default/8235433624233770652'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kulineran.blogspot.com/2011/08/seru-di-bogor-1.html' title='Seru di Bogor (1)'/><author><name>Narcistbandit</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_4fz159GWrM0/S_hwvbX19AI/AAAAAAAAANE/X9_TzHvUNKE/S220/davatar01.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-Lt4tx7oXmK4/Tl15ht9kO9I/AAAAAAAAAR4/F70DE5pGu5w/s72-c/2011-07-31%2B16.03.59.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6515960442576866763.post-3758454749333421508</id><published>2011-03-28T06:08:00.000+07:00</published><updated>2011-09-18T18:16:49.545+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mie'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bogor'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Soto'/><title type='text'>Soto Mie Atau Bukan Soto Mie?</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/TSZz3gLHoeI/AAAAAAAABC8/uWvmAi_IRak/s1600/sotomie.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 0em; margin-right: 0em;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://2.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/TSZz3gLHoeI/AAAAAAAABC8/uWvmAi_IRak/s400/sotomie.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;Keanekaragaman suku bangsa di negara kita tidak perlu dipertanyakan lagi. Keanekaragaman tersebut dapat dilihat dalam berbagai perbedaan bahasa, kebiasaan dan masih banyak lagi. Dalam konteks kulineran, keanekaragaman tersebut sangat menonjol. Bahkan dalam satu jenis makanan dapat diinterpretasikan secara berbeda menurut daerahnya.&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;Salah satu contoh nyata yang saya alami adalah soto mie. Dalam keterbatasan pengalaman saya, soto adalah kuah yang dibuat dari kaldu dan di beberapa tempat sering kali dimasak dengan menggunakan santan (soto Betawi, misalnya).&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;Siang itu, saya bersama-sama teman kantor saya menikmati satu jenis soto mie yang berbeda, soto mie Sukabumi. Berbeda dengan soto mie pada umumnya, soto mie Sukabumi lebih menyerupai bakmi Bangka atau Medan. &amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/TSZz24rZDBI/AAAAAAAABC4/eBExfrdot2g/s1600/sotomiekuah.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 0em; margin-right: oem;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://3.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/TSZz24rZDBI/AAAAAAAABC4/eBExfrdot2g/s400/sotomiekuah.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dihidangkan secara terpisah, mie dari soto mie (gambar di atas) terlihat dihidangkan dengan taburan gorengan bawang putih dan gorengan daun bawang. Isi dari Soto Mie Agih terdiri dari bakut, babat dan lobak.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Buat teman saya, yang lahir dan dibesarkan di Sukabumi, Soto Mie Agih mampu menghapuskan rasa kangen terhadap soto mie Sukabumi yang asli, sedangkan buat saya, Soto Mie Agih menyerupai bakmi bakut. Tapi mungkin itu hanya sebuah nama. Apalah arti sebuah nama, bukan?&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Soto Mie AGIH Sukabumi&lt;br /&gt;Jl. Surya Kencana No. 313, Bogor&lt;br /&gt;Phone: (0251) 8328 038&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6515960442576866763-3758454749333421508?l=kulineran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kulineran.blogspot.com/feeds/3758454749333421508/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kulineran.blogspot.com/2011/03/soto-mie-atau-bukan-soto-mie.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515960442576866763/posts/default/3758454749333421508'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515960442576866763/posts/default/3758454749333421508'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kulineran.blogspot.com/2011/03/soto-mie-atau-bukan-soto-mie.html' title='Soto Mie Atau Bukan Soto Mie?'/><author><name>@ohtxela</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10150570449774497934</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/S-ZbVxKvs5I/AAAAAAAAAyo/J6nbyGLK6ks/S220/n617373436_1667647_1269418.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/TSZz3gLHoeI/AAAAAAAABC8/uWvmAi_IRak/s72-c/sotomie.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6515960442576866763.post-9087168210250927774</id><published>2011-03-21T08:18:00.002+07:00</published><updated>2011-03-21T08:18:00.240+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='makanan jepang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='makanan Korea'/><title type='text'>Yakiniku Tendan</title><content type='html'>Restoran yang satu ini sebenarnya cukup membingungkan. Dari luar dan dari namanya terkesan sebagai restoran Jepang. Namun ketika sampai di dalam dan melihat menunya maka terlihat bahwa lebih banyak makanan khas negeri ginseng Korea yang ditawarkan. Jadi terus terang saya tidak tahu harus menyebut restoran ini sebagai restoran Jepang atau Korea. Yang jelas, restoran berbentuk warung sederhana ini menyajikan menu-menu dengan porsi kecil yang tidak kira-kira mahalnya (bahkan seporsi kecil nasi putih saja harganya Rp. 9.000,-).&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Yang unik dari restoran ini adalah bahwa mereka menggunakan pemanggang yang belum pernah saya lihat sebelumnya. Pemanggang ini berguna untuk memasak sendiri daging-daging mentah kecil nan mahal itu. Selanjutnya karena ini adalah warung sederhana, jangan harap ada penghisap asap. Jadi ya, siap-siap saja untuk berbau asap selama dan setelah makan di tempat ini.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-A9wv_lxnnTM/TWmZ57itd7I/AAAAAAAAAQE/N99Jqg3jfvk/s1600/2011-01-30%2B19.56.12.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-A9wv_lxnnTM/TWmZ57itd7I/AAAAAAAAAQE/N99Jqg3jfvk/s320/2011-01-30%2B19.56.12.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5578158833989941170" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Tidak ada yang istimewa dari restoran ini kecuali pemanggangnya. Makan dan minum di tempat ini untuk satu orang (itupun tidak kenyang sama sekali) bisa menghabiskan Rp. 90.000,-&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Yakiniku Tendan&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Jl. Nakula - Seminyak&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Bali&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6515960442576866763-9087168210250927774?l=kulineran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kulineran.blogspot.com/feeds/9087168210250927774/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kulineran.blogspot.com/2011/03/yakiniku-tendan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515960442576866763/posts/default/9087168210250927774'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515960442576866763/posts/default/9087168210250927774'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kulineran.blogspot.com/2011/03/yakiniku-tendan.html' title='Yakiniku Tendan'/><author><name>Narcistbandit</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_4fz159GWrM0/S_hwvbX19AI/AAAAAAAAANE/X9_TzHvUNKE/S220/davatar01.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-A9wv_lxnnTM/TWmZ57itd7I/AAAAAAAAAQE/N99Jqg3jfvk/s72-c/2011-01-30%2B19.56.12.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6515960442576866763.post-5714316691840623527</id><published>2011-03-14T20:06:00.000+07:00</published><updated>2011-09-18T18:15:48.828+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='makanan jepang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mie'/><title type='text'>Marutama Ra-men, Senayan</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://lh4.googleusercontent.com/-2ljCd7f6RT0/TWjGLg8JIQI/AAAAAAAABDM/fwA67H5hygU/s1600/Marutama01.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 0em; margin-right: 0em;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="https://lh4.googleusercontent.com/-2ljCd7f6RT0/TWjGLg8JIQI/AAAAAAAABDM/fwA67H5hygU/s400/Marutama01.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;Ada satu teman kantor saya yang sedang keranjingan dengan ramen dan Marutama Ra-men adalah salah satu masukan dari beliau sebagai tempat yang harus saya kunjungi. Beruntungnya, beberapa hari yang lalu, saya diharuskan untuk menghadiri rapat di luar kantor, tepatnya di daerah Senayan. Setelah urusan kantor saya selesai, saya memutuskan untuk mengurusi masalah perut saya dengan mengikuti saran teman kantor saya ini, mengunjungi Marutama Ra-men.&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;Marutama Ra-men mempromosikan keaslian ramennya sebagaimana menikmati ramen di Jepang dan mengklaim sebagai ramen pertama yang menggunakan kaldu ayam (atau yang disebut Toripaitan). Memang yang menjadi bintang di Marutama Ra-men tak dipungkiri adalah sup ramen yang terbuat kaldu ayam. Konon menurut beberapa sumber, kalau dibutuhkan waktu 5 jam setiap harinya hanya untuk menyiapkan kuah ramen.&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://lh3.googleusercontent.com/-s2r5KFE1n94/TWjGN14_VKI/AAAAAAAABDQ/fg2wezDIICU/s1600/Marutama02.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 0em; margin-right: 0em;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="https://lh3.googleusercontent.com/-s2r5KFE1n94/TWjGN14_VKI/AAAAAAAABDQ/fg2wezDIICU/s400/Marutama02.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tidak heran, sup ramen Marutama Ra-men sangat gurih dan cenderung lebih pekat, sehingga bagi yang belum terbiasa sup ramen ini berasa sedikit pahit dan terlalu kuat aromanya, jadi rasanya tidak heran kalau mienya Marutama Ra-men cenderung hambar, untuk mengimbangi kegurihan supnya. Catatan unik di menu Marutama Ra-men, kalau pengunjung boleh meminta tambahan mie jika supnya belum habis. HEHEHE.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hal yang menarik perhatian saya adalah adanya aosa, sejenis rumput laut yang diimpor dari Jepang, yang justru menambah keotentikan ramennya. Marutama Ra-men menawarkan beberapa jenis ramen dengan kuah kaldu ayam dengan berbagai toppings. Walau lembaran potongan pig roast atau chicken roast sangat luar biasa lembut dan nikmat, tetapi sayangnya potongannya terlalu tipis.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Satu hal lagi yang harus dicoba jika mengunjungi tempat ini, yaitu Tamago, yang adalah telur rebus setengah matang yang juga sangat lembut dengan bagian luar yang berwarna coklat, seperti hasil rendaman dengan soy-sauce. Hasil rebusan putih telurnya begitu lembut selayaknya saya sedang menikmati tofu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelah saya mengunjungi tempat ini, saya sempat iseng menge-post foto hasil kunjungan saya. Ada beberapa pendapat yang mempertanyakan kegurihan sup kaldu ayam Marutama Ra-men. Walau dalam beberapa publikasi media, selalu dibilang tidak menggunakan penyedap, beberapa argumen teman saya menyatakan sebaliknya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Buat saya sendiri? Saya menikmati makan siang saya di sana. Mungkin anda harus mencoba sendiri untuk kemudian mengetahui kebenarannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Marutama Ra-Men&lt;br /&gt;Gedung Sentral Senayan I&lt;br /&gt;Basement I No. 10&lt;br /&gt;Jakarta Pusat&lt;br /&gt;Ph. (021) 572 4050&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6515960442576866763-5714316691840623527?l=kulineran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kulineran.blogspot.com/feeds/5714316691840623527/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kulineran.blogspot.com/2011/03/marutama-ra-men-senayan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515960442576866763/posts/default/5714316691840623527'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515960442576866763/posts/default/5714316691840623527'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kulineran.blogspot.com/2011/03/marutama-ra-men-senayan.html' title='Marutama Ra-men, Senayan'/><author><name>@ohtxela</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10150570449774497934</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/S-ZbVxKvs5I/AAAAAAAAAyo/J6nbyGLK6ks/S220/n617373436_1667647_1269418.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='https://lh4.googleusercontent.com/-2ljCd7f6RT0/TWjGLg8JIQI/AAAAAAAABDM/fwA67H5hygU/s72-c/Marutama01.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6515960442576866763.post-5109320594469884469</id><published>2011-03-07T08:55:00.005+07:00</published><updated>2011-03-07T12:59:46.297+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bali'/><title type='text'>Ayam Taliwang Bali</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-OOkyifEPNd0/TXRxenvBdJI/AAAAAAAAABI/CBwpMscdiqk/s1600/IMG00159-20110105-1943.jpg"&gt;&lt;img style="MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 320px; FLOAT: left; HEIGHT: 240px; CURSOR: hand" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5581210609095111826" border="0" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/-OOkyifEPNd0/TXRxenvBdJI/AAAAAAAAABI/CBwpMscdiqk/s320/IMG00159-20110105-1943.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Dengan sering nya pekerjaan saya yang memaksa harus ke bali, menjadikan beberapa makanan khas daerah bali menjadi salah satu favorit saya. Mungkin Ayam Taliwang sebetulnya lebih terkenal merupakan makanan khas dari daerah lombok, namun beberapa restauran ayam taliwang di bali dapat menjadi rekomendasi untuk para kulineran sekalian. Dengan rasanya yang benar-benar bisa membuat lidah kita bergoyang-goyang oleh rasa pedas nya yang buat sebagian orang yang pencinta pedas pun mengakui rasa pedasnya, Ayam Taliwang di Jalan Raya Kuta Tuban ini dapat menjadi salah satu restauran yang dapat saya rekomendasikan.&lt;br /&gt;Dengan ukurannya 1 ekor ayam yang tidak terlalu besar memang terbilang cukup untuk porsi makan satu orang, disini kita bisa memilih beberapa pilihan, diantara nya ayam pelecing dan ayam bakar, karena saya salah satu penyuka rasa pedas maka pilihan saya jatuh pada ayam pelecing yang merupakan ayam yang dibakar dan juga diberikan rasa pedas dengan lumuran sambal di saat dibakar, sedangkan ayam bakar merupakan ayam yang di bakar biasa dengan rasa yang tidak terlalu pedas. Apabila di masakan khas daerah sunda cukup dikenal dengan lalapan sayur-sayuarannya sebagai teman makan, di ayam taliwang ini pelecing kangkung menjadi teman yang cocok sekali dalam menikmati ayam taliwang, kangkung dan toge dengan diberikan sambel tomat dan parutan kelapa yang dikeringnkan (serundeng) serta ditambahkan kacang, menjadikan pelecing kangkung ini bukan hanya sekedar makanan pendamping saja.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Jadi memang tidak perlu jauh-jauh ke pulau Lombok untuk bisa menikmati Ayam Taliwang, karena di pulau Bali pun, kita bisa menemukan restauran ini dengan menawarkan rasa yang tidak kalah enak nya dari pulau asalnya. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayam Taliwang Bersaudara&lt;br /&gt;Phone: (0361) 752-923&lt;br /&gt;Jl. Raya Kuta No. 89, Tuban, Kuta, Bali&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6515960442576866763-5109320594469884469?l=kulineran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kulineran.blogspot.com/feeds/5109320594469884469/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kulineran.blogspot.com/2011/03/ayam-taliwang-bali.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515960442576866763/posts/default/5109320594469884469'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515960442576866763/posts/default/5109320594469884469'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kulineran.blogspot.com/2011/03/ayam-taliwang-bali.html' title='Ayam Taliwang Bali'/><author><name>tiramisu mint</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06497510120585033494</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/__q5Qe0O2IA8/TLvewXx39yI/AAAAAAAAAAM/QkGwPfcT4e8/S220/black+pose.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-OOkyifEPNd0/TXRxenvBdJI/AAAAAAAAABI/CBwpMscdiqk/s72-c/IMG00159-20110105-1943.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6515960442576866763.post-4539615328364544808</id><published>2011-03-07T08:06:00.000+07:00</published><updated>2011-03-07T08:06:00.558+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kudapan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Coklat'/><title type='text'>Chocolat à la Parish</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/TR1ObMU-CWI/AAAAAAAABCg/IoIRzTVkA7Q/s1600/CIMG0036.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 0em; margin-right: 0em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/TR1ObMU-CWI/AAAAAAAABCg/IoIRzTVkA7Q/s1600/CIMG0036.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelah melakukan serangkaian wisata kulineran berat, seperti soto, sate, nasi goreng. Adalah hal yang tepat untuk mengakhir wisata tersebut dengan coklat. Saya mengingat satu tempat ini, karena beberapa tahun yang lalu saya diajak oleh atasan saya untuk menikmati tart coklat di sini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Parish mungkin belum sepopular beberapa rumah makan yang menggunakan bahan dasar coklat. Walau begitu, menu Parish lumayan bervariasi. Karena pada saat kunjungan kali ini, kami hanya menikmati apa yang disebut chocolate sampler.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dengan harga Rp. 3.000,- per-kunyahan, ada beberapa chocolate sampler yang saya sukai. Parish sangat menggemari penggunaan coklat hitam (dark chocolate), dengan filling atau topping seperti kacang-kacangan, rum dan beberapa jenis berries.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya jujur bukan penggemar coklat hitam, tapi saya harus akui saya menikmati kreasi coklat mereka. Rasa dan aroma coklat dengan sedikit rasa pahit di lidah. Selain chocolate sampler, seperti yang terlihat di gambar, tersedia juga cake coklat yang mana topping-nya bisa dipilih sendiri.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Coklat Parish&lt;br /&gt;Jl. Kyai Maja 21 (Depan RSPP Blok M)&lt;br /&gt;Ph. (021) 720 1276&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6515960442576866763-4539615328364544808?l=kulineran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kulineran.blogspot.com/feeds/4539615328364544808/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kulineran.blogspot.com/2011/03/chocolat-la-parish.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515960442576866763/posts/default/4539615328364544808'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515960442576866763/posts/default/4539615328364544808'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kulineran.blogspot.com/2011/03/chocolat-la-parish.html' title='Chocolat à la Parish'/><author><name>@ohtxela</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10150570449774497934</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/S-ZbVxKvs5I/AAAAAAAAAyo/J6nbyGLK6ks/S220/n617373436_1667647_1269418.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/TR1ObMU-CWI/AAAAAAAABCg/IoIRzTVkA7Q/s72-c/CIMG0036.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6515960442576866763.post-4306625758481912737</id><published>2011-02-28T08:06:00.000+07:00</published><updated>2011-02-28T08:06:00.536+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kudapan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bogor'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bakery'/><title type='text'>Michelle o Michelle</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/TSZuOxkPvHI/AAAAAAAABCs/o7DEkpaZO44/s1600/michelle.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 0em; margin-right: 0em;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://1.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/TSZuOxkPvHI/AAAAAAAABCs/o7DEkpaZO44/s400/michelle.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam beberapa kesempatan, saya selalu merasa beruntung tinggal dan bekerja di dua area yang cukup jauh jaraknya. Saya butuh waktu sekitar 2 jam untuk tiba di kantor dan durasi waktu yang sama (bahkan bisa lebih) untuk kembali ke rumah.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tetapi baik rumah, maupun kantor saya berlokasi di area yang terkenal (baca: akan terkenal) dengan tempat jajan, rumah makan atau sejenisnya. Saya sangat beruntung untuk dengan leluasa (tergantung kesibukan dan tingkat kemalasan juga yah) mengunjungi beberapa tempat makan/jajan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Salah satu tempat yang harus saya kunjungi kalau saya sedang melewati Jalan Pajajaran di Bogor adalah Michelle Bakery. Saya masih ingat pertama kali mengenal kue-kue kering dari Michelle ketika teman kantor saya menawarkan kaastangle dari Michelle di kala saya sedang kelaparan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kaastangle yang renyah dan rasa asin dengan aroma keju yang mantap tetapi tanpa membuat saya eneg walau jumlah yang dikonsumsi dalam kapasitas .. eh besar. Intinya, Michelle Bakery does bake GOOD! Setiap kali saya mengunjungi Michelle, kue-kue kering seperti kaastangle sepertinya menjadi suatu keharusan.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selain kue kering, hal-hal lain yang layak untuk dicobai seperti egg risoles with cheese and ham mereka. Sayangnya Michelle Bakery hanya menyediakan saus sambal sebagai teman untuk menyantapi risoles, harusnya mereka menggunakan cabe rawit untuk memberikan sensasi yang lebih luar biasa. Aneka jenis roti di Michelle Bakery juga nikmat, walau bagi saya, Michelle Bakery jagoannya kue-kue kering.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sekedar saran dari saya, jika anda berkunjung ke kota Bogor, mampir deh ke Michelle Bakery dan cek ke bagian kue-kue kering. Oya, setelah renovasi (saya juga baru tahu hal ini bulan Desember yang lalu), Michelle kini mempunyai bagian sendiri untuk kue-kue keringnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kaastangle Michelle, ah enaknya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Michelle Bakery&lt;br /&gt;Jl. Raya Pajajaran No. 14, Bogor&lt;br /&gt;Phone: (0251) 8310 921&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6515960442576866763-4306625758481912737?l=kulineran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kulineran.blogspot.com/feeds/4306625758481912737/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kulineran.blogspot.com/2011/02/michelle-o-michelle.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515960442576866763/posts/default/4306625758481912737'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515960442576866763/posts/default/4306625758481912737'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kulineran.blogspot.com/2011/02/michelle-o-michelle.html' title='Michelle o Michelle'/><author><name>@ohtxela</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10150570449774497934</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/S-ZbVxKvs5I/AAAAAAAAAyo/J6nbyGLK6ks/S220/n617373436_1667647_1269418.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/TSZuOxkPvHI/AAAAAAAABCs/o7DEkpaZO44/s72-c/michelle.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6515960442576866763.post-6420624872674791345</id><published>2011-02-21T08:18:00.000+07:00</published><updated>2011-02-21T08:18:00.480+07:00</updated><title type='text'>Swike Purwodadi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-ILI62T0Y3E0/TWBJlIxsgcI/AAAAAAAAAP8/qNEzesqm6KY/s1600/swike02.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 225px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-ILI62T0Y3E0/TWBJlIxsgcI/AAAAAAAAAP8/qNEzesqm6KY/s320/swike02.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5575537241044582850" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Lagi-lagi saya menulis tentang makanan nostalgia. Ya, swike memang termasuk makanan yang sering saya makan ketika masih kecil dulu. Bahkan saya pernah diajak untuk mengunjungi kota Purwodadi untuk makan swike yang asli dari tempat kelahirannya.&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tapi sekarang, tidak perlu jauh-jauh untuk menikmati hidangan kodok dengan rasa kuah yang khas hasil percampuran antara tauco dan bawang putih yang kuat ini. Cukup ke daerah Jakarta Barat saja, tepatnya di daerah Harmoni.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tempatnya memang tidak terlalu representatif. Lebih mirip garasi daripada restoran. Tapi apalah artinya sebuah tempat kalau memang makanannya enak?! (itu prinsip saya). Di bagian depan garasi/restoran ini hanya ada tulisan kecil di atas sebuah kain yang berkibar-kibar ditiup angin: SWIKE.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tanpa melihat menu saya langsung memesan swike. Karena itulah makanan yang menjadi spesialisasi mereka. Sebagai tambahan, karena ini di daerah Jakarta Barat, maka saya memesan juga kodok goreng kecap. Yang terakhir itu adalah masakan khas China.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ketika makanan datang, saya langsung mencobai swikenya terlebih dahulu. Saya sudah rindu untuk ditarik ke kenangan indah masa kecil. Namun sayang, swike di restoran ini gagal memenuhi harapan saya. Kuahnya kurang mantap dan rasa daging kodoknya pun tidak sesegar yang saya bayangkan. Sedangkan untuk kodok goreng kecapnya, rasanya juga biasa saja. Tidak istimewa sama sekali.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Secara keseluruh saya tidak menikmati makan dan makanan di tempat ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-Enb2U8cN6xI/TWBIzKMLEFI/AAAAAAAAAP0/1HUwQlBdb2s/s1600/swike01.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 225px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-Enb2U8cN6xI/TWBIzKMLEFI/AAAAAAAAAP0/1HUwQlBdb2s/s320/swike01.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5575536382430613586" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6515960442576866763-6420624872674791345?l=kulineran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kulineran.blogspot.com/feeds/6420624872674791345/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kulineran.blogspot.com/2011/02/swike-purwodadi.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515960442576866763/posts/default/6420624872674791345'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515960442576866763/posts/default/6420624872674791345'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kulineran.blogspot.com/2011/02/swike-purwodadi.html' title='Swike Purwodadi'/><author><name>Narcistbandit</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_4fz159GWrM0/S_hwvbX19AI/AAAAAAAAANE/X9_TzHvUNKE/S220/davatar01.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-ILI62T0Y3E0/TWBJlIxsgcI/AAAAAAAAAP8/qNEzesqm6KY/s72-c/swike02.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6515960442576866763.post-5018080253523834671</id><published>2011-02-14T08:18:00.001+07:00</published><updated>2011-02-14T08:18:00.179+07:00</updated><title type='text'>Soto Sulung Koperia</title><content type='html'>Bagi saya, bicara tentang soto Sulung adalah bicara tentang nostalgia. Waktu kecil dulu, ayah dan ibu sering mengajak saya makan soto Sulung dan membuat makanan khas Surabaya ini menjadi salah satu makanan favorit saya.&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Soto Sulung adalah salah satu jenis soto yang kuahnya tidak bening. Isinya adalah potongan-potongan jeroan (bagian dalam) sapi, seperti babat, usus, paru-paru, dan hati, lalu dipermanis oleh potongan telor rebus. Sangat enak dimakan dalam keadaan panas dan pedas.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Itu juga yang disajikan di Soto Sulung Koperia yang terletak di daerah Radio Dalam ini. Tempatnya yang agak kecil tidak menyulitkan saya untuk menemukannya. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dari luar rumah makan ini terlihat nyaman. Kacanya yang tertutup rapat dan dilapisi kaca film yang tebal membuat saya berpikir bahwa pendingin udara di dalamnya tentu sangat efektif mendinginkan ruangan. Tapi semua itu buyar begitu saya membuka pintu dan masuk ke dalamnya. Rupanya restoran soto ini tidak dilengkapi pendingin udara walaupun kacanya tertutup rapat tanpa jendela.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tentang rasa makanannya sendiri, restoran ini tidaklah istimewa. Bahkan boleh dibilang tidak terlalu enak. Kuahnya yang kurang mantap dan jeroannya yang masih alot (kenyal dan susah ditelan) jelas membuat penilaian saya tentang soto di tempat ini tidak menyenangkan. Apalagi ketika saya dihadapkan dengan harganya yang Rp. 21.000,- per porsi (belum termasuk pajak).&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Secara keseluruhan tempat ini jelas mengecewakan saya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Soto Sulung Koperia&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Jl. Radio Dalam No.45 Jakarta Selatan&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Telpon: 021-7257146 - 08989013365&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6515960442576866763-5018080253523834671?l=kulineran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kulineran.blogspot.com/feeds/5018080253523834671/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kulineran.blogspot.com/2011/02/soto-sulung-koperia.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515960442576866763/posts/default/5018080253523834671'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515960442576866763/posts/default/5018080253523834671'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kulineran.blogspot.com/2011/02/soto-sulung-koperia.html' title='Soto Sulung Koperia'/><author><name>Narcistbandit</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_4fz159GWrM0/S_hwvbX19AI/AAAAAAAAANE/X9_TzHvUNKE/S220/davatar01.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6515960442576866763.post-7621311639249041977</id><published>2011-02-07T08:06:00.000+07:00</published><updated>2011-02-07T08:06:00.128+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pempek'/><title type='text'>Pempek Pak Raden</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/TR1N32L7SOI/AAAAAAAABCc/f5ZcxYfDxos/s1600/CIMG0027.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 0em; margin-right: 0em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/TR1N32L7SOI/AAAAAAAABCc/f5ZcxYfDxos/s1600/CIMG0027.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sulit bagi saya untuk mengungkapkan pendapat saya mengenai pempek ini tanpa membandingkannya dengan salah satu rumah makan pempek yang berlokasi di Casablanca ataupun yang di Kepala Gading. Jujur untuk benar-benar menikmati pempek, jika anda mempunyai jenis lidah yang sama dengan saya, saya lebih memilih &lt;a href="http://kulineran.blogspot.com/2010/05/pempek-bing.html"&gt;@bing&lt;/a&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mungkin karena Pak Raden sudah mempunyai beberapa lokasi di beberapa tempat di Jakarta atau memang lidah saya yang berbeda selera dengan khalayak pada umumnya. Saya merasa pempek Pak Raden digoreng kurang lama, sehingga berasa kurang garing dan bagian dalam cenderung kurang panas. Kuah cuka Pak Raden cenderung manis sehingga rasa kecut-kecut asin dan wangi ebi (yang harusnya ada) tidak berasa.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mungkin hal baik yang saya dapati adalah kebebasan yang diberikan oleh Pak Raden untuk menuang cuka pempek, karena memang disediakan satu botol di setiap mejanya, namun kemudian itu juga yang menjadi kelemahannya, karena berbeda dengan @bing, yang meracik secara khusus setiap pesanan sesuai dengan permintaan konsumennya (pedas, sedang atau tidak pedas).&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Proses penggorengan yang terlalu terburu-buru juga merupakan nilai minus. Sekali lagi mungkin ini adalah bukti anomali lidah saya atau saya datang pada waktu yang salah? Mungkin saja. :D&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Warung Pempek Pak Raden&lt;br /&gt;Jl. Radio Dalam Raya No. 86D&lt;br /&gt;Jakarta Selatan&lt;br /&gt;Ph. (021) 721 1352&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6515960442576866763-7621311639249041977?l=kulineran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kulineran.blogspot.com/feeds/7621311639249041977/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kulineran.blogspot.com/2011/02/pempek-pak-raden.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515960442576866763/posts/default/7621311639249041977'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515960442576866763/posts/default/7621311639249041977'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kulineran.blogspot.com/2011/02/pempek-pak-raden.html' title='Pempek Pak Raden'/><author><name>@ohtxela</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10150570449774497934</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/S-ZbVxKvs5I/AAAAAAAAAyo/J6nbyGLK6ks/S220/n617373436_1667647_1269418.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/TR1N32L7SOI/AAAAAAAABCc/f5ZcxYfDxos/s72-c/CIMG0027.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6515960442576866763.post-6709206131364092360</id><published>2011-01-31T06:08:00.000+07:00</published><updated>2011-01-31T06:08:00.288+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Banjarmasin'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Soto'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kalimantan'/><title type='text'>Soto Banjar di Martapura</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/TRNj1qCSk2I/AAAAAAAAA_8/V4Pva3qunkk/s1600/banjarsoto.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 0em; margin-right: 0em;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://1.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/TRNj1qCSk2I/AAAAAAAAA_8/V4Pva3qunkk/s400/banjarsoto.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hari terakhir di Kalimatan Selatan, tanpa bermaksud mendramatisirkan apapun, terjadi hujan gerimis sepanjang pagi hingga siang. Suasana langit yang mendung dan sejuk membuat kami semua berpikiran sama ketika waktunya untuk makan siang, SOTO!&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tidak jauh dari pasar perhiasan di Martapura, Depot Soto Anang (kurang tahu apakah ada korelasi dengan sang penyanyi atau tidak, tapi konon kabarnya Anang sangat terkenal di sini). Memesan soto banjar komplit, yang isinya separuh telur bebek, potongan-potongan telur, bihun, suwiran daging ayam dengan bawang goreng dan daun bawang.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Disajikan terpisah dengan lontong atau nasi, panasnya kuah soto membuat perut saya hangat. Walau sangat gurih rasanya, soto Banjar depot Anang tidak mengecewakan. Bahkan ketika kuning telur pecah dan bersatu dengan kuah soto, membuat kuah soto menjadi lebih kental justru menambah keindahan dan pastinya kenikmatan sotonya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pendapat saya, lebih mantap rasanya kalau menikmati soto ini dengan nasi daripada dengan lontong. Ah, saya sangat menikmati perjalanan ini, walau tidak banyak situs kulineran yang saya kunjungi.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Depot Soto Anang&lt;br /&gt;Jl. A. Yani Km. 39&lt;br /&gt;Martapura, Kalimantan Selatan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6515960442576866763-6709206131364092360?l=kulineran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kulineran.blogspot.com/feeds/6709206131364092360/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kulineran.blogspot.com/2011/01/soto-banjar-di-martapura.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515960442576866763/posts/default/6709206131364092360'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515960442576866763/posts/default/6709206131364092360'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kulineran.blogspot.com/2011/01/soto-banjar-di-martapura.html' title='Soto Banjar di Martapura'/><author><name>@ohtxela</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10150570449774497934</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/S-ZbVxKvs5I/AAAAAAAAAyo/J6nbyGLK6ks/S220/n617373436_1667647_1269418.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/TRNj1qCSk2I/AAAAAAAAA_8/V4Pva3qunkk/s72-c/banjarsoto.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6515960442576866763.post-961823853834898002</id><published>2011-01-24T22:36:00.000+07:00</published><updated>2011-01-24T22:36:00.234+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Martapura'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kudapan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kalimantan'/><title type='text'>Jajanan Pasar Khas Martapura</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/TRNshB6vSRI/AAAAAAAABAY/iFCe45opnYA/s1600/pasar04.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://4.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/TRNshB6vSRI/AAAAAAAABAY/iFCe45opnYA/s400/pasar04.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;Katupat Kandangan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Martapura adalah salah satu kecamatan di Kalimatan Selatan. Untuk penggemar perhiasan, inilah tempat yang paling tepat bagi anda. Martapura terkenal dengan pasar yang menjual perhiasan yang terbuat dari berbagai batu-batuan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sementara saya bukan penggemar perhiasan, juga dikarenakan saya tidak tahu-menahu mengenai perhiasan dan rasa malas menawar, saya memutuskan untuk mengelilingi pasar tradisional di samping pasar perhiasan Cahaya Bumi Selamat (CBS) Martapura.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/TRNsdUfy2CI/AAAAAAAABAM/Y1Izai1ziKY/s1600/pasar01.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://1.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/TRNsdUfy2CI/AAAAAAAABAM/Y1Izai1ziKY/s400/pasar01.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;Wadai Cincin&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di antara pasar tradisional Martapura dengan pasar perhiasan CBS, terdapat sederatan warung-warung penjualan makanan. Dari soto Banjar sampai ke penjualan Wadai (sebutan untuk kudapan di Kalimantan). Perhentian yang saya lakukan pertama kali adalah warung Katupat Kandangan khas Banjar.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketupat nasi seperti ketupat pada umumnya dihidangkan dengan kuah bersantan dan potongan ikan gabus yang dibakar. Jujur, saya berharap makanan ini dapat ditemui dengan mudah di Jakarta. Kuah santan dari ketupat tidak meninggalkan rasa eneg di tenggorokan, tapi diseimbangkan dengan aroma ikan gabus bakar yang sedikit pahit. Kalau dilihat dari gambarnya sangat sederhana yah penampilannya, tapi rasanya melebihi lontong sayur yang pernah saya cicipi sebelumnya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/TRNse5MTQzI/AAAAAAAABAQ/3nbPIdKrzjc/s1600/pasar02.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://3.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/TRNse5MTQzI/AAAAAAAABAQ/3nbPIdKrzjc/s400/pasar02.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;Wadai Wajik&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saya juga tidak mau kehilangan kesempatan untuk mencobai kudapan khas Martapura. Kudapan pertama yang saya cobai adalah wadai cincin. Bentuknya seperti uang logam yang biasanya dijadikan mata kalung di film-film shaolin. Terbuat dari tepung ketan dengan tutupan gula coklat, rasanya tidak terlalu manis.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saya sempat membaca di beberapa referensi kalau Martapura terkenal dengan 41 wadai. Dan salah satu yang paling terkenal adalah Wadai Bingka, yang berbentuk bunga dengan 6 kelopak. Bingka terbuat dari bahan utama seperti telur bebek, santan dan tepung santan yang divariasikan dengan rasa nangka, kentang dan sebagainya. Saya melihat hampir semua warung ini menjual Bingka.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/TRNsgW1lnzI/AAAAAAAABAU/UG2grVd_pF4/s1600/pasar03.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://1.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/TRNsgW1lnzI/AAAAAAAABAU/UG2grVd_pF4/s400/pasar03.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;Jaring (Jengkol Rebus)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;Saya juga sempat mencoba wadai wajik yang terbuat dari singkong kemudian dibalur dengan gula jawa. Rasanya juga tidak terlalu manis dan lembut. Satu-satunya kudapan yang sulit untuk saya cobai siang itu adalah Jaring, yang mana adalah jengkol rebus yang disantap dengan kelapa.&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;Walau menurut si penjual, jaring itu sangat nikmat, tetapi ketakutan efek samping seperti bau mulut membuat saya terhenti untuk mencobanya. Catatan untuk diri sendiri: harus coba Jaring dan bawa obat kumur! :D&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6515960442576866763-961823853834898002?l=kulineran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kulineran.blogspot.com/feeds/961823853834898002/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kulineran.blogspot.com/2011/01/jajanan-pasar-khas-martapura.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515960442576866763/posts/default/961823853834898002'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515960442576866763/posts/default/961823853834898002'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kulineran.blogspot.com/2011/01/jajanan-pasar-khas-martapura.html' title='Jajanan Pasar Khas Martapura'/><author><name>@ohtxela</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10150570449774497934</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/S-ZbVxKvs5I/AAAAAAAAAyo/J6nbyGLK6ks/S220/n617373436_1667647_1269418.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/TRNshB6vSRI/AAAAAAAABAY/iFCe45opnYA/s72-c/pasar04.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6515960442576866763.post-5718289484298676146</id><published>2011-01-16T08:06:00.001+07:00</published><updated>2011-02-09T03:53:03.717+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mie'/><title type='text'>Bakmi Lili</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/TR1NSqikHYI/AAAAAAAABCQ/6_oGqjAnRCA/s1600/CIMG0002.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 0em; margin-right: 0em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/TR1NSqikHYI/AAAAAAAABCQ/6_oGqjAnRCA/s1600/CIMG0002.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saya sudah mengetahui keberadaan Bakmi Lili sudah lebih dari 10 tahun yang lalu. Bakmi yang berlokasi di Tanjung Duren ini sering saya lewati dulu sewaktu saya hendak pulang/pergi ke kampus. Selama bertahun-tahun itu juga, saya sering mendengar betapa nikmatnya Bakmi Lili, sehingga tidak jarang saya merekomendasikan tempat ini jika ada teman-teman yang menanyakan tempat makan yang seru di Tanjung Duren. Ajaibnya saya sendiri belum pernah ke sana. HEHEHE.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Akhirnya, kala &lt;a href="http://www.blogger.com/profile/06566299634938961428"&gt;sahabat saya&lt;/a&gt; sedang berkunjung ke Jakarta, saya memanfaatkan kesempatan ini untuk berkeliling Jakarta dan beberapa posting ke depan juga merupakan hasil jalan-jalan kami. Kami juga menyempatkan untuk mengunjungi beberapa tempat makan di selatan Jakarta sebagai usaha kami untuk meluaskan lokasi "bermain" kami.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/TR1NV7uL05I/AAAAAAAABCU/_ObHutOvabk/s1600/CIMG0003.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 0em; margin-right: 0em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/TR1NV7uL05I/AAAAAAAABCU/_ObHutOvabk/s1600/CIMG0003.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Perhentian pertama, Bakmi Lili. Seperti belasan tahun yang lalu, sebagaimana saya melihat dari luar, Bakmi Lili masih seperti dulu. Mungkin sedikit membedakan adalah papan iklan yang besar yang mungkin juga sudah dipasang bertahun-tahun yang lalu, sedangkan dulu hanya dengan selembar banner yang sederhana. Lokasi masih sama, dengan kereta tempat peracikan mie yang sama.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bakmi Lili menggunakan jenis mie yang tipis dan bentuknya seperti mie keriting Medan, hanya saja lebih tipis. Yang menjadi daya tarik Bakmi Lili adalah bumbu mie yang sangat wangi dan gurih. Ketika saya mulai mencampur mie, lauk dan bumbu yang sedikit menggenangi mie, aroma mie mulai menggoda indra pengecap. Dengan suapan pertama, penantian saya selama belasan tahun itu seolah-olah tidak ada artinya lagi. Saat ini seolah-seolah dunia ini hanya ada saya, mie Lili dan kenek Bis 91 yang terus-menerus memanggil penumpangnya dengan, "Grogol, Grogol, Grogol!"&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/TR1NY-qR6wI/AAAAAAAABCY/JV8Wb5H-FzQ/s1600/CIMG0007.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 0em; margin-right: 0em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/TR1NY-qR6wI/AAAAAAAABCY/JV8Wb5H-FzQ/s1600/CIMG0007.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bakmi Lili walau terlihat sangat tipis, tapi tidak selembut yang dilihat. Justru itu yang menambah kenikmatan mie. Lauknya juga bervariasi dari daging babi cincang hingga potongan-potongan ayam. Hoya, satu hal yang perlu diperhatikan ketika memesan di tempat ini, hati-hati dalam memesan tambahan pangsit dan/atau bakso, karena porsinya lumayan besar.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jika saya akan pergi lagi, saya mungkin hanya akan memesan 1 porsi pangsit/bakso/swikiaw untuk beberapa orang, karena porsinya lumayan besar. Pangsit dan swikiaw-nya lumayan enak, isinya berasa. Walau saya lebih menyukai pangsitnya. Sedangkan baksonya selayaknya bakso beli di pasar. Satu hal lagi yang unik mengenai tempat ini, mereka menyediakan 4 jenis sambal: ada saos tomat, saos cabe, sambal cabe blender (rasanya ditambah merica) dan sambal cabe dengan biji.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Untuk satu porsi bakmi dan campuran bakso/pangsit/swikiaw, saya ditagih Rp. 42.000,- rasanya masih masuk akal dengan porsi yang lumayan mengenyangkan itu.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Bakmi Lili 166&lt;br /&gt;Jl. Tanjung Duren Barat I No. 361&lt;br /&gt;Jakarta Barat&lt;br /&gt;Ph. (021) 988 91138&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6515960442576866763-5718289484298676146?l=kulineran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kulineran.blogspot.com/feeds/5718289484298676146/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kulineran.blogspot.com/2010/01/bakmi-lili.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515960442576866763/posts/default/5718289484298676146'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515960442576866763/posts/default/5718289484298676146'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kulineran.blogspot.com/2010/01/bakmi-lili.html' title='Bakmi Lili'/><author><name>@ohtxela</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10150570449774497934</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/S-ZbVxKvs5I/AAAAAAAAAyo/J6nbyGLK6ks/S220/n617373436_1667647_1269418.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/TR1NSqikHYI/AAAAAAAABCQ/6_oGqjAnRCA/s72-c/CIMG0002.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6515960442576866763.post-360962118417212056</id><published>2011-01-10T06:08:00.001+07:00</published><updated>2011-01-10T06:08:00.865+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Banjarmasin'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bebek'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kalimantan'/><title type='text'>Itik dan Makanan Laut</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/TRNkY_Lv-dI/AAAAAAAABAI/oPYIPTO2yUk/s1600/swarga03.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 0em; margin-right: 0em;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://4.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/TRNkY_Lv-dI/AAAAAAAABAI/oPYIPTO2yUk/s400/swarga03.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saya sangat beruntung beberapa hari setelah liburan kantor di bulan Desember yang lalu, saya mendapatkan kesempatan untuk mengikut seorang berpetualangan ke Kalimatan Selatan. Walau sebenarnya tujuan perjalanan ini bukan untuk berwisata, tentu saja menyicipi masakan lokal harus saya sempatkan dong!&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Begitu kami tiba di bandara Syamsudin Noor, kami dibawa ke Rumah Makan Swarga di area Banjarbaru. Kurang lebih sekitar 20 menit dari bandara. Rumah Makan Swarga menggelar panggangnya tepat di depan jalan masuk sehingga begitu saya tiba di sana, pikiran saya (tanpa melihat menu): ITIK BAKAR!&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/TRNkT_Zom5I/AAAAAAAABAE/6ExOHlwM5CQ/s1600/swarga02.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 0em; margin-right: 0em;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://1.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/TRNkT_Zom5I/AAAAAAAABAE/6ExOHlwM5CQ/s400/swarga02.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Alhasil karena pengaturan rumah makan yang sedemikian rupa, 5 dari 6 kami memesan itik bakar dan hanya 1 yang berdeviasi memesan itik goreng dan tambahannya udang bakar! Untuk itik bakarnya agak sedikit alot, mungkin karena itu juga penyajiannya dipotong kecil-kecil untuk mempermudah penyantapannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menurut pendapat saya, bumbu yang disiramkan di atas itik terlalu manis, bahkan jauh melebihi rasa manis kecap manis pada umumnya. Segitu manisnya, saya sempat berpikir kalau bumbu yang dituang itu mengandung sedikit arak.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/TRNkSvICUhI/AAAAAAAABAA/omwa8s-aoGc/s1600/swarga01.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 0em; margin-right: 0em;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://4.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/TRNkSvICUhI/AAAAAAAABAA/omwa8s-aoGc/s400/swarga01.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sedangkan untuk itik gorengnya, saya harus akui enak sekali. Lembut seperti daging ayam dan bumbunya masih menempel ke tulang-tulang ketika kita mengupaskan dagingnya. Alhasil saya tergoda untuk mengulum tulang-tulang itik tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sedangkan untuk udang besarnya, saya tidak mampu berkata-kata. ENAK! Sepertinya udang digoreng sebentar, sebelum akhirnya dibakar dalam waktu yang singkat. Aroma bumbunya, rasa gurihnya dan kelembutan tekstur daging udang sampai warna udangnya membuat saya terdiam dan jika saja saya tidak ingat usia, mungkin saya akan memesan 3 porsi lagi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ada pepatah mengatakan jika perhentian pertama saja menyenangkan, kebayang dong perhentian-perhentian berikutnya? Pasti lebih seru! HEHEHEHE.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Rumah Makan Swarga&lt;br /&gt;Jl. A. Yani No. 4, Banjar Baru&lt;br /&gt;Kalimantan Selatan&lt;br /&gt;Phone: (0511) 477 2014&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6515960442576866763-360962118417212056?l=kulineran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kulineran.blogspot.com/feeds/360962118417212056/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kulineran.blogspot.com/2011/01/itik-dan-makanan-laut.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515960442576866763/posts/default/360962118417212056'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515960442576866763/posts/default/360962118417212056'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kulineran.blogspot.com/2011/01/itik-dan-makanan-laut.html' title='Itik dan Makanan Laut'/><author><name>@ohtxela</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10150570449774497934</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/S-ZbVxKvs5I/AAAAAAAAAyo/J6nbyGLK6ks/S220/n617373436_1667647_1269418.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/TRNkY_Lv-dI/AAAAAAAABAI/oPYIPTO2yUk/s72-c/swarga03.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6515960442576866763.post-940519769393480515</id><published>2011-01-03T06:08:00.000+07:00</published><updated>2011-01-03T06:08:00.461+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pluit'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='canton'/><title type='text'>Canton Bay, Pluit</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/TRNjWhM1y2I/AAAAAAAAA_4/vmEQX94u7zY/s1600/CIMG0004.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 0em; margin-right: 0em;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://3.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/TRNjWhM1y2I/AAAAAAAAA_4/vmEQX94u7zY/s400/CIMG0004.JPG" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Waktu saya masih kuliah, saya selalu melihat Canton Bay dengan penuh kesirikan. Saya selalu merasa kalau makan di Canton Bay itu mahal banget. Yah, biasalah kantong mahasiswa waktu itu masih seret. Menikmati kentang goreng di salah satu rumah makan cepat-saji saja rasanya seperti surga.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sekarang sudah bekerja, tentu saja kondisinya sudah berbeda dong! Canton Bay menjadi salah satu rumah makan yang akan muncul di pikiran saya jika saya sedang ngidam masakan chinese (atau Canton tepatnya).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kalau makan di Canton Bay, ada beberapa pilihan menu yang boleh dicoba, misalnya: Kepiting soka yang lumayan enak dan gurih, mie kuah dengan irisan bebek panggang dan pangsit (SUKA!) ataupun udang goreng telur asinnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tetapi yang menjadi bintang di antara masakan-masakan yang enak itu, menurut saya adalah Sapo Tahu Sea Food-nya! Sapo Tahu Canton Bay itu dihidangkan dengan wadah yang unik (yang menurut info sang pramusaji) masih mampu menjaga panasnya kuah untuk jangka waktu yang lumayan lama. Jadi biasanya begitu mangkok sajinya sampai di meja masih mengeluarkan bunyi-bunyi "SSSHHHHH".&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Masakah Tofu yang lembut, tetapi gak hancur disajikan dengan jamur, brokoli, wortel, udang, potongan ikan dan cumi-cumi ini paling cocok disantap dengan nasi hainam. Saya pernah mencoba membeli Sapo Tahu untuk dinikmati di rumah dan sapo tahunya masih enak begitu saya sampai di rumah!&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;Canton Bay&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Pluit Village Lt. 1 No. 119&lt;br /&gt;Phone: (021) 6660 1659&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6515960442576866763-940519769393480515?l=kulineran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kulineran.blogspot.com/feeds/940519769393480515/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kulineran.blogspot.com/2011/01/canton-bay-pluit.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515960442576866763/posts/default/940519769393480515'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515960442576866763/posts/default/940519769393480515'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kulineran.blogspot.com/2011/01/canton-bay-pluit.html' title='Canton Bay, Pluit'/><author><name>@ohtxela</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10150570449774497934</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/S-ZbVxKvs5I/AAAAAAAAAyo/J6nbyGLK6ks/S220/n617373436_1667647_1269418.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/TRNjWhM1y2I/AAAAAAAAA_4/vmEQX94u7zY/s72-c/CIMG0004.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6515960442576866763.post-5032691993975663890</id><published>2010-12-24T12:31:00.000+07:00</published><updated>2010-12-24T12:31:18.462+07:00</updated><title type='text'>Natal dan Tahun Baru</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/TRQvbL3i3XI/AAAAAAAABAc/oW3tE1ZQYQE/s1600/CIMG0032.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://4.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/TRQvbL3i3XI/AAAAAAAABAc/oW3tE1ZQYQE/s320/CIMG0032.JPG" width="240" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Blog Kulineran mengucapkan Selamat hari Natal bagi yang merayakan dan Tahun Baru! Terima kasih untuk kesetiaannya berbagi kesukaan dalam menikmati wisata kuliner!&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kalau ada saran dan pesan, ditunggu yah di comment box. Selamat berlibur dan selalu jaga kesehatan! :D&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;PS: &lt;i&gt;Shout-out for the beautiful miss Mandy! Thanks for the gift. :D&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6515960442576866763-5032691993975663890?l=kulineran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kulineran.blogspot.com/feeds/5032691993975663890/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kulineran.blogspot.com/2010/12/natal-dan-tahun-baru.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515960442576866763/posts/default/5032691993975663890'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515960442576866763/posts/default/5032691993975663890'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kulineran.blogspot.com/2010/12/natal-dan-tahun-baru.html' title='Natal dan Tahun Baru'/><author><name>@ohtxela</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10150570449774497934</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/S-ZbVxKvs5I/AAAAAAAAAyo/J6nbyGLK6ks/S220/n617373436_1667647_1269418.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/TRQvbL3i3XI/AAAAAAAABAc/oW3tE1ZQYQE/s72-c/CIMG0032.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6515960442576866763.post-20863275939298958</id><published>2010-12-24T12:12:00.001+07:00</published><updated>2010-12-24T12:55:05.442+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kudapan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manado'/><title type='text'>Jaha dan Koyabu</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/TPhx_SWq1XI/AAAAAAAAA_s/7Dg5kifOhD8/s1600/CIMG0001.JPG" imageanchor="0" style="margin-left: 0em; margin-right: 0em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/TPhx_SWq1XI/AAAAAAAAA_s/7Dg5kifOhD8/s1600/CIMG0001.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tidak! Tidak! Post saya yang satu ini masih tentang kenikmatan kulineran. Walau judulnya mungkin membuat anda berpikir saya sedang bercerita tentang salah satu kisah dari 1001 malam atau kisah fiksi mengenai perang bintang antar galaksi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seringkali di kala saya sedang bersibuk ria di kantor, saya melupakan jadwal makan yang paling penting, yaitu sarapan. Demikian apa yang terjadi hari itu. Beruntung bagi saya, di kala sibuk menghadang dan saya terlambat pula ke kantor, jadi gak sempat menyantap sarapan saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pikiran saya: semoga waktu makan siang bisa tiba dengan segera. HEHEHE.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bu Diana, teman sekantor, beda divisi, mendatangi meja saya dan sambil tersenyum dia berkata, "Lo pasti belum sarapan, nih coba deh, Lex!" Sambil menyodorkan 2 macam kudapan yang dibungkus dengan daun pisang. (&lt;i&gt;Bless you, bu Diana, thank you!&lt;/i&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang pertama, bentuknya lonjong seperti lontong, disebut Nasi Jaha. Nasi bakar yang mengandung aroma jahe yang tajam dan campuran santan. Jujur, sulit rasanya berhenti menikmati Nasi Jaha yang disajikan dalam kondisi hangat. Apalagi jika ditemani dengan sambal ikan Roa. Wah! Membayangkannya saja, saya sudah lapar kembali sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya baca di beberapa referensi kalau di Manado, nasi Jaha disumpel di bambu lalu dibakar dengan api. Saya membayangkan dengan cara tradisional ini, justru aroma jahe dan santan menambahkan kenikmatannya. Huks, saya lapar!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang kedua, kudapan Koyabu. Boleh dibilang mirip dengan kue putu. Kue berbentuk segitiga yang terbuat dari tepung ketan dengan isian gula jawa. Walau saya tidak biasanya menyantap sesuatu yang manis di pagi hari, namun Koyabu saya habiskan tanpa masalah. Bisa jadi karena euforia yang timbul melihat kudapan yang tidak saya temukan setiap hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sering melihat nasi Jaha di beberapa rumah makan khas Manado, seperti Dodika ataupun Beautika. &amp;nbsp;Rasanya Yabu mungkin juga ada. Selamat mencobai!&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6515960442576866763-20863275939298958?l=kulineran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kulineran.blogspot.com/feeds/20863275939298958/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kulineran.blogspot.com/2010/12/jaha-dan-yabu.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515960442576866763/posts/default/20863275939298958'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515960442576866763/posts/default/20863275939298958'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kulineran.blogspot.com/2010/12/jaha-dan-yabu.html' title='Jaha dan Koyabu'/><author><name>@ohtxela</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10150570449774497934</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/S-ZbVxKvs5I/AAAAAAAAAyo/J6nbyGLK6ks/S220/n617373436_1667647_1269418.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/TPhx_SWq1XI/AAAAAAAAA_s/7Dg5kifOhD8/s72-c/CIMG0001.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6515960442576866763.post-118130159754854132</id><published>2010-12-06T11:00:00.000+07:00</published><updated>2010-12-06T11:00:00.752+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Seafood'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Masakan Chinese'/><title type='text'>Makan di Kuta Nggak Harus Mahal</title><content type='html'>&lt;div&gt;Beberapa teman yang berkunjung ke Bali mengeluh tentang betapa mahalnya makanan di daerah Kuta, tempat mereka menginap. Sebenarnya itu adalah hal yang wajar mengingat wilayah Kuta adalah daerah wisata yang selalu dipadati penikmat liburan dan saat berlibur orang cenderung longgar mengeluarkan uang sehingga mudah dimanfaatkan oleh orang lain.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Beruntung saya menemukan Warung Malang Pak Slamet yang adalah sebuah restoran sederhana namun bercitarasa tinggi di kawasan Kuta. Jalanannya memang agak kecil bahkan mobil akan kesulitan mencari tempat parkir. Namun untuk restoran murah meriah, enak, dan porsinya lumayan banyak ini, selalu ada cara untuk menuju ke sana. Mobil bisa diparkir di mini market dekat restoran (kalau ditegur satpam, belilah permen barang sebiji, lalu melengganglah) atau bisa juga diparkir di jalan besar sebelum masuk ke gang tempat restoran berada. Kalau naik motor sih lebih gampang, bisa langsung parkir di depan pintu restoran.&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Warung Malang Pak Slamet, yang selalu dipadati turis baik lokal maupun mancanegara, menyajikan menu masakan China dan seafood. Hampir semua makanan di tempat ini enak dan harganyapun terjangkau. Kalau boleh menyarankan, coba hidangan kerangnya. Sangat segar dan enak!&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Warung Malang Pak Slamet&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Jl. Patimura No. 1B&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Legian - Kuta - Bali&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Telpon: +62361 758 638&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6515960442576866763-118130159754854132?l=kulineran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kulineran.blogspot.com/feeds/118130159754854132/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kulineran.blogspot.com/2010/12/makan-di-kuta-nggak-harus-mahal.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515960442576866763/posts/default/118130159754854132'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515960442576866763/posts/default/118130159754854132'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kulineran.blogspot.com/2010/12/makan-di-kuta-nggak-harus-mahal.html' title='Makan di Kuta Nggak Harus Mahal'/><author><name>Narcistbandit</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_4fz159GWrM0/S_hwvbX19AI/AAAAAAAAANE/X9_TzHvUNKE/S220/davatar01.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6515960442576866763.post-9170284726777420142</id><published>2010-11-29T07:09:00.004+07:00</published><updated>2010-11-29T07:09:00.720+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='makanan jepang'/><title type='text'>Ramen Boy</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_4fz159GWrM0/TKpmB850w7I/AAAAAAAAAOE/cBozdvQtqO8/s1600/Ramenboy1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_4fz159GWrM0/TKpmB850w7I/AAAAAAAAAOE/cBozdvQtqO8/s320/Ramenboy1.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5524340076637897650" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Kemarin saya mencobai sebuah restoran ramen yang sudah lama membuat penasaran. Selain karena tulisan 'Sakana' di bagian depannya, tempat ini juga terlihat seperti toko ikan Jepang di anime atau komik-komik Jepang.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sampai di sana, saya disambut oleh dua meja kayu ukuran super besar. Setiap meja mampu menampung sekitar 10 orang. Tampaknya makan di sini memang harus berbagi meja dengan orang lain. Tidak hanya itu, saya juga disambut mesin pendingin dan ikan-ikan yang tampak segar di dalamnya layaknya sebuah restoran sushi. Ketika saya tidak sengaja menengok ke kanan, rupanya ada ruangan kecil yang rupanya adalah restoran ramennya. Kecil bukan main dan sangat khas Jepang. Itu kesan pertama yang saya dapat ketika menginjakkan kaki di dalamnya. Tapi tenang, kalau memang merasa sempit di dalam, makan di luarpun boleh kok.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Menu yang disajikan di restoran ini cukup beragam tapi tidak membingungkan. Ada menu ramen, soba, cahan, dan bila ingin bisa juga memesan sashimi. Pilihan saya jatuh pada Mabo Ramen yang rupanya adalah semangkuk besar ramen (benar-benar besar, bukan hanya mangkoknya seperti restoran-restoran ramen lain, tapi juga isinya) dengan tahu dan daging cacah yang banyak. Menu tersebut sangat saya rekomendasikan untuk dicoba. Sebagai makanan pendamping saya pilih Cha Siu dan Gyosha. Semua enak dengan porsi yang tidak mengecewakan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kurang puas dengan makanan ronde pertama, sayapun lanjut ke ronde berikutnya. Kali ini saya memesan Katsudon, nasi dengan siraman bumbu khas Jepang dan potongan ayam tanpa tulang yang digoreng dengan tepung renyah di atasnya. Uenaaakk!!!&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Secara keseluruhan Ramen Boy sangat patut didatangi. Harga yang ditawarkan juga sangat masuk akal mengingat porsinya benar-benar memuaskan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Catatan:&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Makanan lain yang perlu dicoba juga adalah Mabo Tofu. Makanan yang satu ini seperti persis seperti Mabo Ramen, hanya saja tanpa ramen alias mie Jepangnya. Jadi makannya dengan nasi putih. Untuk yang 'nggak kenyak kalau nggak makan nasi', silakan coba menu ini.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ramen Boy&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Jl. By Pass Sunset Road No. 77x&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Seminyak - Bali&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Telp: +62361 7437554&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6515960442576866763-9170284726777420142?l=kulineran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kulineran.blogspot.com/feeds/9170284726777420142/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kulineran.blogspot.com/2010/11/ramen-boy.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515960442576866763/posts/default/9170284726777420142'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515960442576866763/posts/default/9170284726777420142'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kulineran.blogspot.com/2010/11/ramen-boy.html' title='Ramen Boy'/><author><name>Narcistbandit</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_4fz159GWrM0/S_hwvbX19AI/AAAAAAAAANE/X9_TzHvUNKE/S220/davatar01.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_4fz159GWrM0/TKpmB850w7I/AAAAAAAAAOE/cBozdvQtqO8/s72-c/Ramenboy1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6515960442576866763.post-8119287679186426244</id><published>2010-11-22T06:08:00.000+07:00</published><updated>2010-11-22T06:08:00.348+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Roti'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kepala Gading'/><title type='text'>Manis Manis Asin Kriuk</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/TImnegND4eI/AAAAAAAAA9I/SwR35-rd96w/s1600/CIMG0055.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5515123361174512098" src="http://1.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/TImnegND4eI/AAAAAAAAA9I/SwR35-rd96w/s400/CIMG0055.jpg" style="cursor: pointer; display: block; height: 300px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 400px;" /&gt;&lt;/a&gt;Dalam rangkaian wisata terakhir kami di Gading, kami memutuskan untuk mengunjungi Ropita Aneka Rasa. Hidangan di rumah makan ini sekitar roti panggang, pisang goreng dan bubur ayam/kornet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan setelah melompat (kayak kutu saja) dari/ke beberapa tempat di area gading dan seperti alarm lift yang berisik, perut saya sudah mengingatkan kalau kapasitas sudah penuh atau bahkan sudah  melewati kapasitasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi begitu mendapatkan tempat duduk di ROPITA, begitu saya melihat ke gerobak penyajian bubur dan roti panggangnya, otak saya mengirimkan signal ke perut dan perut saya menyetujui kalau masih bisa satu (atau dua) makanan yang masuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadinya pesanan kami di ROPITA, pisang keju-coklat dan bubur kornet. Bubur kornet disajikan dengan kornet yang terlebih dahulu digoreng lalu ditambahkan di atas bubur dengan potongan-potongan daging ayam, cakwe dan pengganti kerupuk adalah kudapan stick yang gurih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pisang bakarnya juga sangat nikmat, yang mana di dalam timbunan coklat dan keju tersebut, saya masih sulit untuk diyakinkan kalau yang saya kunyah itu pisang. Jajanan tenda di Gading di Ropita mengakhiri wisata kami malam itu.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Ropita Aneka Rasa&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Pelataran Tempat Parkir&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Apt. Wisma Gading Permai&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6515960442576866763-8119287679186426244?l=kulineran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kulineran.blogspot.com/feeds/8119287679186426244/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kulineran.blogspot.com/2010/11/manis-manis-asin-kriuk.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515960442576866763/posts/default/8119287679186426244'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515960442576866763/posts/default/8119287679186426244'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kulineran.blogspot.com/2010/11/manis-manis-asin-kriuk.html' title='Manis Manis Asin Kriuk'/><author><name>@ohtxela</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10150570449774497934</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/S-ZbVxKvs5I/AAAAAAAAAyo/J6nbyGLK6ks/S220/n617373436_1667647_1269418.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/TImnegND4eI/AAAAAAAAA9I/SwR35-rd96w/s72-c/CIMG0055.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6515960442576866763.post-1950842886539143640</id><published>2010-11-15T06:08:00.001+07:00</published><updated>2010-11-15T06:08:00.351+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Banjarmasin'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kelapa Gading'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sate'/><title type='text'>Ngunyah Tulang</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/TImmuZdolhI/AAAAAAAAA9A/FrC2LahZ4oE/s1600/CIMG0050.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5515122534731257362" src="http://1.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/TImmuZdolhI/AAAAAAAAA9A/FrC2LahZ4oE/s400/CIMG0050.jpg" style="cursor: hand; cursor: pointer; display: block; height: 300px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 400px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pertama kali saya mendengar mengenai sate tulang itu tiga tahun yang lalu. Saya dalam beberapa kesempatan mencoba mengunjungi tempat ini dan dengan beragam alasan, saya gagal. Hingga hari Rabu yang lalu, saya dan beberapa teman kantor memutuskan untuk mengunjungi salah satu area kulineran popular di Jakarta, Kelapa Gading.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dengan egois, Sate Tulang saya daftarkan sebagai tempat yang wajib untuk kami kunjungi. Bahkan tempat ini termasuk satu tempat yang pertama yang harus kami kunjungi, jadi ketika kami tiba di Gading dalam perut kosong, kami bisa menikmati sate-sate ini dengan puas. Sayangnya, Sate Tulang baru mulai beroperasi mulai pukul 18:00. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bayangan saya pertama kali mendengar tentang sate tulang adalah sate ini dibuat dari daging ayam dengan potongan-potongan tulang halus, dan saya SUALAH! Ternyata sate tulang itu adalah sate yang dipotong dengan tulang-tulangnya. Selain bagian-bagian penting, seperti sayap dan ceker, sisa dari ayam dipotong kecil-kecil lalu dipanggang dalam tusukan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/TImmtxG6l7I/AAAAAAAAA84/R4hT4pvJXbk/s1600/CIMG0051.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5515122523898550194" src="http://1.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/TImmtxG6l7I/AAAAAAAAA84/R4hT4pvJXbk/s400/CIMG0051.jpg" style="cursor: hand; cursor: pointer; display: block; height: 300px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 400px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Rasa satenya sangat kaya, gurih dan manis (kami curiga kalau sang koki menggunakan madu) dihidangkan dengan sambal merah dengan sedikit percikan asam dan pedas. Walau potongan-potongan daging dengan tulang dihidangkan sedikit unik (kata lain: nyusahin), sate tulang justru memberikan kenikmatan tersendiri. &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selain sate tulang (sate daging dengan tulang), Eldorado juga menyediakan sate sayap, sate ceker dan sate daging (minus tulang).  &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sate Tulang khas Banjarmasin Eldorado&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Kafe Tenda Pelataran Parkir &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Apt. Wisma Gading Permai&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Jl. Boulevard Raya CN / 1&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ph. 021 - 9777 7283&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6515960442576866763-1950842886539143640?l=kulineran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kulineran.blogspot.com/feeds/1950842886539143640/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kulineran.blogspot.com/2010/11/ngunyah-tulang.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515960442576866763/posts/default/1950842886539143640'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515960442576866763/posts/default/1950842886539143640'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kulineran.blogspot.com/2010/11/ngunyah-tulang.html' title='Ngunyah Tulang'/><author><name>@ohtxela</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10150570449774497934</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/S-ZbVxKvs5I/AAAAAAAAAyo/J6nbyGLK6ks/S220/n617373436_1667647_1269418.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/TImmuZdolhI/AAAAAAAAA9A/FrC2LahZ4oE/s72-c/CIMG0050.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6515960442576866763.post-7963427773510901145</id><published>2010-11-08T13:21:00.001+07:00</published><updated>2010-11-08T21:25:11.227+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='event'/><title type='text'>Jakarta Culinary Festival 2010</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/TNeSlHBkssI/AAAAAAAAA_o/G63RmjMhWhg/s1600/003.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://4.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/TNeSlHBkssI/AAAAAAAAA_o/G63RmjMhWhg/s320/003.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Pada minggu pertama bulan November, khususnya tanggal 5 - 7 November 2010, Jakarta diramaikan dengan acara kuliner kaliber internasional. Nama acaranya adalah Jakarta Culinary Festival, yang dibuka dengan JCF Weekend Expo di Grand Indonesia.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saya menyempatkan diri untuk mengunjungi acara JCF Weekend Expo pada hari Sabtu malam. Karena saya hadir sudah cukup larut, saya menyesali ketinggalan saya menyicipi jajanan kaki lima terbaik pilihan situs &lt;a href="http://jalansutra.or.id/"&gt;Jalan Sutra&lt;/a&gt;, karena jam 8 malam, semua stall cheap foods di sini sudah rapi dan kosong. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Alhasil saya hanya berputar-putar di area EXPO yang dipadati oleh beragam produsen alat-alat masak sampai kompor dan alat pemanggang. Selain peralatan di dapur, juga ada beberapa rumah makan mewah (biasanya rumah makan di hotel-hotel berbintang) yang menawarkan penyicipan masakan andalan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumah makan seperti Potato Head, Social House, Casa D'Oro, Blowfish, Ismaya Catering menawarkan sekilas masakan andalan, yang sayangnya harus bayar jika mau menyicipi (untuk kaum oportunis seperti saya, ini cukup tidak menyenangkan). HEHEHE.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta Culinary Festival masih akan berlangsung selama 1 bulan, dengan jadwal demo memasak bersama juru masak internasional, atau bahkan event fotografi dengan tema makanan. Untuk jadwal lebih lengkap, silakan memeriksa situs &lt;a href="http://jakartaculinaryfestival.com/"&gt;JCF&lt;/a&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6515960442576866763-7963427773510901145?l=kulineran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kulineran.blogspot.com/feeds/7963427773510901145/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kulineran.blogspot.com/2010/11/jakarta-culinary-festival-2010.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515960442576866763/posts/default/7963427773510901145'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515960442576866763/posts/default/7963427773510901145'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kulineran.blogspot.com/2010/11/jakarta-culinary-festival-2010.html' title='Jakarta Culinary Festival 2010'/><author><name>@ohtxela</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10150570449774497934</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/S-ZbVxKvs5I/AAAAAAAAAyo/J6nbyGLK6ks/S220/n617373436_1667647_1269418.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/TNeSlHBkssI/AAAAAAAAA_o/G63RmjMhWhg/s72-c/003.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6515960442576866763.post-6441796299742950811</id><published>2010-11-08T06:08:00.000+07:00</published><updated>2010-11-08T06:08:00.868+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mie'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kelapa Gading'/><title type='text'>Kuah Bakmi Aheng yang Nikmat</title><content type='html'>&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #0000ee;"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5515121406003142546" src="http://2.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/TImlssn4X5I/AAAAAAAAA8o/qGfntyeod-k/s400/CIMG0033.jpg" style="cursor: pointer; display: block; height: 300px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 400px;" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pertama-tama, Aheng tidak pernah tutup selama liburan, tidak seperti beberapa tempat makan mie lainnya (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Yeah, I'm talking to you, Mie Asiung!&lt;/span&gt;). Masih dalam wisata kulineran saya bersama dengan beberapa teman kantor, tempat kunjungan kami adalah Bakmi Aheng. Kami memesan bakmi daging.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pesanan kami datang, hal pertama yang saya cicipi adalah kuahnya dan saya seolah-olah mabuk. Ada sesuatu di kuah bakmi itu yang membuat saya lupa kalau pesanan saya sebenarnya adalah bakmi. Ditambah dengan sedikit merica, saya ingin rasanya menghabiskan kuahnya langsung meminumnya langsung dari mangkoknya. Tapi saya tidak sendiri dan ketidaksendirian saya menjaga saya dari mempermalukan diri saya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #0000ee;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/TIml5BLfUoI/AAAAAAAAA8w/w7cFsi47kIQ/s1600/CIMG0034.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5515121617679635074" src="http://3.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/TIml5BLfUoI/AAAAAAAAA8w/w7cFsi47kIQ/s400/CIMG0034.jpg" style="cursor: pointer; display: block; height: 300px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 400px;" /&gt;&lt;/a&gt;Teman kantor kami yang harusnya ikut dalam acara kulineran tersebut menyarankan untuk mencobai sweekiaw kuah Aheng (yang kebetulan disajikan dengan kuah yang sama dengan bakminya, Yay!) dan tentu saja kami tanpa keraguan lakukan. Seekiawnya sendiri lumayan (tapi dengan kuah yang mantap tersebut) dengan isi daging dan sayur-sayuran seperti bengkoang (atau labu yah? Tapi siapa yang peduli dengan kuah yang mantap itu.).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah menyelesaikan administrasi pembayaran, kami melewati tempat penyajian masakan Aheng itu (laksana tempat-tempat makan di Pluit / Gading) di depan tokonya. Wangi gorengan bihun/mie goreng kembali memanggil-manggil kami. Wangi sekali dan perut saya bergejolak untuk kembali masuk ke rumah makan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya, ada tempat lain yang harus kami kunjungi dan mungkin kunjungan berikutnya, bihun goreng Aheng menjadi menu dalam pilihan kami.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Bakmi Aheng&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Cabang Kemurnian IV&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Jl. Boulevard Raya Blok WA2 No. 21&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kelapa Gading, Jakarta Utara&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ph. 4532473&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6515960442576866763-6441796299742950811?l=kulineran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kulineran.blogspot.com/feeds/6441796299742950811/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kulineran.blogspot.com/2010/11/kuah-bakmi-aheng-yang-nikmat.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515960442576866763/posts/default/6441796299742950811'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515960442576866763/posts/default/6441796299742950811'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kulineran.blogspot.com/2010/11/kuah-bakmi-aheng-yang-nikmat.html' title='Kuah Bakmi Aheng yang Nikmat'/><author><name>@ohtxela</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10150570449774497934</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/S-ZbVxKvs5I/AAAAAAAAAyo/J6nbyGLK6ks/S220/n617373436_1667647_1269418.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/TImlssn4X5I/AAAAAAAAA8o/qGfntyeod-k/s72-c/CIMG0033.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6515960442576866763.post-5665441929992460586</id><published>2010-11-01T06:08:00.002+07:00</published><updated>2010-11-01T06:08:01.072+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kelapa Gading'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pempek'/><title type='text'>Pempek Palembang 161</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/TImlAinxN3I/AAAAAAAAA8g/LYNCQQZPc5w/s1600/CIMG0025.JPG"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/TImlAinxN3I/AAAAAAAAA8g/LYNCQQZPc5w/s400/CIMG0025.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5515120647404074866" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Bisa jadi dikarenakan musim liburan atau memang di area Gading, pempek Palembang 161 adalah salah satu tempat yang ramai pengunjung. Bersama-sama beberapa teman kantor, saya memesan pempek campur. Untuk 1 porsi ini terdiri dari beragam pempek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tips penting jika anda hendak memesan hal yang sama, selalu mengingatkan pelayannya untuk menggoreng pempek tersebut, karena jika tidak akan dihidangkan putih pucat. Mungkin memang demikian cara menikmati pempeknya, tetapi saya sendiri lebih suka semuanya digoreng dan kemudian dihidangkan dalam kondisi panas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal istimewa yang menjadi nilai jual 161 adalah kita boleh menambahkan bubuk ebi ke dalam cuka sesuka hati. HOHOHOHO. Jadi bisa kebayang saja, cuka saya lumayan kental dan gurih. Jujur, saya lebih suka cukanya daripada pempek di tempat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi setelah kami memesan pempek campur, kami lupa memberikan catatan kepada pelayan untuk menggoreng. Jadinya beberapa kesempatan saya berasa menikmati kunyahan karet dengan bumbu cuka hasilan racikan sendiri.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Pempek Palembang 161&lt;div&gt;Jl. Gading Boulevard Raya, Blok FW1 No. 26 - 27&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kepala Gading, Jakarta Utara&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ph. 4526607 / 4528919&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6515960442576866763-5665441929992460586?l=kulineran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kulineran.blogspot.com/feeds/5665441929992460586/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kulineran.blogspot.com/2010/11/pempek-palembang-161.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515960442576866763/posts/default/5665441929992460586'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515960442576866763/posts/default/5665441929992460586'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kulineran.blogspot.com/2010/11/pempek-palembang-161.html' title='Pempek Palembang 161'/><author><name>@ohtxela</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10150570449774497934</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/S-ZbVxKvs5I/AAAAAAAAAyo/J6nbyGLK6ks/S220/n617373436_1667647_1269418.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/TImlAinxN3I/AAAAAAAAA8g/LYNCQQZPc5w/s72-c/CIMG0025.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6515960442576866763.post-8197557087602393523</id><published>2010-10-25T06:08:00.002+07:00</published><updated>2010-10-25T06:08:00.237+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mie'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mangga Besar'/><title type='text'>Bakmi Kepiting 78E</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/THsr2bQ6UEI/AAAAAAAAA8I/Rr71RRPg8lU/s1600/IMG00936-20100829-1527.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/THsr2bQ6UEI/AAAAAAAAA8I/Rr71RRPg8lU/s400/IMG00936-20100829-1527.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5511046783049551938" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Beberapa tahun yang lalu, saya sempat terobsesi dengan berburu mie kepiting dan saya menemukan sebagaimana tidak ada yang sempurna di dunia ini, begitu pula dengan mie kepiting. Tidak ada yang sempurna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mengakhir obsesi saya dengan berharap jika saja mie dari rumah makan A dikombinasikan dengan lauk kepiting dari rumah makan B dengan kuah rumah makan C, makan kesempurnaan itu mungkin saja ... terjadi, sekali lagi mungkin saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimanapun juga, Bakmi Kepiting 78E termasuk salah satu yang perlu dicatat dan layak untuk dicoba, jika memang anda tidak mempunyai alergi dengan kepiting. 78E sangat memperhatikan bumbu perasa mie-nya, sehingga mie-nya berminyak, gurih dan nikmat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daging kepiting sangat halus, untuk mengatasi permasalahan ini, 78E selain menambahkan daging kepiting yang telah dikupas, juga dengan cangkang daging kepiting (sayangnya, pada musim-musim tertentu, cangkangnya kecil-kecil) bersama dengan lauk lain seperti potongan-potongan bakso, daging kecap dan satu lembar pangsit goreng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan lauk yang begitu ramai, sebenarnya sulit bagi saya untuk menikmati mie-nya. Bahkan jujur, saya cenderung tidak menangkap keistimewaan mie-nya. Mungkin seperti pengunjung-pengunjung yang lain, kami hanya berharap untuk menikmati daging kepiting dan setiap pesanan mendekati meja, saya berharap mendapatkan cangkang yang besar. HEHEHE.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oya, menu lain yang kudu dicoba adalah pangsit kuah-nya. Satu porsi terdiri dari 5 potong pangsit yang disiram dengan bumbu kecap mie  yang berwarna kecoklat-coklatan, ditaburi dengan kupasan daging kepiting dan irisan baso ikan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Bakmi Kepiting 78E&lt;br /&gt;Jl. Mangga Besar Raya No. 78E&lt;br /&gt;Jakarta Barat&lt;br /&gt;Ph. 021-9130 9387&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6515960442576866763-8197557087602393523?l=kulineran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kulineran.blogspot.com/feeds/8197557087602393523/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kulineran.blogspot.com/2010/10/bakmi-kepiting-78e.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515960442576866763/posts/default/8197557087602393523'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515960442576866763/posts/default/8197557087602393523'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kulineran.blogspot.com/2010/10/bakmi-kepiting-78e.html' title='Bakmi Kepiting 78E'/><author><name>@ohtxela</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10150570449774497934</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/S-ZbVxKvs5I/AAAAAAAAAyo/J6nbyGLK6ks/S220/n617373436_1667647_1269418.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/THsr2bQ6UEI/AAAAAAAAA8I/Rr71RRPg8lU/s72-c/IMG00936-20100829-1527.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6515960442576866763.post-2112299326088765313</id><published>2010-10-18T06:08:00.002+07:00</published><updated>2010-10-18T06:08:00.465+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mangga Dua'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Rujak'/><title type='text'>Rujak Kolam</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/THsrOmCXKYI/AAAAAAAAA8A/FU1aW4n16iE/s1600/IMG00931-20100829-1450.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/THsrOmCXKYI/AAAAAAAAA8A/FU1aW4n16iE/s400/IMG00931-20100829-1450.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5511046098746550658" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Rujak Kolam Medan Mangga Dua adalah bagian dari rangkaian pencarian tempat makan yang ramai pengunjung. Saya bercerita kepada teman saya terbatas sekali tempat yang saya bisa kunjungi berulang di Mangga Dua, karena area itu seperti labirin yang menyesatkan. Dan Rujak Kolam terletak di bagian dari labirin yang sulit ditemukan. Butuh waktu 30 menit untuk berputar-putar di area yang sama sebelum saya menyadari saya berada di lantai yang salah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kemudian saya berhasil menemukannya kembali (setelah kali yang pertama dengan ajakan seorang teman baik).  Kala itu saya hanya melewatinya saja, karena memang tidak terpikir saat itu untuk menikmati rujak. Akhirnya, kunjungan berikut saya ke Mangga Dua, saya memutuskan untuk mengikut-sertakan Rujak Kolam dalam daftar kunjungan saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin sebutan kolam merujuk kepada bumbu rujak yang meluber kemana-mana dalam satu porsi rujak yang sebenarnya tidak terlalu besar. Bumbu rujak yang manis tapi dengan sentuhan asam jawa di ujung lidah membuat rujak ini sedikit unik. (Apa gak disebut Rujak Genangan?)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal lain yang menjadi catatan saya adalah bumbu yang dihaluskan dengan kacang juga ditambahkan dengan taburan kacang di atasnya sehingga menambah kegurihan, kerenyahan dan kenikmatan bumbu rujak di Rujak Kolam. Buah-buah yang disajikan seperti buah-buah rujak jalanan seperti bengkoang, nanas, jambu, mangga muda, nangka, timun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu-satunya hal yang menyebalkan dari Rujak Kolam adalah sistem penempatan pelanggannya. Laksana semua rumah makan yang selalu padat di Mangga Dua, sistem pelayanannya selalu siapa cepat, dia yang dapat. HEHEHE. Di sisi yang lain, itu lumayan menantang!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PS: Maaf, adik kecil yang saya sikut demi mendapatkan tempat duduk di hari Minggu kemarin. Mudah-mudahan gak apa-apa yah. Damai, dik!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Rujak Kolam Medan&lt;br /&gt;JITC Mangga Dua - Samping Eskalator&lt;br /&gt;Lt. 3D no. 20/95, Jakarta&lt;br /&gt;Ph. 021-3237 2689&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6515960442576866763-2112299326088765313?l=kulineran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kulineran.blogspot.com/feeds/2112299326088765313/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kulineran.blogspot.com/2010/10/rujak-kolam.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515960442576866763/posts/default/2112299326088765313'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515960442576866763/posts/default/2112299326088765313'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kulineran.blogspot.com/2010/10/rujak-kolam.html' title='Rujak Kolam'/><author><name>@ohtxela</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10150570449774497934</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/S-ZbVxKvs5I/AAAAAAAAAyo/J6nbyGLK6ks/S220/n617373436_1667647_1269418.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/THsrOmCXKYI/AAAAAAAAA8A/FU1aW4n16iE/s72-c/IMG00931-20100829-1450.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6515960442576866763.post-6143597210882029143</id><published>2010-10-11T06:08:00.000+07:00</published><updated>2010-10-11T06:08:00.124+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mie'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mangga Dua'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pempek'/><title type='text'>Nyempil di Poppay!</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/THEFWb-8xrI/AAAAAAAAA7s/NEUgSzvF_7s/s1600/poppay.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5508189702277875378" src="http://1.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/THEFWb-8xrI/AAAAAAAAA7s/NEUgSzvF_7s/s400/poppay.jpg" style="cursor: pointer; display: block; height: 300px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 400px;" /&gt;&lt;/a&gt;Atasan saya yang nota-bene juga seorang penggemar kulineran selalu berkata "ciri khas tempat makan yang enak itu kalau tempat itu ramai pengunjung, Lex!" Kalau saja pernyataan ini benar, maka secara mutlak Poppay adalah satu rumah makan ternikmat di Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana tidak? Untuk mendapatkan meja, saya harus menunggu sekitar 15menit dan begitu saya mendapatkan meja, saya harus membagi meja (yang harusnya cuma muat untuk 4 orang) dengan 6 orang asing lainnya. Jadi saya harus makan dengan berimpit-impitan. Gaya makan siang saya di Poppay tidak berbeda dengan gaya makan Unyil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menu Poppay sangat terbatas, mereka hanya menyajikan: mie ayam Bangka, pempek, tahu kok, dan nasi tim. Karena keterbatasan kemampuan perut saya dan teman saya, kami memesan mie ayam Bangka, tahu kok dan pempek. (ini kok gila?)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buat saya, pempek di sini biasa saja, tapi tidak buruk. Tapi seperti semua tempat yang mengerti cara penyajian pempek yang baik, Poppay menyajikan dalam kondisi baru selesai digoreng dalam warna coklat muda. Cuka pempek dan kekenyalan pempek walau bukan yang terbaik yang pernah saya coba, tetapi masih layak untuk dinikmati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahu kok sedikit unik, karena tahu kok itu adalah kuah yang berisi sepotong tahu daging besar, dengan 2 potong otak-otak dan 2 baso ikan kecil dihidangkan dengan sayur-sayuran. Saya juga sangat menikmati mie ayamnya. Mie kecil yang sedikit kenyal dan beraroma manis serta gurih ditemani dengan potongan-potongan daging ayam yang manis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan kecil mengenai pelayanan di tempat ini. Walau ramai dengan pelayan-pelayan yang berdiri di sekitar area makan, tidak semua pelayan bersedia menerima pesanan. Bahkan mereka tidak akan merujuk pesanan saya ke pelayan yang semestinya, mereka hanya menggeleng-gelengkan kepala dan sesekali berkomentar (karena saya beberapa kali salah terus), "Untuk pesanan, panggil pelayan yang itu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sangat bersyukur di tengah kegundahan saya (curcol deh jadinya), teman saya yang baik rela memaksa saya untuk keluar dari kamar dan menemani saya berwisata kulineran. KD, makasih yah!&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Poppay&lt;br /&gt;ITC Mangga Dua&lt;br /&gt;Lt. II Blok A 118 - 119&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6515960442576866763-6143597210882029143?l=kulineran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kulineran.blogspot.com/feeds/6143597210882029143/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kulineran.blogspot.com/2010/10/nyempil-di-poppay.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515960442576866763/posts/default/6143597210882029143'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515960442576866763/posts/default/6143597210882029143'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kulineran.blogspot.com/2010/10/nyempil-di-poppay.html' title='Nyempil di Poppay!'/><author><name>@ohtxela</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10150570449774497934</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/S-ZbVxKvs5I/AAAAAAAAAyo/J6nbyGLK6ks/S220/n617373436_1667647_1269418.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/THEFWb-8xrI/AAAAAAAAA7s/NEUgSzvF_7s/s72-c/poppay.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6515960442576866763.post-8010713461231148537</id><published>2010-10-04T06:08:00.000+07:00</published><updated>2010-10-04T06:08:00.536+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dim sum'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kota'/><title type='text'>Dimsum on Sunday</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/TGf1eiLfSqI/AAAAAAAAA7M/zRWxzrjac_o/s1600/IMG00911-20100815-0857.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5505638974403594914" src="http://3.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/TGf1eiLfSqI/AAAAAAAAA7M/zRWxzrjac_o/s400/IMG00911-20100815-0857.jpg" style="cursor: pointer; display: block; height: 300px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 400px;" /&gt;&lt;/a&gt;Restaurant May Fair mempunyai begitu banyak kenangan bagi saya. Sewaktu saya masih kecil, saya ingat ibu saya suka sekali membawa saya ke tempat ini di hari Minggu untuk menikmati dim-sum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laksana gadis yang masih cantik, May Fair dalam masa kejayaannya terlihat begitu mewah dan area ruang makan yang lama tampak begitu indah dengan dekor orientalnya yang kental. Saya ingat dengan musik oriental yang khas, May Fair dipenuhi dengan pengunjung yang datang untuk baik menikmati dimsum atau teh sambil bercakap-cakap dengan kerabatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara kereta-kereta dorong yang berisi kudapan yang konon yang dihidangkan bagi raja ini sibuk didorong oleh penyajinya ke sana dan kemari. Saya ingat sensasi-nya ketika kereta dorongan ini berhenti di meja kami. Rasanya ingin hati ini mencoba semuanya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/TGf1eXHFkSI/AAAAAAAAA7E/Bbzjp-1dt1g/s1600/IMG00910-20100815-0857.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5505638971432341794" src="http://4.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/TGf1eXHFkSI/AAAAAAAAA7E/Bbzjp-1dt1g/s400/IMG00910-20100815-0857.jpg" style="cursor: pointer; display: block; height: 300px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 400px;" /&gt;&lt;/a&gt; Sekarang seperti saya yang sudah berumur, begitu pula tempat ini. May Fair tidak lagi dipenuhi oleh pengunjungnya, namun dia masih buka. Beberapa perubahan juga sudah terjadi, misalnya restaurant ini tidak lagi di area yang lama (area yang lama konon kabarnya sudah ditutup). Kereta yang memuat hidangan dimsum juga dibatasi menjadi hanya satu buah, bahkan di hari lain selain hari Minggu, mereka hanya akan menyajikan sesuai pesanan menu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walau begitu, May Fair masih menyajikan kenikmatan dimsum yang sama. Pendapat saya pribadi (yang mungkin saja subjektif, karena kami menjadi tua bersama), tempat ini adalah salah satu tempat dimsum yang paling original dan paling enak di Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siomay, Hakaw, Paikut, Kaki Ayam adalah sebagian kecil dari jenis dimsum yang disajikan oleh May Fair. Teh cina, oh teh cina di sini begitu gurih dan nikmat!&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/TGf1eCXndMI/AAAAAAAAA68/P6PgXuXb6kk/s1600/IMG00909-20100815-0856.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5505638965864527042" src="http://1.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/TGf1eCXndMI/AAAAAAAAA68/P6PgXuXb6kk/s400/IMG00909-20100815-0856.jpg" style="cursor: pointer; display: block; height: 300px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 400px;" /&gt;&lt;/a&gt;Buat saya, May Fair tidak hanya sebuah tempat makan. May Fair adalah tempat sejarah, tempat kenangan antara saya dan ibu saya. Saya pernah menceritakan kepada ibu saya mengenai kunjungan saya ke tempat ini. Ibu saya tersenyum sendiri dan seolah-olah seperti saya, May Fair juga menyimpan kenangan baginya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;May Fair Restaurant&lt;br /&gt;Metropole Hotel&lt;br /&gt;Jl. Pintu Besar Selatan No. 38&lt;br /&gt;Jakarta Barat&lt;br /&gt;Ph. (021) 676921&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6515960442576866763-8010713461231148537?l=kulineran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kulineran.blogspot.com/feeds/8010713461231148537/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kulineran.blogspot.com/2010/10/dimsum-on-sunday.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515960442576866763/posts/default/8010713461231148537'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515960442576866763/posts/default/8010713461231148537'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kulineran.blogspot.com/2010/10/dimsum-on-sunday.html' title='Dimsum on Sunday'/><author><name>@ohtxela</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10150570449774497934</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/S-ZbVxKvs5I/AAAAAAAAAyo/J6nbyGLK6ks/S220/n617373436_1667647_1269418.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/TGf1eiLfSqI/AAAAAAAAA7M/zRWxzrjac_o/s72-c/IMG00911-20100815-0857.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6515960442576866763.post-6054669348380645931</id><published>2010-09-27T18:08:00.002+07:00</published><updated>2010-09-27T18:08:00.445+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mangga Dua'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Soto'/><title type='text'>Soto Betawi Pinangsia</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/TGf0-1zDtuI/AAAAAAAAA60/TgV8_ZNyXAo/s1600/sotop.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/TGf0-1zDtuI/AAAAAAAAA60/TgV8_ZNyXAo/s400/sotop.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5505638429914019554" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Pertama kali saya datang ke Soto Betawi Pinangsia ini, saya datang lumayan sore, sekitar pukul 17:00 dan naasnya saya hanya menemukan kalau Pinangsia sudah tutup. Dengan kecewa dan tekad serta rasa penasaran, saya memutuskan untuk datang ke Mangga Dua Mall di hari Sabtu di waktu makan siang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walau dalam desakan orang-orang di mall dan khususnya di Pinangsia yang lumayan ramai, saya mendapatkan meja dan tentunya bisa memesan soto betawi yang tampaknya menjadi andalan di tempat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soto betawi di sini naasnya akan dihidangkan dalam bentuk sangat pucat dan tawar. Jadi pelanggan diberikan "tugas" untuk meracik sendiri bumbunya. Naasnya lagi, saya termasuk orang yang bodoh dalam menakar komposisi jumlah kecap manis, garam dan sambal yang tepat untuk menghasilkan soto dengan rasa sempurna. Alhasil beberapa kali soto betawi saya rasanya seperti kolak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi saya belajar dari pengalaman-pengalaman bodoh saya dan biasanya saya kalau makan sendiri, selalu meminta pelayannya untuk menambahkan kecap manis, garam dan jeruk nipis langsung sebelum dihidangkan. Walau kadang saya menerima tatapan sinis, tetapi saya terhindar dari keharusan menghabiskan soto kolak. HEHEHE.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sotonya sendiri (kalau diracik dengan benar) enak, daging-nya juga tidak alot. Atribut soto betawinya juga tidak terlalu ramai, cuma ada daging, potongan-potongan tomat, emping dan taburan daun bawang beserta bawang goreng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pinangsia juga menyajikan makanan yang lain, seperti sate ayam/kambing dengan bumbu kacang (sate ayam di sini sangat lembut dan bumbunya pas buanget!), gado-gado dan rujak. Oyah, minuman es jeruk kelapa juga merupakan minuman popular juga. Saya suka, bah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Soto Betawi Pinangsia&lt;br /&gt;Mangga Dua Mall Lt. 3 No. 1&lt;br /&gt;Jakarta&lt;br /&gt;Ph. (021) 612 8852&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6515960442576866763-6054669348380645931?l=kulineran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kulineran.blogspot.com/feeds/6054669348380645931/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kulineran.blogspot.com/2010/09/soto-betawi-pinangsia.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515960442576866763/posts/default/6054669348380645931'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515960442576866763/posts/default/6054669348380645931'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kulineran.blogspot.com/2010/09/soto-betawi-pinangsia.html' title='Soto Betawi Pinangsia'/><author><name>@ohtxela</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10150570449774497934</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/S-ZbVxKvs5I/AAAAAAAAAyo/J6nbyGLK6ks/S220/n617373436_1667647_1269418.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/TGf0-1zDtuI/AAAAAAAAA60/TgV8_ZNyXAo/s72-c/sotop.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6515960442576866763.post-2653410177555144336</id><published>2010-09-23T18:21:00.003+07:00</published><updated>2010-09-30T00:31:17.879+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mangga Dua'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dim sum'/><title type='text'>Liar demi Dim Sum</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/TI4RAya-ulI/AAAAAAAAA90/Qeia6KVREF4/s1600/001.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5516365298808044114" src="http://2.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/TI4RAya-ulI/AAAAAAAAA90/Qeia6KVREF4/s400/001.jpg" style="cursor: pointer; display: block; height: 300px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 400px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Beberapa waktu yang lalu, saya bertemu dengan beberapa mantan rekan kerja saya untuk bersarapan bersama. Saya diberitahu kalau tempat untuk bertemu nanti di Sands, Mangga Dua untuk dim sum. Saya sering mendengar Sands disebut-sebut, tetapi ini menjadi kali yang pertama saya mengunjungi tempat itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Karena masa liburan di Jakarta, jalanan menjadi lumayan lowong. Mangga Dua Square sendiri lumayan sepi. Bahkan karena liburan ini, sulit sekali untuk menemukan Sands. Saya harus naik lift, tukar lift, naik escalator, turun tangga dan akhirnya tiba di depan Sands Ballroom. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saya, yang notabene baru pertama kali mengunjungi Sands, tentu saja bingung melihat keramaian yang ada. Ternyata di hari libur itu, pengunjung Sands malah membludak. Kami harus menunggu sekitar 20menit sebelum kami dipersilakan masuk ke dalam rumah makan tersebut. Begitu di dalamnya, ternyata berada di Sands itu seperti layaknya sedang berada di tengah-tengah acara pernikahan adat Cina. Orang berlalu lalang, ramai dan penuh dengan meja bundar.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lebih serunya, ketika kereta yang berisi bakul-bakul kukusan dim sum atau gorengan dim sum keluar dari dapur, tiba-tiba semua orang lari meninggalkan mejanya dan mengelilingi kereta tersebut dan tanpa aba-aba, mereka langsung berebut mengambil dimsum. Mungkin di sini letaknya seni menikmati makanan all-you-can-eat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Untuk porsi all-you-can-eat dim sum (yang mana tersedia juga a la carte), Sands boleh dibilang lumayan. Walau dim sum popular, seperti hakaw atau siumay nyaris tidak pernah terlihat oleh mata, tetapi dim sum pilihan lainnya sangat beragam dan enak.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelah beberapa kali saya didahului (baca: disikut) oleh orang lain, bahkan beberapa kali karena tata krama untuk mendahulukan perempuan dan orang tua, saya menyadari saya perlu menjadi agresif dan tentunya strategi. Saya bersama teman saya (yes, you laoshi! HEHEHE) menyusun strategi dengan menentukan jalur terpendek dari meja tempat kami duduk sampai pintu keluar kereta dorong tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Alhasil, rasanya lebih dari 30 bakul bertumpukan di meja kami dan perut saya sedikit membulat dalam perjalanan pulang. Harga all you can eat per-pax sebelum pajak adalah Rp. 38.800,- pada waktu saya berkunjung.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sands Ballroom and Dining Theatre&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mangga Dua Square Lt. 5&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jl. Gunung Sahari No. 1, Jakarta&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ph. (021) 6231 2888&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6515960442576866763-2653410177555144336?l=kulineran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kulineran.blogspot.com/feeds/2653410177555144336/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kulineran.blogspot.com/2010/09/liar-demi-dim-sum.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515960442576866763/posts/default/2653410177555144336'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515960442576866763/posts/default/2653410177555144336'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kulineran.blogspot.com/2010/09/liar-demi-dim-sum.html' title='Liar demi Dim Sum'/><author><name>@ohtxela</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10150570449774497934</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/S-ZbVxKvs5I/AAAAAAAAAyo/J6nbyGLK6ks/S220/n617373436_1667647_1269418.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/TI4RAya-ulI/AAAAAAAAA90/Qeia6KVREF4/s72-c/001.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6515960442576866763.post-7207881643144785213</id><published>2010-09-20T06:08:00.003+07:00</published><updated>2010-09-20T06:08:00.639+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Solo'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nasi Timlo'/><title type='text'>Wiskul ke Solo: Nasi Timlo</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/TF7CeOHJZxI/AAAAAAAAA6k/UgFeBiNEw9U/s1600/Timlo.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/TF7CeOHJZxI/AAAAAAAAA6k/UgFeBiNEw9U/s400/Timlo.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5503049619133261586" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Beberapa waktu yang lalu, saya mendapatkan kesempatan yang istimewa untuk mengunjungi kota Solo selama 4 hari. Kesempatan yang awalnya tampak seperti tanggung jawab berat yang wajib untuk dijabani (yang pada kenyataan memang berat), berakhir menjadi petualangan yang berkesan dan menyenangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya menikmati kunjungan ke Pasar Klewer, yang tidak jauh berbeda dengan pasar Tanah Abang atau Pasar Pagi Mangga Dua di Jakarta. Hanya saja mayoritas toko di Pasar Klewer menjual batik. Di mana mata memandang, saya hanya melihat batik, batik dan batik. Bersyukur untuk teman baru saya, Mas Anton dan Mbak Arie, yang tampaknya tahu titik-titik penjualan batik yang murah dan berkualitas. Makasih yah Mas dan Mbak! HEHE.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah juga ide dari Mas Anton dan Mbak Arie untuk menikmati makan siang di rumah makan yang tidak hanya namanya yang unik, tempatnya juga unik. Warung Makan Es Masuk mungkin sulit ditemukan bagi mereka yang tidak memiliki sistem GPS hidup seperti kami (hehehe, sekali lagi, makasih yah mas dan mbak). Berlokasi di pekarangan rumah kuno, rumah makan Es Masuk menawarkan makan siang khas Solo, nasi Timlo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya memesan nasi Timlo komplit. Nasi timlo itu pada dasarnya seperti kuah soto bening yang kemudian dicampur dengan nasi. Nasi timlo berkuah ini, selain nasi, lauknya ada telur semur, daging ayam, jamur kuping, jeroan, wortel, keripik kentang lengkap dengan daun bawang dan bawang goreng. Berbeda dengan soto yang justru dikategorikan makanan "panas", nasi timlo, walau dihidangkan dalam kondisi panas justru mengademkan (menurut saya loh).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya menikmati sekali kegurihan dan keunikan dari nasi ini sambil sesekali berpikir: kenapa yah tidak dinamakan nasi sup timlo, misalnya? Biar lebih kebayang bentuknya seperti apa. HEHEHE. Selain nasi timlo, ada juga teman makan yang lain yang tersedia untuk dipilih, misalnya sate udang, sate kulit ayam dan sate perkedel kentang yang bisa dijadikan teman bersantap nasi timlo ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayang sekali, kunjungan kali ini ke Solo benar-benar tidak untuk wisata, jadi beberapa tempat kulineran (atau jenis makanan) masih hanya kisah bagi saya (belum menjadi pengalaman). Semoga di kesempatan mendatang (dan harus), saya dapat mengunjungi kota yang ramah dan indah ini, tapi kali ini dalam kapasitas berwisata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai jumpa lagi, Solo!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Warung Makan Es Masuk&lt;br /&gt;Jl. Yos Sudarso No. 233&lt;br /&gt;Solo&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6515960442576866763-7207881643144785213?l=kulineran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kulineran.blogspot.com/feeds/7207881643144785213/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kulineran.blogspot.com/2010/09/wiskul-ke-solo-nasi-timlo.html#comment-form' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515960442576866763/posts/default/7207881643144785213'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515960442576866763/posts/default/7207881643144785213'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kulineran.blogspot.com/2010/09/wiskul-ke-solo-nasi-timlo.html' title='Wiskul ke Solo: Nasi Timlo'/><author><name>@ohtxela</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10150570449774497934</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/S-ZbVxKvs5I/AAAAAAAAAyo/J6nbyGLK6ks/S220/n617373436_1667647_1269418.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/TF7CeOHJZxI/AAAAAAAAA6k/UgFeBiNEw9U/s72-c/Timlo.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6515960442576866763.post-6000965732427928586</id><published>2010-09-13T06:08:00.003+07:00</published><updated>2010-09-13T06:08:00.430+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bebek'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pluit'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bihun'/><title type='text'>Bihun Bebek 75, Pluit</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/TCLj5wZtkHI/AAAAAAAAA54/i21XY7HbM44/s1600/CIMG0012.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/TCLj5wZtkHI/AAAAAAAAA54/i21XY7HbM44/s400/CIMG0012.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5486197877475479666" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Saya tidak pernah melihat diri saya sebagai orang yang sulit dalam mengenyangkan perut. Saya bukan tipe pemilih, namun pada beberapa kesempatan tertentu selayaknya manusia pada umumnya, saya mempunyai keinginan-keinginan tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti pada malam itu, saya tiba-tiba menginginkan bihun goreng dan saya teringat papan iklan Bihun Bebek di Pluit Sakti. Bihun Bebek 75 menyediakan 2 jenis bihun, bihun kuah dan bihun goreng sea food.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bihun goreng sea food menurut saya biasa saja. Tidak istimewa, tetapi tidak buruk juga. Saya menikmati bihun gorengnya (yang mana kemungkinan besar didorong oleh rasa ingin yang mengebu-ngebu). Lauk bihun gorengnya terlalu sederhana menurut saya. Satu porsi bihun hanya terdapat 2-3 ekor udang, bakso ikan dan potongan-potongan gorengan bakso (antara ikan atau daging).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu bihun kuah, berbeda dengan bihun goreng, bihun kuah ditemani oleh kuah yang dimasak dengan resep rempah-rempah yang biasanya dibeli di toko obat cina. Kuah yang unik ini, yang mana ibu saya suka sekali memasak kuah ini justru membuat bihun rebus bebek ini terasa istimewa, walau bihun berasa sedikit tawar dan kurang tajam, namun kuah yang istimewa ini membuat bihun ini begitu berbeda.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Bihun Bebek 75&lt;br /&gt;Jl. Pluit Sakti Raya No. 49&lt;br /&gt;Jakarta Utara&lt;br /&gt;Phone: (021) 669 3980&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6515960442576866763-6000965732427928586?l=kulineran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kulineran.blogspot.com/feeds/6000965732427928586/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kulineran.blogspot.com/2010/09/bihun-bebek-75-pluit.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515960442576866763/posts/default/6000965732427928586'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515960442576866763/posts/default/6000965732427928586'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kulineran.blogspot.com/2010/09/bihun-bebek-75-pluit.html' title='Bihun Bebek 75, Pluit'/><author><name>@ohtxela</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10150570449774497934</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/S-ZbVxKvs5I/AAAAAAAAAyo/J6nbyGLK6ks/S220/n617373436_1667647_1269418.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/TCLj5wZtkHI/AAAAAAAAA54/i21XY7HbM44/s72-c/CIMG0012.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6515960442576866763.post-4460767423863319355</id><published>2010-09-12T10:08:00.002+07:00</published><updated>2010-09-12T10:35:47.416+07:00</updated><title type='text'>Selamat Hari Raya Idul Fitri 1431 H</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/TIxI4q9ucUI/AAAAAAAAA9k/CQNp7F1zd2U/s1600/ketupat2.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 217px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/TIxI4q9ucUI/AAAAAAAAA9k/CQNp7F1zd2U/s400/ketupat2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5515863782065074498" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Kulineran mengucapkan selamat merayakan hari raya Idul Fitri 1431 H. Mohon maaf lahir dan batin kalau ada salah kata. Sabar yah, 2 hari lagi kami akan mulai kembali mengaktifkan blog ini. Terima kasih.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6515960442576866763-4460767423863319355?l=kulineran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kulineran.blogspot.com/feeds/4460767423863319355/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kulineran.blogspot.com/2010/09/selamat-hari-raya-idul-fitri-1431-h.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515960442576866763/posts/default/4460767423863319355'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515960442576866763/posts/default/4460767423863319355'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kulineran.blogspot.com/2010/09/selamat-hari-raya-idul-fitri-1431-h.html' title='Selamat Hari Raya Idul Fitri 1431 H'/><author><name>@ohtxela</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10150570449774497934</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/S-ZbVxKvs5I/AAAAAAAAAyo/J6nbyGLK6ks/S220/n617373436_1667647_1269418.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/TIxI4q9ucUI/AAAAAAAAA9k/CQNp7F1zd2U/s72-c/ketupat2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6515960442576866763.post-6453526815699083570</id><published>2010-08-22T20:53:00.001+07:00</published><updated>2010-08-22T20:55:46.709+07:00</updated><title type='text'>Selamat Berpuasa!</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Teman, selamat menuaikan ibadah puasa. Kulineran akan kembali pada minggu kedua bulan September dengan tempat-tempat makan yang seru.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6515960442576866763-6453526815699083570?l=kulineran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kulineran.blogspot.com/feeds/6453526815699083570/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kulineran.blogspot.com/2010/08/selamat-berpuasa.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515960442576866763/posts/default/6453526815699083570'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515960442576866763/posts/default/6453526815699083570'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kulineran.blogspot.com/2010/08/selamat-berpuasa.html' title='Selamat Berpuasa!'/><author><name>@ohtxela</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10150570449774497934</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/S-ZbVxKvs5I/AAAAAAAAAyo/J6nbyGLK6ks/S220/n617373436_1667647_1269418.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6515960442576866763.post-4638460583657201167</id><published>2010-08-11T11:41:00.001+07:00</published><updated>2010-09-10T10:06:13.775+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bogor'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sop Buntut'/><title type='text'>Sop Buntut Mang Endang</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/TCLh-07GKZI/AAAAAAAAA5w/fa5AWw6E3e0/s1600/IMG00801-20100622-1236.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/TCLh-07GKZI/AAAAAAAAA5w/fa5AWw6E3e0/s400/IMG00801-20100622-1236.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5486195765565335954" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Walau saya bekerja di area yang mendekati kota Bogor selama bertahun-tahun, harus saya akui saya sangat tidak mengetahui tata letak kota ini. Jadi ketika saya diajak untuk menjelajahi area Air Mancur di kota Bogor untuk menyicipi sop buntut, saya cuma duduk manis di sebelah supir tanpa mengetahui mau dibawa ke mana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba di rumah makan Mang Endang yang hanya menyajikan sop buntut dan soto sapi (sekali lagi menu tidak tersedia), saya memesan sop buntut yang menjadi andalan. Untuk harga yang saya bayar, sop buntut Mang Endang sangatlah nikmat, gurih dan memuaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walau kombinasi daging dan sayur yang sangat tidak proposional (dalam piring yang besar tersebut, hanya ada 1 potong brokoli kecil, satu lembar daun-daunan, dan beberapa potong wortel), sop buntut ini tetap tidak mengecewakan. Daging yang begitu empuk dan saya berasa menemukan surga sop buntut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa waktu yang lalu, salah seorang tokoh kulineran sempat mengunjungi area ini dan beliau memberikan validasi terhadap rumah makan sop buntut yang letaknya sekitar 100 meter dari tempat ini, sayangnya. Justru, rumah makan Mang Endang selalu padat menjelang jam makan siang. Saya, pada waktu kunjungan saya, harus puas di meja yang bukan disiapkan untuk tamu. Saya harus duduk di antara lipatan-lipatan tisu. (Benar-benar pekerjaan yang sulit yang harus saya jabani! HEHEHE).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Sop Buntut Sapi&lt;br /&gt;Mang Endang (Incu Ma'Emun)&lt;br /&gt;Jl. Jend. Sudirman No. 60&lt;br /&gt;Air Mancur, Bogor&lt;br /&gt;Phone: (0251) 8379-635&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6515960442576866763-4638460583657201167?l=kulineran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kulineran.blogspot.com/feeds/4638460583657201167/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kulineran.blogspot.com/2010/08/sop-buntut-mang-endang.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515960442576866763/posts/default/4638460583657201167'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515960442576866763/posts/default/4638460583657201167'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kulineran.blogspot.com/2010/08/sop-buntut-mang-endang.html' title='Sop Buntut Mang Endang'/><author><name>@ohtxela</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10150570449774497934</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/S-ZbVxKvs5I/AAAAAAAAAyo/J6nbyGLK6ks/S220/n617373436_1667647_1269418.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/TCLh-07GKZI/AAAAAAAAA5w/fa5AWw6E3e0/s72-c/IMG00801-20100622-1236.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6515960442576866763.post-7299824520938435162</id><published>2010-08-03T12:23:00.002+07:00</published><updated>2010-09-12T08:21:56.189+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sentul'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manado'/><title type='text'>Mutiara di Bukit Sentul</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/S_YYz4okzEI/AAAAAAAAA40/jDDLPLl-Q3w/s1600/Dodika.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/S_YYz4okzEI/AAAAAAAAA40/jDDLPLl-Q3w/s400/Dodika.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5473589676770380866" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Saya akan "menyalahkan" teman-teman kantor saya untuk membuat saya jatuh cinta dengan masakan Manado. Beberapa tahun yang lalu saya sempat berwisata ke kota yang indah itu, saya juga diperkenalkan dengan beberapa makanan khas Manado, yang jujur sulit untuk saya ingat nama-nama masakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu tempat makan yang menjadi kegemaran saya di area kantor adalah Rumah Makan khas Manado, Dodika. Saya mendapatkan informasi dari atasan saya (sekali lagi, seorang penggemar makanan khas daerah Manado juga dan pedatang asli Tondano!) kalau pengelolah-pengelolah masakan di Dodika itu benar-benar asli pedatang dari kota tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesenangan saya adalah Ikan Tude goreng (atau bakar), yang dihidangkan dengan dua jenis sambal, sambal ulekan yang berwarna merah dan sambal dabu-dabu (komplit dengan tomat kecil yang asam). Karena selera saya pribadi sangat menikmati gorengan ikan yang kering, jadi pas saja dengan penyajian Dodika&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bakwan jagung di tempat ini juga layak untuk dicoba, walau bakwan dibuat cenderung terlalu kering, tapi komposisi jagung yang manis membuat bakwan berasa nikmat. Sup ikan juga enak di sini, walau satu porsi-nya cukup untuk 4 orang, jadi kalau makan sendiri berasa saja besarnya porsi sup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya, Dodika berlokasi lumayan jauh dari kota Jakarta. Sentul City sekitar 45 menit dari pusat kota, hanya saja dekat dengan kantor saya. Ah, nanti siang kayaknya asik kalau pesan Manado! HEHEHE.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Dodika Resto&lt;br /&gt;Plaza Niaga 1 Blok B No: 28&lt;br /&gt;Sentul City, Bogor&lt;br /&gt;Phone: (021) 8796 0984&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6515960442576866763-7299824520938435162?l=kulineran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kulineran.blogspot.com/feeds/7299824520938435162/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kulineran.blogspot.com/2010/08/dodika-resto.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515960442576866763/posts/default/7299824520938435162'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515960442576866763/posts/default/7299824520938435162'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kulineran.blogspot.com/2010/08/dodika-resto.html' title='Mutiara di Bukit Sentul'/><author><name>@ohtxela</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10150570449774497934</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/S-ZbVxKvs5I/AAAAAAAAAyo/J6nbyGLK6ks/S220/n617373436_1667647_1269418.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/S_YYz4okzEI/AAAAAAAAA40/jDDLPLl-Q3w/s72-c/Dodika.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6515960442576866763.post-8852883687509417316</id><published>2010-07-18T06:11:00.002+07:00</published><updated>2010-07-18T06:32:28.830+07:00</updated><title type='text'>Rasa Kaki Lima, Harga Bintang Lima</title><content type='html'>Suatu malam mendadak saya ngidam makan ikan bakar. Karena takut nanti bayinya ngiler (alasan nggak jelas!), jadilah saya berkendaraan ke arah Jl. Teuku Umar, Denpasar. &lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tempat makan pertama yang saya dapati adalah sebuah warung kaki lima semi permanen bernama Warung Seafood Cak Har. Letaknya yang persis di sebelah sebuah kampus membuat saya berpikir bahwa harganya akan murah meriah.&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dengan pemikiran seperti itulah maka saya tidak curiga dengan daftar menu yang tidak menuliskan harga makanan di dalamnya. Saya segera memesan menu idaman malam itu, ikan bakar dan nasi putih serta cah kangkung sebagai sayurnya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Secara obyektif, makanan di tempat ini tidaklah istimewa. Ikan bakarnya biasa saja dan cah kangkungnya juga agak kurang segar.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Selesai makan dan merasa sangat kotor karena bermandikan asap maka saya mendatangi kasir untuk membayar. Saat itulah saya kaget setengah mati karena ikan bakar berdaging tipis khas warung kaki lima itu dihargai Rp. 40.000,-. Belum lagi cah kangkung berporsi kecilnya yang dihargai Rp. 13.000,-. Total makan saya (sendirian) di warung kaki lima malam itu tidak kurang dari Rp. 60.000,-. Sungguh harga yang fantastis (setidaknya buat saya) untuk makanan warung kaki lima di Bali.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Jadilah Seafood Cak Har masuk dalam daftar black list saya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Warung Seafood Cak Har&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Jl. Teuku Umar No. 222&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Denpasar - Bali&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6515960442576866763-8852883687509417316?l=kulineran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kulineran.blogspot.com/feeds/8852883687509417316/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kulineran.blogspot.com/2010/07/rasa-kaki-lima-harga-bintang-lima.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515960442576866763/posts/default/8852883687509417316'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515960442576866763/posts/default/8852883687509417316'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kulineran.blogspot.com/2010/07/rasa-kaki-lima-harga-bintang-lima.html' title='Rasa Kaki Lima, Harga Bintang Lima'/><author><name>Narcistbandit</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_4fz159GWrM0/S_hwvbX19AI/AAAAAAAAANE/X9_TzHvUNKE/S220/davatar01.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6515960442576866763.post-5412139422650241397</id><published>2010-06-30T11:00:00.001+07:00</published><updated>2010-09-10T10:15:23.416+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sarinah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Gelato'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Italia'/><title type='text'>Gelato Italiano!</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/S-aO0k815lI/AAAAAAAAA2Q/9UaLKbTrrhI/s1600/pisa1.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/S-aO0k815lI/AAAAAAAAA2Q/9UaLKbTrrhI/s400/pisa1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5469215831411254866" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Fakta mengenai Pisa Cafe adalah cafe ini sudah berdiri sejak 20 tahun yang lalu tepat akhir bulan April yang lalu. Spesialisasi di makanan Italia, semisalnya beragam jenis pasta, pizza dan pastinya gelato. Pertanyaan teman saya mengenai perbedaan gelato (atau gelati dalam bentuk jamak) dengan es krim sangat mengusik saya. Setelah ber-google, saya menemukan beberapa fakta di bawah ini:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Perbedaan kadar lemaknya, jika es krim terbuat dari susu dan krim, makan gelato hanya menggunakan susu sebagai bahan dasarnya, hingga kadar lemak gelato hanya separuh kadar lemak es krim (bahkan di beberapa depot gelato, dinyatakan bebas lemak)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tekstur gelato lebih padat daripada es krim. Hal ini dimungkinkan karena proses pengadukan susu (dan krim tersebut). Ini juga yang membuat gelato lebih membutuhkan waktu dalam proses pembuatannya&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Suhu penyimpanan gelato lebih hangat daripada es krim, sehingga ketika disajikan gelato tidak sulit untuk dikonsumsi karena faktor dingin.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/S-aO0O0m_iI/AAAAAAAAA2I/GUpccyvXCfM/s1600/CIMG0108.JPG"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/S-aO0O0m_iI/AAAAAAAAA2I/GUpccyvXCfM/s400/CIMG0108.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5469215825471143458" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Ada puluhan daftar gelato di menu Pisa Cafe dan saya percaya masing-masing gelato memiliki kenikmatannya tersendiri. Jika kunjungan saya kali hanya berkesempatan mencicipi 2 dari daftar menu tersebut. Coppa Macedonia yang adalah gelato 3 rasa dengan ditemani potongan buah-buahan seperti melon, pepaya, jeruk dan stroberi. Yang kedua adalah Banana Split dengan gelato 3 rasa juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya adalah penggemar berat GELATO dan Kafe Pisa adalah firdaus-nya. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;I hope this line says as much as you need to know about my experience. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Kafe Pisa&lt;br /&gt;Jl. Gereja Theresia No. 1&lt;br /&gt;Menteng, Jakarta Pusat&lt;br /&gt;Phone: (021) 3100149&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6515960442576866763-5412139422650241397?l=kulineran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kulineran.blogspot.com/feeds/5412139422650241397/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kulineran.blogspot.com/2010/06/gelato-italiano.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515960442576866763/posts/default/5412139422650241397'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515960442576866763/posts/default/5412139422650241397'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kulineran.blogspot.com/2010/06/gelato-italiano.html' title='Gelato Italiano!'/><author><name>@ohtxela</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10150570449774497934</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/S-ZbVxKvs5I/AAAAAAAAAyo/J6nbyGLK6ks/S220/n617373436_1667647_1269418.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/S-aO0k815lI/AAAAAAAAA2Q/9UaLKbTrrhI/s72-c/pisa1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6515960442576866763.post-1085536741445565403</id><published>2010-06-24T12:46:00.001+07:00</published><updated>2010-09-10T10:15:40.572+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tahu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kota'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hayam Wuruk'/><title type='text'>Pong!</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/S-aHMDlNWNI/AAAAAAAAA18/yBMLRuJCwZU/s1600/CIMG0118.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/S-aHMDlNWNI/AAAAAAAAA18/yBMLRuJCwZU/s400/CIMG0118.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5469207438677596370" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Jika salah satu situs berita menantang pembacanya untuk rela mengantri demi sepotong tahu enak, saya yakin kalau ini adalah tantangan yang harus dijabani. Sayangnya, situs tersebut lupa juga menyampaikan tantangan-tantangan lain, misalnya kalau hujan, cipratan hujan tak akan terelakan. Belum lagi tata kota daerah Hayam Wuruk yang sangat mengancam nyawa pejalan kaki di sini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun begitu, sore menjelang malam (Tahu Pong Semarang mulai beroperasi pukul 17:00), ratusan motor yang mencoba menghalangi tidak mampu memadamkan semangat kami mencapai utopia deep-fried tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sini, nyaris semua yang di daftar menu diolah dengan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;deep-fried&lt;/span&gt;. Baik kalau pengentahuan anda mengenai tahu pong, emplek atau gimbal sangat minim (sama seperti saya tadinya), saya akan coba menjelaskan sedikit. Tahu pong itu merupakan kependekan dari tahu kopong, tahu yang isinya kosong, sedangkan tahu emplek adalah kebalikannya, tahunya padat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan gimbal itu laksana bakwan udang, kalau dari foto di atas, gimbal itu potongan gede yang menutupi tahu-tahu di bawahnya. Bulat ujung sebelah kiri itu adalah telur rebus yang kemudian digoreng (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;deep-fried boiled egg&lt;/span&gt;).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makanan khas Semarang ini dihidangkan dengan paling tidak ada 3 sampai 4 macam kecap atau sambal sebagai temannya. Ada kecap manis gurih, kuah kacang yang kemerah-merahan, sambal hijau dan sambal merah. Semuanya layak dicoba dan sama nikmatnya ketika dicocolkan ke potongan-potongan tahu atau gimbal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/S-aHL8rYPeI/AAAAAAAAA10/4depKK_2XPk/s1600/CIMG0117.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/S-aHL8rYPeI/AAAAAAAAA10/4depKK_2XPk/s400/CIMG0117.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5469207436824428002" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Selain tahu, rumah makan ini juga menyajikan ayam goreng. Lucunya saat saya memesan paha, potongan ayam yang diberikan adalah dari paha hingga ceker, jadi benar-benar komplit yah. Oya, RM Tahu Pong Semarang itu berlokasi di jalur saya pulang ke rumah. Setelah kunjungan pertama kemarin, rasanya rumah makan ini akan jadi tempat singgahan saya kalau saya lagi pengen tahu! Pong!&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Tahu Pong Semarang&lt;br /&gt;Sebelah Toko Kelontong Rejeki&lt;br /&gt;Hayam Wuruk, Jakarta Pusat&lt;br /&gt;Phone: 081874 0893&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6515960442576866763-1085536741445565403?l=kulineran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kulineran.blogspot.com/feeds/1085536741445565403/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kulineran.blogspot.com/2010/06/pong.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515960442576866763/posts/default/1085536741445565403'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515960442576866763/posts/default/1085536741445565403'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kulineran.blogspot.com/2010/06/pong.html' title='Pong!'/><author><name>@ohtxela</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10150570449774497934</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/S-ZbVxKvs5I/AAAAAAAAAyo/J6nbyGLK6ks/S220/n617373436_1667647_1269418.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/S-aHMDlNWNI/AAAAAAAAA18/yBMLRuJCwZU/s72-c/CIMG0118.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6515960442576866763.post-856595438824819625</id><published>2010-06-20T05:48:00.000+07:00</published><updated>2010-06-20T05:48:59.245+07:00</updated><title type='text'>Berpetualang ke Tempo Dulu di Huize Trivelli</title><content type='html'>Ini adalah sebuah restoran yang untuk mencapainya kami butuh mandi peluh terlebih dahulu. Bukan karena tempatnya yang tidak terjangkau kendaraan, tapi karena memang kami tidak sengaja melewati Jl. Abdul Muis dan tidak sengaja pula melihat penunjuk Jl. Tanah Abang II. Memang benar Huize Trivelli terletak di Jl. Tanah Abang II tapi bukan di sisi tempat kami turun dari mikrolet melainkan di ujung lainnya, dekat Jl. Musi dan Jl. Cimalaya. Jadilah kami habis dipanggang teriknya matahari Jakarta siang itu.&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Untungnya, begitu sampai di restoran yang rindang ini, kami segera terhibur oleh tata ruangan yang sangat unik. Peluhpun segera hilang diterpa sejuknya udara di ruang makan keluarga Trivelli. Ya, restoran Huize Trivelli memang sebuah restoran yang adalah bagian dari rumah keluarga Trivelli, keluarga keturunan Belanda yang menetap di Indonesia. Masuk ke ruang makan ini, serasa masuk mesin waktu yang membawa kami ke jaman pra-kemerdekaan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Setelah duduk di meja makan bundar berukuran besar, berbahan kayu jati yang kokoh, pelayan berpakaian khas pelayan di era penjajahanpun datang membawakan menu. Menu di sini adalah percampuran antara menu Eropa dan Indonesia (serasa kembali ke rumah eyang saya dulu). Hampir semua makanan dan minuman di sini diberi nama yang unik. Sebut saja Nasi Bebek Goreng Empon Empon, Es Sinyoo Seneng dihati dan Bier Pletok. Dan inilah taktik dagang mereka. Nama yang unik membuat kami penasaran dan memesan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Selesai memesan, saya segera berkeliling melihat-lihat hiasan rumah yang tertata rapi. Lukisan-lukisan, barang-barang antik, foto-foto, benar-benar memukau. Saya benar-benar kehilangan kesadaran akan dimensi ruang dan waktu karena serasa ditarik masuk ke dalam lubang yang membawa saya berpetualang ke masa lalu.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_4fz159GWrM0/S_h2ueU0gbI/AAAAAAAAANs/ztkR3pktza4/s1600/P2170114.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 225px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_4fz159GWrM0/S_h2ueU0gbI/AAAAAAAAANs/ztkR3pktza4/s320/P2170114.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5474255887855288754" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Ruang makan utama.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_4fz159GWrM0/S_h3mgSMvQI/AAAAAAAAAN0/MJWiIOImi-A/s1600/P2170118.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 225px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_4fz159GWrM0/S_h3mgSMvQI/AAAAAAAAAN0/MJWiIOImi-A/s320/P2170118.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5474256850453839106" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Ada juga ruang makan yang lebih privat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sayang makanan di restoran yang sangat indah ini tidak terlalu istimewa rasanya. Apalagi bila dilihat bahwa harganya tidak terlalu murah. Minumannyapun demikian. Boleh dibilang bahwa restoran ini lebih menjual suasana daripada makanan dan minumannya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Saran kami, pilihlah menu makanan Eropa dan jangan cobai bebeknya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Huize Trivelli&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Jl. Tanah Abang II No. 108&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tjideng - Jakarta Pusat 10150&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Telp: 021-386 5803 / 351 0467&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Fax: 021-386 5803&lt;/div&gt;&lt;div&gt;E-mail: info@huize-trivelli.com&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Website: www.huize-trivelli.com&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6515960442576866763-856595438824819625?l=kulineran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kulineran.blogspot.com/feeds/856595438824819625/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kulineran.blogspot.com/2010/05/berpetualang-ke-tempo-dulu-di-huize.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515960442576866763/posts/default/856595438824819625'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515960442576866763/posts/default/856595438824819625'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kulineran.blogspot.com/2010/05/berpetualang-ke-tempo-dulu-di-huize.html' title='Berpetualang ke Tempo Dulu di Huize Trivelli'/><author><name>Narcistbandit</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_4fz159GWrM0/S_hwvbX19AI/AAAAAAAAANE/X9_TzHvUNKE/S220/davatar01.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_4fz159GWrM0/S_h2ueU0gbI/AAAAAAAAANs/ztkR3pktza4/s72-c/P2170114.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6515960442576866763.post-7860660070883808902</id><published>2010-06-10T07:46:00.001+07:00</published><updated>2010-06-10T07:58:58.152+07:00</updated><title type='text'>Berkunjung ke Roemah Nenek</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_4fz159GWrM0/S_h0tndwvhI/AAAAAAAAANk/GIkNApkKrEg/s1600/P2150111.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 225px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_4fz159GWrM0/S_h0tndwvhI/AAAAAAAAANk/GIkNApkKrEg/s320/P2150111.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5474253674105585170" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini bukan rumah nenek saya. Tapi ini adalah sebuah restoran di bilangan Taman Cibeunying, Bandung. Bagaimana saya bisa sampai disitu, adalah sebuah keajaiban, karena saya benar-benar nggak kenal jalan-jalan di Bandung. Berbekal sebuah peta hasil coret-moret seorang saudara yang gagap menyebut KFC (dia nyebutnya kei-ef-ci), saya mencoba menjelajah labirin kota Bandung nan padat disiang hari.&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Setibanya disana (syukurnya tanpa kesasar), yang saya dapati adalah sebuah rumah bergaya tempo doeloe nan adem oleh pepohonan rindang. Dekorasi restoran ini sederhana. Tidak neko-neko. Benar-benar layaknya rumah nenek nan asri dan siap menanti cucu-cucu yang rindu akan kehangatan khas eyang.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Makanan yang ditawarkan cukup beragam. Mulai dari makanan barat (steak, dan lain-lain), makanan Sunda, dan makanan Indonesia pada umumnya. Di dalam buku menu juga disebutkan makanan-makanan khas Roemah Nenek yang cukup unik. Saya jelas memilih makanan unik itu. Dan pilihan jatuh pada Nasi Pepes Bakar (nasi putih yang pulen, dipepes bersama potongan daging ayam, ikan asin, pete, dan sayuran, kemudian dibakar). Untuk minuman saya pilih Jahe Rempah Spesial (seduan jahe, daun sereh, teh, gula merah, kayu manis, cengkeh, dan daun pandan) yang benar-benar menghangatkan badan nan kedinginan digigit udara Bandung yang mendung seharian.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Puas dengan makanan ronde pertama, saya mulai menggila menelusuri daftar menu untuk makanan ronde kedua. Maklum, makanan di resto ini bisa dibilang murah sehingga saya bisa bebas tambah makanan. Pilihan jatuh pada Kambing Bakar. Sayang pilihan saya kali ini kurang tepat. Rasanya yang nggak jelas dan porsinya yang sangat kecil membuat saya kecewa beberapa jenak. Untung saya juga memesan Iga Bakar. Dan Iga Bakar itu benar-benar mengobati rasa kecewa saya. Rasanya yang enak dengan saus yang meresap, serta daging yang empuk, berhasil membuai lidah yang hampir menyatakan protes.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Secara keseluruhan, resto ini patut dapat acungan jempol. Suasananya dapet banget. Perabot jadul (minjam istilahnya pak Bondan) yang selalu melekat dalam bayangan saya tentang rumah seorang nenek ada disana. Makanan dan harganya cukup masuk akal. Pelayanannya cepat. Dan yang nggak kalah penting, di Roemah Nenek yang satu ini, saya bisa menyalurkan hasrat ber free wifi! Rumah nenek mana lagi coba yang bisa begini???&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Roemah Nenek&lt;br /&gt;Jl. Taman Cibeunying Selatan No. 47&lt;br /&gt;Bandung - Indonesia&lt;br /&gt;Telp/Fax: (+62-22) 727 1745&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6515960442576866763-7860660070883808902?l=kulineran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kulineran.blogspot.com/feeds/7860660070883808902/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kulineran.blogspot.com/2010/06/berkunjung-ke-roemah-nenek.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515960442576866763/posts/default/7860660070883808902'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515960442576866763/posts/default/7860660070883808902'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kulineran.blogspot.com/2010/06/berkunjung-ke-roemah-nenek.html' title='Berkunjung ke Roemah Nenek'/><author><name>Narcistbandit</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_4fz159GWrM0/S_hwvbX19AI/AAAAAAAAANE/X9_TzHvUNKE/S220/davatar01.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_4fz159GWrM0/S_h0tndwvhI/AAAAAAAAANk/GIkNApkKrEg/s72-c/P2150111.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6515960442576866763.post-1709808437457781199</id><published>2010-06-06T12:36:00.002+07:00</published><updated>2010-09-10T10:15:58.279+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mie'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Masakan Aceh'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Benhil'/><title type='text'>Hiu, Ganja dan Kepiting</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/S-ZJ3TcLhqI/AAAAAAAAAyA/ucEUEkXdESs/s1600/rmaceh.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 400px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/S-ZJ3TcLhqI/AAAAAAAAAyA/ucEUEkXdESs/s400/rmaceh.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5469140011948148386" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;(ki-ka/atas-bawah) Ikan hiu gulai, Sambal Ganja, Mie Goreng Kepiting, Ikan Kayu (Keumamah)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saat pertama kali saya menuliskan post tentang &lt;a href="http://kulineran.blogspot.com/2010/03/mie-aceh-meutia.html"&gt;mie Aceh Meuthia&lt;/a&gt;, di antara teman-teman saya terbagi menjadi 2 kubu. Kubu yang pertama menyukai &lt;a href="http://kulineran.blogspot.com/2010/03/mie-aceh-meutia.html"&gt;mie Aceh Meuthia&lt;/a&gt;, namun sebagian teman-teman saya menyarankan saya untuk mengunjungi Seulawah, yang letaknya masih satu jalan raya dengan Meuthia, tetapi masih jauh masuk ke dalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena letaknya yang lumayan jauh, saya beberapa kali sempat menyerah dan  menyarankan tempat makan yang lain (jangan membiarkan alamat dengan nomor 8 menipu, walau katanya nomor 8, tapi rumah di Bendungan Hilir itu acak-kadut, jadi jangan berharap menemukan angka 8 setelah angka 7).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi begitu menemukan papan besar bertuliskan Seulawah, rasanya tidak sia-sia jarak jalan kaki yang saya tempuh itu (iya, ketahuan sekali kalau saya kurang berolah-raga). Saya sudah membayangkan mie goreng Aceh yang terkenal dengan rempah-nya dan biasanya dihidangkan dengan super-panas. Begitu masuk di rumah makan tersebut, saya melihat ada beberapa publikasi cetak yang dibingkai dan dipajang di dinding rumah makan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain mie goreng aceh yang menjadi andalan mereka, ternyata ada beberapa masakan lain yang membuat Seulawah dikenal khalayak ramai. Ikan kayu (atau Keumamah) yang masakannya seperti suwiran ikan tongkol yang bentuknya seperti klupasan kulit kayu (HAHAHA), namun rasanya asin dan sedikit manis di ujung setiap kunyahan. Buat saya (turunan dari ibu saya nih), sayur ikan kayu, nasi putih panas dan sambal hijau sudah cukup sebagai menu makan siang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menu lain yang membuat alis saya berkenyit adalah gulai ikan hiu. Bentuk masakannya sendiri seperti gulai pada umumnya dengan potongan-potongan ikan. Saya sempat sedikit ragu untuk mencicipi masakan ini, karena beberapa artikel yang saya baca, kalau ikan pemakan ikan biasanya mempunyai tingkat mercury yang tinggi. Namun, saya coba saja satu potong dan rasanya seperti ... ikan, hanya bumbunya sendiri sangat aromatik dan gurih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambal ganja juga sangat menggelitik rasa penasaran saya, yang pendapat saya seperti urap sayur hasil blender. HAHAHA. Sambal ganja (lucunya di Seulawah, tulisan ganja di sini memakai tanda petik) adalah campuran daun-daun (hanya sang juru masak dan Tuhan yang tahu apa isinya), belimbing wuluh, buncis dan udang (atau ikan) yang sudah halus. Beberapa situs masak menuliskan kalau sambal ini menggunakan kakas atau di Aceh dikenal sebagai biji ganja. Alhasil dari acara makan di sini kami berlima, tidak ada yang mabuk atau berhalusinasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan tentu saja, pesanan wajib adalah mie goreng kepiting! Seperti mie-mie Aceh pada lainnya, bumbu yang diracik dari berbagai rempah sangat berasa (bahkan Seulawah menuliskan kalau bumbu mereka didatangkan khusus dari Aceh). Nah kalau saya ditanya, saya itu termasuk kubu mana dalam hal mie Aceh goreng, saya akan bilang saya kubu dari tempat makan yang satu lagi. HAHAHAHA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hoya, catatan lain dari kunjungan saya, warna masakan Aceh itu sangat indah yah. Saya suka warna gulai yang kuning keemasan, warna daun rebus yang hijau, warna sambal yang merah, hijau bahkan putih kecoklat muda (warna sambal ganja Aceh).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;RM Khas Aceh Seulawah&lt;br /&gt;Jl. Bendungan Hilir Raya No. 8&lt;br /&gt;Jakarta Pusat&lt;br /&gt;Phone: (021) 5708660&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6515960442576866763-1709808437457781199?l=kulineran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kulineran.blogspot.com/feeds/1709808437457781199/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kulineran.blogspot.com/2010/06/hiu-ganja-dan-kepiting.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515960442576866763/posts/default/1709808437457781199'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515960442576866763/posts/default/1709808437457781199'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kulineran.blogspot.com/2010/06/hiu-ganja-dan-kepiting.html' title='Hiu, Ganja dan Kepiting'/><author><name>@ohtxela</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10150570449774497934</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/S-ZbVxKvs5I/AAAAAAAAAyo/J6nbyGLK6ks/S220/n617373436_1667647_1269418.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/S-ZJ3TcLhqI/AAAAAAAAAyA/ucEUEkXdESs/s72-c/rmaceh.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6515960442576866763.post-3760070798868857013</id><published>2010-06-02T12:34:00.002+07:00</published><updated>2010-09-10T10:16:39.832+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mie'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mangga Besar'/><title type='text'>Bakmi Camat Tan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/S-ZJg--_eoI/AAAAAAAAAx4/HW58IPl7GR0/s1600/bakmitan.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 212px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/S-ZJg--_eoI/AAAAAAAAAx4/HW58IPl7GR0/s400/bakmitan.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5469139628499892866" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Awalnya saya sedikit keberatan untuk mengunjungi tempat makan bakmi dalam rangkaian wisata kuliner. Ini biasanya karena konsumsi bakmi cenderung menghabiskan kapasitas perut, sehingga membatasi kesempatan saya untuk menikmati menu-menu lainnya. Namun, satu teman saya sangat berkeras-hati (atau mungkin hati kami luluh saja melihat mukanya yang miris)  kalau kami harus mampir di Bakmi Tan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalan Mangga Besar IV tidak terlalu jauh dari belokan Olimo, kurang-lebih sekitar 500meter di sebelah kanan jalan utama Mangga Besar (jika arahnya dari Hayam Wuruk). Bakmi Tan sendiri terletak sekitar 4 rumah dari kantor pajak Mangga Besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya memesan bakmi Tan dengan pangsit dan teman saya memesan bakmi Tan dengan bakso. Bentuk bakmi-nya sendiri seperti bakmi Pontianak pada umumnya, lurus dan tidak terlalu tipis, tetapi tidak terlalu tebal juga. Mungkin yang menggugah rasa penasaran saya adalah lauk Bakmi Tan. Selain ayam kampung kukus (seperti bakmi pada umumnya), juga terdapat potongan-potongan (seperti) bakwan tipis, yang mungkin akan lebih mantap lagi kalau digoreng lebih garing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuah bakmi (dan pangsitnya sendiri) terdapat gumpalan-gumpalan minyak babi  kering dan gorengan bawang putih yang membuat kuahnya semakin gurih. Di setiap meja, Bakmi Tan juga menyediakan satu stoples berisi gorengan minyak babi, sehingga setiap pengunjung dapat menambahkan sesuai selera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari kenikmatan bakmi-nya, Bakmi Tan tidak terlalu istimewa, tetapi satu hal yang perlu saya ancungin jempol yaitu lauk yang lumayan banyak dan khususnya pernak-pernik kuah sehingga baik bakmi mapun kuahnya, sama-sama lezat.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Bakmi CamatTan&lt;br /&gt;Jl. Mangga Besar IV No. 4D&lt;br /&gt;Jakarta Pusat&lt;br /&gt;Phone: (021) 4655 5815&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6515960442576866763-3760070798868857013?l=kulineran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kulineran.blogspot.com/feeds/3760070798868857013/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kulineran.blogspot.com/2010/06/bakmi-camat-tan.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515960442576866763/posts/default/3760070798868857013'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515960442576866763/posts/default/3760070798868857013'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kulineran.blogspot.com/2010/06/bakmi-camat-tan.html' title='Bakmi Camat Tan'/><author><name>@ohtxela</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10150570449774497934</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/S-ZbVxKvs5I/AAAAAAAAAyo/J6nbyGLK6ks/S220/n617373436_1667647_1269418.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/S-ZJg--_eoI/AAAAAAAAAx4/HW58IPl7GR0/s72-c/bakmitan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6515960442576866763.post-4296252369331054524</id><published>2010-05-30T10:43:00.002+07:00</published><updated>2010-09-10T10:16:52.051+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mie'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kota'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Glodok'/><title type='text'>Bakmi Toko Tiga</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/S95Gs_s4nQI/AAAAAAAAAxY/f7cMSPTJj8c/s1600/toko3.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 262px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/S95Gs_s4nQI/AAAAAAAAAxY/f7cMSPTJj8c/s400/toko3.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5466884736502242562" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Berlokasi di daerah chinatown-nya Jakarta, Bakmi Toko Tiga diambil dari nama jalan yang sama, yaitu Toko Tiga Seberang. Konon, menurut sejarah hasil google-an saya, nama jalan ini timbul karena dulu hanya ada 3 buah toko di daerah ini. Kreatif juga! Gak kebayang kalau misalnya jumlah tokonya itu ada 1972, bakal repot nyebutinnya. HEHEHE.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bakmi Toktig, walau tidak sepopular Bakmi GM atau GK sekalipun, namun memiliki beberapa cabang di Jakarta. Perhatikan seksama, karena rasanya hanya Bakmi Toktig di daerah pecinaan yang mengandung babi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya dalam kunjungan saya, memesan bakmi spesial. Disebut demikian, karena bakmi ini paling komplit isinya, ada ayam, jamur lengkap dengan pangsit kuah dan bakso. Bakmi kecilnya mungkin tidak sewangi dan segurih &lt;a href="http://kulineran.blogspot.com/2009/11/bakmi-orpa.html"&gt;Bakmi Orpa&lt;/a&gt; atau &lt;a href="http://kulineran.blogspot.com/2010/05/tertimbun-ayam.html"&gt;Bakmi Alok&lt;/a&gt;, bakmi Toktig layak membanggakan pangsit kuahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya berani bilang kalau pangsit di sini salah satu pangsit paling enak di Jakarta. Pangsit halus, tapi tidak sampai hancur dan isinya ayam, babi dan potongan udang berbaur dan menciptakan sensasi sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayang, untuk mencapai bakmi Toktig di Toko Tiga dapat menciptakan kesusahan karena kemacetan dan keruwetan daerah Glodok - Pancoran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Bakmi Toko Tiga&lt;br /&gt;Jl. Toko Tiga Seberang No. 56A, Pancoran&lt;br /&gt;Jakarta Pusat&lt;br /&gt;Phone: (021) 630 4131&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6515960442576866763-4296252369331054524?l=kulineran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kulineran.blogspot.com/feeds/4296252369331054524/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kulineran.blogspot.com/2010/05/bakmi-toko-tiga.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515960442576866763/posts/default/4296252369331054524'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515960442576866763/posts/default/4296252369331054524'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kulineran.blogspot.com/2010/05/bakmi-toko-tiga.html' title='Bakmi Toko Tiga'/><author><name>@ohtxela</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10150570449774497934</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/S-ZbVxKvs5I/AAAAAAAAAyo/J6nbyGLK6ks/S220/n617373436_1667647_1269418.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/S95Gs_s4nQI/AAAAAAAAAxY/f7cMSPTJj8c/s72-c/toko3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6515960442576866763.post-2592650000584357550</id><published>2010-05-26T10:41:00.002+07:00</published><updated>2010-09-10T10:17:03.888+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pempek'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Casablanca'/><title type='text'>Pempek @bing</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/S95F6v0FpXI/AAAAAAAAAxQ/trGeAkM73D4/s1600/pempek.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/S95F6v0FpXI/AAAAAAAAAxQ/trGeAkM73D4/s400/pempek.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5466883873244030322" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Okay, jika anda membaca judul post ini dan anda masih bertanya: "@bing itu di mana sih?" Ada beberapa kemungkinan yang menjelaskan anda itu siapa: (1) Anda baru saja dibebaskan dari penjara. (2) Anda bukan penduduk Jakarta. (3) Anda berusia di bawah 12 tahun (&lt;i&gt;if you are not 16 years old, please make sure that your mother is beside you when you read this blog&lt;/i&gt;).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa saya berkata begitu? Wah, @bing itu sudah terlalu popular, hingga saya menceritakan pengalaman saya makan pempek @bing itu berasa seperti saya menjelaskan cara bernafas kepada anda. Anda tentu sudah tahu dong cara bernafas? HEHEHE. Kecuali kalau yang membaca post saya ini adalah sebuah toaster (&lt;i&gt;okay, I've lost it&lt;/i&gt;).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yah, kembali ke @bing (penulisan dengan @ menggantikan huruf A sangat mengganggu), saya pertama kali dicelikan pengetahuannya akan rumah makan ini oleh sahabat saya, Hendro (yang saat ini sedang berada di negeri Singa di sana). Saya ingat sekali bagaimana Hendro menertawakan saya dan ketidak-tahuan saya akan keberadaan pempek ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak saat itu, saya selalu merujuk ke tempat makan ini untuk referensi pempek di Jakarta (walau ada beberapa orang yang percaya masih ada tempat yang lebih enak daripada di sini). Selayaknya bagaimana pempek selalu disajikan dalam kondisi habis goreng, pempek @bing selalu berasa ikannya dan bumbu cuka-nya yang wangi (bisa jadi karena jumlah udang keringnya lumayan banyak).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oya, pernah satu kali saya membungkus pempek @bing untuk dibawa pulang, alhasil saya ditegur (dan dipelototin) oleh puluhan orang yang berbagi Transjakarta dengan saya karena wangi cuka dan ebi yang menerebak kemana-mana. Yah, demi menikmati potongan-potongan pempek kapal selam yang lembut dan garing (tapi tidak seperti mengunyah karet, selayaknya beberapa tempat pempek lainnya) dengan kuah cuka nya yang pedas, asin dan sedikit manis itu, saya rela malu dan dipelototin orang. Yah, nasib!&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Pempek @bing&lt;br /&gt;Jl. Dr. Satrio No. 275 / 16C, Casablanca&lt;br /&gt;Jakarta&lt;br /&gt;Phone: (021) 98104914&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6515960442576866763-2592650000584357550?l=kulineran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kulineran.blogspot.com/feeds/2592650000584357550/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kulineran.blogspot.com/2010/05/pempek-bing.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515960442576866763/posts/default/2592650000584357550'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515960442576866763/posts/default/2592650000584357550'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kulineran.blogspot.com/2010/05/pempek-bing.html' title='Pempek @bing'/><author><name>@ohtxela</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10150570449774497934</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/S-ZbVxKvs5I/AAAAAAAAAyo/J6nbyGLK6ks/S220/n617373436_1667647_1269418.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/S95F6v0FpXI/AAAAAAAAAxQ/trGeAkM73D4/s72-c/pempek.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6515960442576866763.post-3752502619944000426</id><published>2010-05-23T12:42:00.002+07:00</published><updated>2010-09-10T10:17:29.042+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kudapan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kopi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sabang'/><title type='text'>Kudapan Oey!</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/S-ZLbAbQkxI/AAAAAAAAAyQ/NsNNr_1uCwg/s1600/oey01.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 400px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/S-ZLbAbQkxI/AAAAAAAAAyQ/NsNNr_1uCwg/s400/oey01.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5469141724830929682" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;(ki-ka/atas-bawah) Ice Cappuccino - Es Teh Daun Mint - Milo Dinosaurus - Banana Fritter&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Teman saya sempat kaget ketika saya bilang saya akan menulis post mengenai kopitiam Oey. Alasan dia adalah saya tidak benar-benar mendalami menu. Memang, kunjungan saya itu, saya hanya memesan 2 macam kudapan dan 4 jenis minuman (yang tentunya dinikmati bersama-sama dong, saya tidak segila itu!). Yah, akurat atau tidak akurat, saya mungkin akan mengunjungi kopitiam ini dan kemudian (mungkin) menambahkan post ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata kopitiam sendiri, konon berasal dari bahasa TioCiu, yang kalo diartikan ke Bahasa Indonesia menjadi Warung Kopi. Tak heran juga, suasana warung kopi di sini sangat kental budaya Cina jaman doeloe. Mulai dari meja, lukisan yang digantung sampai menu-nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya menikmati sekali &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Banana Fritter,&lt;/span&gt; yaitu pisang yang digoreng lalu dihidangkan dengan es krim vanilla dan saus coklat. Lumpia udangnya biasa saja. Semua minuman di sini, dari Ice Cappuccino, Es kopi Sisilia, Es Teh dengan Daun Mint sampai Milo Dinosaurus kurang sesuai dengan selera saya, tapi tidak buruk sama sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teman saya menyarankan saya untuk mencoba menu makan siang-nya. Sayangnya waktu itu sudah sore menjelang malam, tampaknya menu makan siang terlihat begitu berat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Kopitiam Oey&lt;br /&gt;Jl. H. Agus Salim No. 18&lt;br /&gt;Jakarta Pusat&lt;br /&gt;Phone: (021) 3924475&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6515960442576866763-3752502619944000426?l=kulineran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kulineran.blogspot.com/feeds/3752502619944000426/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kulineran.blogspot.com/2010/05/kudapan-oey.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515960442576866763/posts/default/3752502619944000426'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515960442576866763/posts/default/3752502619944000426'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kulineran.blogspot.com/2010/05/kudapan-oey.html' title='Kudapan Oey!'/><author><name>@ohtxela</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10150570449774497934</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/S-ZbVxKvs5I/AAAAAAAAAyo/J6nbyGLK6ks/S220/n617373436_1667647_1269418.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/S-ZLbAbQkxI/AAAAAAAAAyQ/NsNNr_1uCwg/s72-c/oey01.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6515960442576866763.post-5373313424466026985</id><published>2010-05-19T12:40:00.002+07:00</published><updated>2010-09-10T10:17:41.836+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Casablanca'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sate'/><title type='text'>Shake Please, Don't Just Stir!</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/S-Z7o7aeH0I/AAAAAAAAA0s/zdH5lBvPo4c/s1600/domba1.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/S-Z7o7aeH0I/AAAAAAAAA0s/zdH5lBvPo4c/s400/domba1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5469194740561747778" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/S-Z7o7aeH0I/AAAAAAAAA0s/zdH5lBvPo4c/s1600/domba1.jpg"&gt;&lt;/a&gt;Bayangan pertama yang muncul di dalam kepala saya ketika membaca kata sate adalah daging yang dihidangkan dengan tusukan lidi, biasanya dihidangkan dengan bumbu kacang atau bumbu saos padang. Di RM Sate Domba Africa, kata sate tidak sepenuhnya menyangkut daging yang ditusuk dengan lidi tersebut, bahkan persiapannya pun lumayan unik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Layaknya memesan martini, daging yang dipanggang dikumpul dalam satu panci kecil, lengkap dengan bawang bombay-nya lalu di-&lt;span style="font-style: italic;"&gt;shake&lt;/span&gt; untuk beberapa waktu lalu dihidangkan di piring kecil. Satu porsi sate daging domba juga tidak terlalu besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya punya pengalaman kehabisan sate domba dalam beberapa kali kunjungan ke tempat ini, jadi Sabtu lalu, saya sangat berharap untuk dapat mencicipi sate domba Africa, yang konon tingkat korestrol-nya rendah dan daging domba-nya yang garing dan gurih. Saya sebelum mengunjungi RM Sate Domba ini, sempat berpikir kalau laksana kambing, daging domba mungkin akan meninggalkan sedikit wewangian yang sulit dihilangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata saya salah, tidak tahu apakah karena hasil panggang atau irisan bawang bombay yang menculik wewangian itu, saya menikmati daging domba tanpa ada rasa takut itu. Bahkan potongan-potongan kecil sangat garing dan gurih.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/S-Z7us1_0PI/AAAAAAAAA00/oEhpkCi2c5Y/s1600/domba2.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/S-Z7us1_0PI/AAAAAAAAA00/oEhpkCi2c5Y/s400/domba2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5469194839729885426" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Selain sate domba, menu andalan di sini adalah sate pisang. Yang mana pisang adalah pisang goreng yang kemudian dituang susu dan taburan keju. Buat anda, penggemar kudapan manis, sate pisang ini tak boleh dilewatkan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Sate Domba Africa&lt;br /&gt;Jl. Prof. Dr. Satrio No. 184 (Casablanca)&lt;br /&gt;Jakarta Selatan&lt;br /&gt;Phone: (021) 5276387&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6515960442576866763-5373313424466026985?l=kulineran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kulineran.blogspot.com/feeds/5373313424466026985/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kulineran.blogspot.com/2010/05/shake-please-dont-just-stir.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515960442576866763/posts/default/5373313424466026985'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515960442576866763/posts/default/5373313424466026985'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kulineran.blogspot.com/2010/05/shake-please-dont-just-stir.html' title='Shake Please, Don&apos;t Just Stir!'/><author><name>@ohtxela</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10150570449774497934</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/S-ZbVxKvs5I/AAAAAAAAAyo/J6nbyGLK6ks/S220/n617373436_1667647_1269418.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/S-Z7o7aeH0I/AAAAAAAAA0s/zdH5lBvPo4c/s72-c/domba1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6515960442576866763.post-3473868169428517511</id><published>2010-05-18T20:07:00.001+07:00</published><updated>2010-09-10T10:17:51.501+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Coklat'/><title type='text'>Ferrero Rondnoir</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/S_PilvqhEEI/AAAAAAAAA4k/tK_KmNqxcss/s1600/rondnoir.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/S_PilvqhEEI/AAAAAAAAA4k/tK_KmNqxcss/s400/rondnoir.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5472967110263115842" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Siapa yang tidak mengenal Ferrero Rocher? Saya ingat sewaktu saya masih kecil, saya tidak pernah merasa bosan menikmati coklat ini. Hingga saat ini, saya selalu merasakan sensasi yang sama, mulai dari membuka bungkusan emas dari coklat yang berbentuk bulat kasar. Gigitan pertama yang renyah dan manis. Kemudian kacang hazel di tengah coklat menjadi kejutan yang manis dan spesial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedikit sejarah, Rocher diproduksi oleh perusahaan Italia, yaitu Ferrero. Sedikit trivia yang lucu, bagi orang keturunan Tionghoa, Rocher digemari karena bungkusan emasnya. Coklat ini menjadi simbol kemakmuran dan uang. Dalam bahasa Perancis, Rocher artinya batu bulat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minggu lalu, saya sangat beruntung sekali mendapatkan hadiah kecil dari pacar saya, yaitu produk baru dari Ferrero, yaitu Ferrero Rondnoir. Rondnoir (atau bulat hitam) dikemas dalam bentuk yang sama dengan Rocher, hanya dalam warna bungkusan yang lebih gelap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi penggemar &lt;span style="font-style: italic;"&gt;dark chocolate&lt;/span&gt;, Rondnoir adalah canduan terbaru kalian. Dengan sensasi yang sama yang diciptakan saat kunyahan pertama, tetapi kali ini Rondnoir mengakhiri dengan cairan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;dark chocolate&lt;/span&gt; yang memberikan sedikit tambahan rasa pahit. Rondnoir seperti obat yang memanipulasi lidah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ferrero Rondnoir isi 12 ini membuat saya ingin terus menikmati namun meninggalkan rasa sedih ketika saya sampai pada bulatan terakhir. Saya diinformasikan bahwa hingga saat ini, Ferrero Rondnoir belum dapat ditemukan di Jakarta. Harga Ferrero Rondnoir isi 12 sekitar 7SGD atau sekitar 50ribu Rupiah.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6515960442576866763-3473868169428517511?l=kulineran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kulineran.blogspot.com/feeds/3473868169428517511/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kulineran.blogspot.com/2010/05/ferrero-rondnoir.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515960442576866763/posts/default/3473868169428517511'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515960442576866763/posts/default/3473868169428517511'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kulineran.blogspot.com/2010/05/ferrero-rondnoir.html' title='Ferrero Rondnoir'/><author><name>@ohtxela</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10150570449774497934</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/S-ZbVxKvs5I/AAAAAAAAAyo/J6nbyGLK6ks/S220/n617373436_1667647_1269418.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/S_PilvqhEEI/AAAAAAAAA4k/tK_KmNqxcss/s72-c/rondnoir.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6515960442576866763.post-6213445267553887762</id><published>2010-05-16T16:46:00.004+07:00</published><updated>2010-09-10T10:18:09.347+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Malioboro'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lesehan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jogjakarta'/><title type='text'>Lesehan Malioboro</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/S--_N0Q-HeI/AAAAAAAAA4A/bd2SLbMUSEQ/s1600/CIMG0179.JPG"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/S--_N0Q-HeI/AAAAAAAAA4A/bd2SLbMUSEQ/s400/CIMG0179.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5471802316367470050" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Jum'at lalu, sehubungan dengan tugas, saya berangkat ke Yogyakarta dan menginap selama 2 malam di kota yang terkenal dengan gudeg, bakpia, batik dan kaos Dagadu. Sayangnya, karena jadwal bekerja yang gila-gilaan, saya tidak dapat menyempatkan diri untuk mengenal kota yang cantik ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi malam terakhir saya di sana, saya menyempatkan diri bersama beberapa teman untuk menelusuri jalan Malioboro dan laksana turis pada umumnya sangat terkesan dengan lesehan-lesehan yang berjejer di hampir separuh jalan Malioboro. Berikut adalah 2 cara pandang terhadap kesan saya di lesehan di jalan yang terkenal ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/S--_NlnaF3I/AAAAAAAAA34/5ODRVnfemZI/s1600/CIMG0177.JPG"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/S--_NlnaF3I/AAAAAAAAA34/5ODRVnfemZI/s400/CIMG0177.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5471802312435046258" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Dengan euphoria turis: Saya menikmati keramaian jalan Malioboro di malam Minggu dengan berada di mana saya semestinya berada (istilahnya: signature venue). Saya dengan lesehan, makan tanpa menggunakan sendok-garpu, tapi dengan jari menjadikan diri saya sebagai bagian dari kota yang indah ini. Musisi jalanan yang terus-menerus mengumandangkan lagu-lagu Kla Project, Chrisye, Ebiet G. Ade sampai Luna Maya menjadikan malam itu seolah-olah tak akan terlupakan dan indah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa euphoria turis: Makanan yang saya pesan (pecel lele, tahu goreng, nasi uduk, ikan bawal, gudeg dengan ayam goreng) adalah bencana. Saya mempertanyakan apakah sambal yang menyertai pecel lele saya itu masih layak untuk dikonsumsi. Tahu gorengnya standard banget, bahkan berasa sedikit kurang segar. Nasi uduknya lembek dan dingin, saya berasa mengunyah kentan yang di-eskan. Ayam gorengnya alot, bahkan bebekpun kalah alot.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin dari jejeran rumah makan lesehan itu ada yang lebih baik, tetapi serius dari beberapa situs hasil google saya untuk referensi tempat makan di kota ini, saya tidak pernah mendapatkan rujukan untuk makan di sini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak kecewa (yah, mungkin sedikit deh) dan saya percaya masih banyak sudut-sudut kota Yogya yang belum saya kunjungi untuk mendapatkan pengalaman kuliner yang WAH! Ada teman yang berbijak dan berkata: untuk mengenal kotanya, kenalin tempat makannya. Saya berharap dalam kesempatan mendatang, saya dapat lebih mengenal kota yang cantik ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yah, tapi kalau anda masih tenggelam dalam euphoria sebagai turis yang ingin merasakan indahnya kota Yogya di malam hari, tak ada salahnya anda berlesehan di salah satu rumah makan ini. Saran saya, cukup pesan minum dan kudapan yang manis.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6515960442576866763-6213445267553887762?l=kulineran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kulineran.blogspot.com/feeds/6213445267553887762/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kulineran.blogspot.com/2010/05/lesehan-malioboro.html#comment-form' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515960442576866763/posts/default/6213445267553887762'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515960442576866763/posts/default/6213445267553887762'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kulineran.blogspot.com/2010/05/lesehan-malioboro.html' title='Lesehan Malioboro'/><author><name>@ohtxela</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10150570449774497934</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/S-ZbVxKvs5I/AAAAAAAAAyo/J6nbyGLK6ks/S220/n617373436_1667647_1269418.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/S--_N0Q-HeI/AAAAAAAAA4A/bd2SLbMUSEQ/s72-c/CIMG0179.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6515960442576866763.post-4555232578679833504</id><published>2010-05-16T10:37:00.002+07:00</published><updated>2010-09-10T10:19:23.849+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pluit'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bubur'/><title type='text'>Ta Wan Restaurant</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/S95Fc_W89YI/AAAAAAAAAxI/_QwoonHExT4/s1600/tawan.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 174px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/S95Fc_W89YI/AAAAAAAAAxI/_QwoonHExT4/s400/tawan.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5466883362020717954" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Teman baik saya dan saya selalu berbeda pendapat dalam soal makanan dan rumah makan, tetapi kami mempunyai satu pendapat yang sama tentang Ta Wan, yaitu Ta Wan itu rumah makan mewah dengan harga terjangkau. Ta Wan adalah tempat yang paling pas untuk merayakan ulang tahun, karena faktor ekonomisnya itu. HEHEHE.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu menu kesukaan saya di Ta Wan adalah the three flavor porridge. Bubur  dengan nama unik ini dihidangkan lengkap dengan udang, ikan dan ayam. Biasanya saya juga menambahkan dengan memesan ayam rebus (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;steam chicken&lt;/span&gt;) dan tak lupa makanan penutup berupa pudding mangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di luar faktor kombinasi lauknya, bubur Ta Wan selayaknya seperti bubur biasa. Saya lebih menikmati ayam rebus-nya, karena beberapa rumah makan menyajikan ayam rebus terlalu kering, sedangkan Ta Wan menyajikannya sedikit berminyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hoya, total jumlah yang harus saya bayar cuma sekitar Rp. 60.000,- termasuk tips. Lumayan murah bukan untuk rumah makan yang lumayan mewah ini?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Ta Wan Restaurant&lt;br /&gt;Emporium Pluit Mall Level 4&lt;br /&gt;Jl. Pluit Selatan Raya Blok S - 6&lt;br /&gt;Kawasan BCD Pluit&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6515960442576866763-4555232578679833504?l=kulineran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kulineran.blogspot.com/feeds/4555232578679833504/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kulineran.blogspot.com/2010/05/ta-wan-restaurant.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515960442576866763/posts/default/4555232578679833504'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515960442576866763/posts/default/4555232578679833504'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kulineran.blogspot.com/2010/05/ta-wan-restaurant.html' title='Ta Wan Restaurant'/><author><name>@ohtxela</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10150570449774497934</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/S-ZbVxKvs5I/AAAAAAAAAyo/J6nbyGLK6ks/S220/n617373436_1667647_1269418.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/S95Fc_W89YI/AAAAAAAAAxI/_QwoonHExT4/s72-c/tawan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6515960442576866763.post-2367190226733635036</id><published>2010-05-14T16:15:00.002+07:00</published><updated>2010-09-10T10:19:58.342+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Do It Yourself'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Personal'/><title type='text'>Selamat Ulang Tahun, Mama!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/S--4-yQnQ5I/AAAAAAAAA3w/G6xecQYPImQ/s1600/CIMG0149.JPG"&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Adalah tradisi bagi ibu saya untuk mempersiapkan sebuah acara makan malam besar ketika beliau sedang merayakan ulang-tahunnya. Yah mau dibilang besar juga tidak. Tetapi adalah kesukaan bagi beliau untuk mempersiapkan acara makan, mulai dari menyusun menu, belanja di pasar tradisional sampai mengupas-ngupas bawang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mama lahir di Medan, sebagai keturunan Tionghoa Hokkian dengan ibu seorang Bali, yang migrasi tinggal di kota Medan. HEHEHE. Jadi kebayang saja, pengaruh itu terhadap masakan ibu saya. Tanggal 12 Mei 2010, ibu saya merayakan ulang tahunnya dengan mempersiapkan 10 hidangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai anak yang baik juga, saya selalu menyukai masakan ibu saya (anak mana yang tidak hayo?). Ibu saya memang mempunyai bakat dan hobby dalam hal masak-memasak dan saya punya hobby menikmati masakan. Jadi klop saja.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/S--4-yQnQ5I/AAAAAAAAA3w/G6xecQYPImQ/s1600/CIMG0149.JPG"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/S--4-yQnQ5I/AAAAAAAAA3w/G6xecQYPImQ/s400/CIMG0149.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5471795461061297042" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sup Tim Obat Ayam Kampung&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sup ini sangat nikmat, mudah dan yang penting sehat. Dengan rempah-rempah yang biasanya di beli di toko obat Cina atau toko yang menjual rempah-rempah di pasar Pluit, ayam kampung direbus saja dan tunggu sampai matang.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/S--4-kxhYaI/AAAAAAAAA3o/rSn4UnQZg6g/s1600/CIMG0148.JPG"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/S--4-kxhYaI/AAAAAAAAA3o/rSn4UnQZg6g/s400/CIMG0148.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5471795457441227170" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pangsit Goreng isi Daging&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ibu saya penggemar berat pangsit, jadi jangan heran kalau pangsit yang bentuknya sedikit berbeda ini adalah kesukaan beliau. Berbeda karena biasanya pangsit itu, melebar kulitnya dan isinya bulat kecil di tengah. Ibu saya selalu melebih-lebihkan isi pangsit.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/S--4-TLVT2I/AAAAAAAAA3g/C2RMZW2jfAw/s1600/CIMG0147.JPG"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/S--4-TLVT2I/AAAAAAAAA3g/C2RMZW2jfAw/s400/CIMG0147.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5471795452717649762" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Udang Tauco Cabe&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Yah, ini boleh dibilang masakan yang paling sering dibuat oleh ibu saya (dan sekarang kakak perempuan saya). Menurut kakak saya, ini sangat gampang, gak repot dan bisa tahan berhari-hari. Walau ibu menekankan pada udang, sebenarnya bisa diganti dengan tempe dan tahu .. dan tetap dapat tahan berhari-hari. HEHEHE.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/S--4-P3n5uI/AAAAAAAAA3Y/I4-Ai3-_UnY/s1600/CIMG0146.JPG"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/S--4-P3n5uI/AAAAAAAAA3Y/I4-Ai3-_UnY/s400/CIMG0146.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5471795451829675746" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Udang Goreng Mentega&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ibu saya selalu berkata, cukup siram udang dengan air panas dan oleskan mentega atau dicocol dengan cabe rawit dan kecap asin, itu sudah enak.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/S--49xmDDaI/AAAAAAAAA3Q/0CKmiIJagvM/s1600/CIMG0145.JPG"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/S--49xmDDaI/AAAAAAAAA3Q/0CKmiIJagvM/s400/CIMG0145.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5471795443702893986" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Brokoli Tumis&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Keponakan saya, Billy selalu merujuk brokoli sebagai sayur bunga dan brokoli adalah sayur kesukaan saya, jadi saya senang saja.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/S--4YYaMP7I/AAAAAAAAA3I/yeQOBRTtC_4/s1600/CIMG0144.JPG"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/S--4YYaMP7I/AAAAAAAAA3I/yeQOBRTtC_4/s400/CIMG0144.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5471794801287118770" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kepiting Asam Manis&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ini yang menjadi jagoan di malam ulang tahun ibu saya, dalam artinya habis duluan. HEHEHE.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/S--4X-zqR6I/AAAAAAAAA3A/qMWOHsS4kZ0/s1600/CIMG0143.JPG"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/S--4X-zqR6I/AAAAAAAAA3A/qMWOHsS4kZ0/s400/CIMG0143.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5471794794414622626" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Mie Goreng &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mie di dalam perayaan ulang tahun menurut kepercayaan orang Tionghoa menandakan umur yang panjang. Dengan tamu (dalam konteks ini, saya dan keluarga saya) menikmati mie goreng, artinya kami memohon agar yang berulang tahun diberikan umur yang panjang. NB: Yah, itu adalah telur puyuh dan iya, telur puyuh mengandung tingkat  lemak tertinggi, bahkan dibandingkan bebek sekalipun. Tapi saya cuma icip satu buah.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/S--4XsUm5EI/AAAAAAAAA24/IfzwW0PlAG8/s1600/CIMG0142.JPG"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/S--4XsUm5EI/AAAAAAAAA24/IfzwW0PlAG8/s400/CIMG0142.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5471794789452538946" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ayam Rendang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ini juga adalah salah satu masakan yang menurut ibu saya masih akan nikmat jika dinikmati keesokan harinya. Dan dia benar.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/S--4XOxSBoI/AAAAAAAAA2w/IO30V6XwfmY/s1600/CIMG0141.JPG"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/S--4XOxSBoI/AAAAAAAAA2w/IO30V6XwfmY/s400/CIMG0141.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5471794781519742594" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sapi Lada Hitam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saya suka sekali melihat perpaduan warna paprika hijau, merah dan daging sapi. Sebagaimana saya menikmati keindahan perpaduan warnanya, saya juga menyukai rasanya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/S--4W1rbpsI/AAAAAAAAA2o/yu6QfUpSad4/s1600/CIMG0140.JPG"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/S--4W1rbpsI/AAAAAAAAA2o/yu6QfUpSad4/s400/CIMG0140.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5471794774784321218" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Iga Babi Tauco&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Yah, ini mungkin satu-satunya asli masakan Hakka. Rasanya asin buanget kalau dicicipi begitu saja, tapi kalau dengan nasi panas-panas, rasanya mantap, bahkan hanya dengan kuahnya saja, saya sudah cukup.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6515960442576866763-2367190226733635036?l=kulineran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kulineran.blogspot.com/feeds/2367190226733635036/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kulineran.blogspot.com/2010/05/selamat-ulang-tahun-mama.html#comment-form' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515960442576866763/posts/default/2367190226733635036'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515960442576866763/posts/default/2367190226733635036'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kulineran.blogspot.com/2010/05/selamat-ulang-tahun-mama.html' title='Selamat Ulang Tahun, Mama!'/><author><name>@ohtxela</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10150570449774497934</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/S-ZbVxKvs5I/AAAAAAAAAyo/J6nbyGLK6ks/S220/n617373436_1667647_1269418.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/S--4-yQnQ5I/AAAAAAAAA3w/G6xecQYPImQ/s72-c/CIMG0149.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6515960442576866763.post-7678813374964118553</id><published>2010-05-12T10:34:00.001+07:00</published><updated>2010-05-13T21:05:22.441+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Soto'/><title type='text'>Soto Padang H. St. Mangkuto</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/S95EoE12GPI/AAAAAAAAAxA/SmASBxNRz1Q/s1600/sotopadang.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/S95EoE12GPI/AAAAAAAAAxA/SmASBxNRz1Q/s400/sotopadang.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5466882452959402226" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Dalam hukum ekonomis, adalah kewajaran bagi produsen melakukan diferensiasi produk untuk menaikan omset penjualannya. Namun tampaknya, bagi Mangkuto, hukum tersebut tidak berlaku. Hal pertama yang ditanyakan kepada saya oleh sang pramusaji adalah, "Berapa mangkok?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian disusul dengan respon bodoh saya, "Boleh lihat menu-nya?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu dengan sabar tampaknya, sang pramusaji  menjelaskan bahwa di Mangkuto mereka hanya menyajikan 1 macam menu, yaitu Soto Padang. Saya membalas dengan senyum manis, "Oh begitu, 2 mangkok saja kalau begitu, pak!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soto Padang dihidangkan dengan nasi dan kerupuk warna pink norak. Iya, serius, warna kerupuknya pink norak dan itu juga yang membuat saya ragu-ragu. Tapi walau warna norak ngenjreng gitu, kerupuknya enak (paling gak pas dengan soto-nya). Sotonya sendiri disajikan dalam mangkok kecil yang tidak lebih besar daripada kepalan tangan saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam soto tersebut terdapat soun (bihun halus), sayur-sayuran dan kejutannya daging sapi yang garing walau berada dalam celupan soto yang terlihat super-gurih (dan rasanya juga benar begitu). Dan laksana anak kecil pada umumnya, saya selalu mencoba untuk menyisakan bagian yang terbaik terakhir, yaitu daging garing yang seolah-olah digoreng terlebih dahulu tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walau dengan harga yang relatif mahal, soto padang Mangkuto tidak mengecewakan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Soto Padang H. ST. Mangkuto&lt;br /&gt;Jl. Pintu Air No. 26, Pasar Baru&lt;br /&gt;Jakarta Pusat&lt;br /&gt;Phone: (021) 3857357&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6515960442576866763-7678813374964118553?l=kulineran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kulineran.blogspot.com/feeds/7678813374964118553/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kulineran.blogspot.com/2010/05/soto-padang-h-st-mangkuto.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515960442576866763/posts/default/7678813374964118553'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515960442576866763/posts/default/7678813374964118553'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kulineran.blogspot.com/2010/05/soto-padang-h-st-mangkuto.html' title='Soto Padang H. St. Mangkuto'/><author><name>@ohtxela</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10150570449774497934</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/S-ZbVxKvs5I/AAAAAAAAAyo/J6nbyGLK6ks/S220/n617373436_1667647_1269418.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/S95EoE12GPI/AAAAAAAAAxA/SmASBxNRz1Q/s72-c/sotopadang.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6515960442576866763.post-462051538875611341</id><published>2010-05-09T10:21:00.002+07:00</published><updated>2010-09-10T10:20:07.393+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pluit'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sosis'/><title type='text'>Sosis Glosis</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/S95Ck3533aI/AAAAAAAAAw4/mZB3zK1mOIA/s1600/glossis.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/S95Ck3533aI/AAAAAAAAAw4/mZB3zK1mOIA/s400/glossis.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5466880198923771298" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Pertama kali saya bercerita tentang rumah makan masakan Eropah Glosis, yang kebetulan berada di dekat rumah saya kepada teman kantor, saya diketawain dan saya juga baru tahu kalau sebenarnya Glosis itu sudah lama ada. Bahkan dulu (dan mungkin sekarang juga masih) Glosis itu ngetop banget di Bandung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena rasa penasaran yang tinggi itu juga, saya memutuskan untuk harus mengunjungi Glosis segera. Bersama pacar saya yang setia dan rela saya ajak makan di sana sini, malam minggu kemarin (3/5), kami ke Glosis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Glosis mix-sausages menjadi pilihan saya, yang terdiri dari kombinasi beef frankfurter, chicken sausages ditambah dengan side-dish kentang goreng dan sayur-sayuran seperti jagung, buncis dan wortel. Sosis bukanlah makanan kesukaan saya, mengingat tingkat korestrol-nya lumayan tinggi (bahkan dibandingkan dengan bebek sekalipun).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hal yang saya tidak bisa lupa adalah aroma grill dari sosis yang memberikan imajinasi kepada saya bagaimana sosis tersebut di-grill untuk beberapa saat dan saus yang sedikit manis justru menguatkan aroma tersebut.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Glosis European Restaurant&lt;br /&gt;Jl. Pluit Indah Raya No. 168C&lt;br /&gt;Pluit, Jakarta Utara&lt;br /&gt;Phone: (021) 66605296&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6515960442576866763-462051538875611341?l=kulineran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kulineran.blogspot.com/feeds/462051538875611341/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kulineran.blogspot.com/2010/05/glosis-european-restaurant.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515960442576866763/posts/default/462051538875611341'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515960442576866763/posts/default/462051538875611341'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kulineran.blogspot.com/2010/05/glosis-european-restaurant.html' title='Sosis Glosis'/><author><name>@ohtxela</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10150570449774497934</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/S-ZbVxKvs5I/AAAAAAAAAyo/J6nbyGLK6ks/S220/n617373436_1667647_1269418.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/S95Ck3533aI/AAAAAAAAAw4/mZB3zK1mOIA/s72-c/glossis.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6515960442576866763.post-1420623234365516102</id><published>2010-05-07T21:50:00.006+07:00</published><updated>2010-09-10T10:20:27.814+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bebek'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Rawamangun'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cempaka Putih'/><title type='text'>Bebek Kaleyo</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/S-QpALfvNAI/AAAAAAAAAxw/UW8zcP5WdK0/s1600/IMG00748-20100507-1721.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/S-QpALfvNAI/AAAAAAAAAxw/UW8zcP5WdK0/s400/IMG00748-20100507-1721.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5468540930597270530" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Setelah berkali-kali berusaha, akhirnya saya dan beberapa teman kantor menyempatkan diri untuk mengunjungi Bebek Kaleyo, di daerah Cempaka Putih. Tempat makan bebek goreng yang konon namanya sudah dikenal di mana-mana, bahkan salah satu pembawa acara kuliner TV lokal sempat mengunjungi tempat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi jangan heran saja, kalau bahkan sebelum tempat makan dibuka (pukul 5 sore,) sebagian tempat duduk rumah makan ini sudah dipenuhi oleh pengunjung-nya. 30 menit hingga satu jam setelah menerima pesanan pertama, sudah terlihat antrian orang-orang untuk mendapatkan tempat duduk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sore itu, saya dan teman-teman kantor datang sekitar 15 menit sebelum pukul 5 sore dan benar saja kami sama sekali diabaikan. Bahkan ketika kami menanyakan minum, mereka hanya menunjukan posisi chiller yang menandakan kalau kami harus melayani diri sendiri. Pas pukul lima, kami disambut dengan ucapan selamat datang yang lebih hangat dan yell-yell khas Kaleyo. Pengalaman yang seperti ini jarang saya temui di sebuah rumah makan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk benar-benar menghargai Bebek, saya mencoba mencari tahu beberapa fakta mengenai daging bebek itu sendiri:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Daging bebek itu jauh lebih alot daripada daging ayam. Ada salah satu situs bahasa Indonesia yang menuliskan kalau ini diakibatkan karena bebek lebih banyak bergerak (termasuk berenang). HIHIHIHI. Cukup lucu, tapi mungkin ada benarnya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kandungan lemak di daging bebek itu 3 kali kandungan lemak daging ayam biasa.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Seperti kambing dan "wangi"-nya, daging bebek juga dikenal dengan bau amisnya.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Yah, saya yakin masih banyak fakta-fakta lain mengenai saudara dekat dari daging ayam ini. Berdasarkan fakta-fakta di atas, saya menyadari kalau mengelolah daging bebek itu tidak semudah daging ayam pastinya. Keberhasilan Kaleyo dalam melunakan daging bebek, tapi tidak sampai mengelupas dari tulangnya, sehingga berasa seperti menikmati daging ayam patut dipuji. Dan karena kandungan lemak yang lebih tinggi, daging bebek terasa lebih gurih dan pastinya tanpa bau amis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bebek goreng cabe ijo mungkin adalah menu umum di rumah makan yang khusus menyajikan bebek, tetapi cabe ijo Kaleyo yang begitu pedasnya (ditambah Kaleyo hanya dilengkapi dengan kipas angin tempel) seolah-olah saya baru saja ditampar dengan sandal jepit. Bibir saya seolah-olah bertambah tebal beberapa centimeter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oyah, patut dipuji juga gorengan tahu dan nasi uduknya. Baru saja 6 jam yang lalu, saya makan bebek itu, dan sekarang saya sudah kebayang lagi. Duh, pengen bebek lagi!&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Bebek Goreng Kaleyo&lt;br /&gt;Jl. Cempaka Putih Raya No. 108&lt;br /&gt;Jakarta Pusat&lt;br /&gt;Phone: (021) 95700022, 91919090&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6515960442576866763-1420623234365516102?l=kulineran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kulineran.blogspot.com/feeds/1420623234365516102/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kulineran.blogspot.com/2010/05/bebek-kaleyo.html#comment-form' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515960442576866763/posts/default/1420623234365516102'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515960442576866763/posts/default/1420623234365516102'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kulineran.blogspot.com/2010/05/bebek-kaleyo.html' title='Bebek Kaleyo'/><author><name>@ohtxela</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10150570449774497934</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/S-ZbVxKvs5I/AAAAAAAAAyo/J6nbyGLK6ks/S220/n617373436_1667647_1269418.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/S-QpALfvNAI/AAAAAAAAAxw/UW8zcP5WdK0/s72-c/IMG00748-20100507-1721.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6515960442576866763.post-8781217444158074258</id><published>2010-05-02T22:03:00.002+07:00</published><updated>2010-09-10T10:20:39.242+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mie'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pluit'/><title type='text'>Tertimbun Ayam</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/S949VidqdrI/AAAAAAAAAww/5T8dim9CZd0/s1600/bakmiayamalok.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/S949VidqdrI/AAAAAAAAAww/5T8dim9CZd0/s400/bakmiayamalok.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5466874437912131250" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Saya kadang-kadang sangat bersyukur karena area tempat tinggal saya adalah salah satu pusat kulineran di Jakarta. Yang walaupun adalah berkat, tetapi keuntungan yang ditimbulkan karena lokasi hunian ini juga dapat menjadi sesuatu yang mengerikan. Program diet  saya seringkali gagal atau tertunda. Betapa ironisnya, seorang yang menulis tentang makanan juga menjalankan program diet. HAHAHA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhir pekan lalu, saya, dengan ditemani oleh pacar, memutuskan untuk mengunjungi Bakmi Ayam Alok, yang pencapaiannya hanya membutuhkan sekejap. Bakmi Ayam Alok adalah salah satu tempat makan yang unik dari segi porsi pesanan. Alok menyediakan porsi setengah, porsi satu dan porsi satu-setengah. Dari jenis mie-nya, Alok hanya menyediakan mie kecil dan bihun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya memesan Bakmi Ayam Special porsi satu, beserta teman makannya berupa 1 porsi pangsit goreng (isi 3 buah) dan setengah porsi pangsit kuah (isi 5 buah). Pertama kali mie-nya datang, saya sempat kaget karena mangkok mie itu ditimbuni oleh potongan-potongan ayam kampung yang direbus. Ternyata yang membuat mie ini special karena jumlah lauk ayamnya yang banyak. Hingga setelah mie saya habis, potongan-potongan ayam saya masih menjadi cemilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mie-nya sendiri kenyal-kenyal wangi, mengingatkan saya akan mie Orpa, walau saya berasa lauk dan mie-nya sangat tidak proposional (mungkin lain kali saya harus memilih mie ayam biasa).  Bentuk dan warna mie-nya sendiri mengingatkan saya akan karet. HAHAHAHA. Tapi itu tidak mengurangi niat saya untuk menghabiskan porsi special itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lauk ayamnya sendiri terlalu kering (jika saja setelah diangkat dari rebusannya, mungkin bisa disiramin kecap atau minyak). Saya tidak kecewa dengan kedua pangsitnya baik goreng maupun kuah (walau tidak seenak tempat tertentu. HEHEHE).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Bakmi Ayam Alok&lt;br /&gt;Jl. Pluit Sakti Raya No. 77&lt;br /&gt;Pluit, Jakarta Utara&lt;br /&gt;Phone: (021) 6691795&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6515960442576866763-8781217444158074258?l=kulineran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kulineran.blogspot.com/feeds/8781217444158074258/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kulineran.blogspot.com/2010/05/tertimbun-ayam.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515960442576866763/posts/default/8781217444158074258'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515960442576866763/posts/default/8781217444158074258'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kulineran.blogspot.com/2010/05/tertimbun-ayam.html' title='Tertimbun Ayam'/><author><name>@ohtxela</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10150570449774497934</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/S-ZbVxKvs5I/AAAAAAAAAyo/J6nbyGLK6ks/S220/n617373436_1667647_1269418.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/S949VidqdrI/AAAAAAAAAww/5T8dim9CZd0/s72-c/bakmiayamalok.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6515960442576866763.post-8369757477932606213</id><published>2010-04-30T09:36:00.003+07:00</published><updated>2010-04-30T09:40:24.138+07:00</updated><title type='text'>Kisah Pisang di Maluku</title><content type='html'>Pagi ini saya mengupload beberapa foto makanan yang saya temui sepanjang perjalanan Ternate-Tidore dan Maluku Utara. Tiba-tiba, muncul begitu banyak notifikasi bahwa foto-foto saya itu dikomentari. Sayapun mulai membaca satu per satu. Pertanyaan terbanyak adalah tentang bagaimana rasanya memakan ikan goreng/bakar yang dipadu dengan pisang goreng/rebus (sebagai pengganti nasi).&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sebenarnya hal ini pernah saya singgung dalam tulisan mengenai Popeda, salah satu makanan khas Ternate, dimana memang sudah menjadi kebiasaan masyarakat di sana untuk menyajikan pisang goreng atau rebus dengan sambal terasi dan bumbu kacang. Saya sendiri awalnya bengong, tapi setelah dicoba, walaupun aneh, tapi rasanya lumayan enak. Hal ini mungkin karena pilihan pisang yang mereka gunakan bukanlah pisang yang terlalu manis. Bahkan cenderung hambar. Jadi, ketika dipadu dengan sambal, maka rasanya cukup baik.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Salah satu pisang favorit masyarakat di sana adalah pisang mulu bebe'. Katanya sih ini berasal dari kata 'mulut bebek' karena pisang ini memang berbentuk melengkung laksana mulut bebek. Tapi karena masyarakat di sana punya kebiasaan untuk menghilangkan huruf-huruf saat dilafalkan, maka jadilah 'mulu bebe'. Pisang ini rasanya hambar dan padat. Mungkin kalau saya harus mencari persamaannya, pisang ini rasanya mirip singkong.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Memakan pisang mulu bebe' yang dicelupkan ke dalam sambal colo-colo, dipadu dengan ikan goreng yang segar, sambil duduk memandangi pantai berpasir putih...sungguh nikmat!!!&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_4fz159GWrM0/S9pCiRzcTiI/AAAAAAAAAM8/LjrSHwHRp18/s1600/P2220431.jpg"&gt;&lt;img style="text-align: left;display: block; margin-top: 0px; margin-right: auto; margin-bottom: 10px; margin-left: auto; cursor: pointer; width: 225px; height: 300px; " src="http://2.bp.blogspot.com/_4fz159GWrM0/S9pCiRzcTiI/AAAAAAAAAM8/LjrSHwHRp18/s320/P2220431.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5465754254429670946" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;Ikan goreng, sambal colo-colo, dan pisang mulu bebe'&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6515960442576866763-8369757477932606213?l=kulineran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kulineran.blogspot.com/feeds/8369757477932606213/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kulineran.blogspot.com/2010/04/kisah-pisang-di-maluku.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515960442576866763/posts/default/8369757477932606213'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515960442576866763/posts/default/8369757477932606213'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kulineran.blogspot.com/2010/04/kisah-pisang-di-maluku.html' title='Kisah Pisang di Maluku'/><author><name>Narcistbandit</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_4fz159GWrM0/S_hwvbX19AI/AAAAAAAAANE/X9_TzHvUNKE/S220/davatar01.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_4fz159GWrM0/S9pCiRzcTiI/AAAAAAAAAM8/LjrSHwHRp18/s72-c/P2220431.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6515960442576866763.post-2398375677596884115</id><published>2010-04-27T14:03:00.007+07:00</published><updated>2010-09-10T10:20:48.535+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pluit'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sup Ikan'/><title type='text'>Sup Ikan Blanco Court</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/S9aMN6gRgLI/AAAAAAAAAwg/PYi7YX-9mzE/s1600/supikan.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/S9aMN6gRgLI/AAAAAAAAAwg/PYi7YX-9mzE/s400/supikan.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5464709368531484850" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Jujur saya bukan tipe orang yang suka meracik masakannya sendiri ketika saya sedang mengunjungi sebuah tempat makan. Saya selalu merasa kalau itu adalah tugas dari sang juru masak dan menyerahkan tugas itu kepada pengunjungnya adalah kejahatan tersendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya bukan karena suka atau tidak suka, tapi lebih tepatnya saya tidak rela disalahkan karena kekurang pengalaman saya dalam menambahkan bumbu membuat sebuah masakan menjadi kurang enak untuk dinikmati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sore itu, saya diserang oleh virus yang menyebabkan saya flu berat. Dengan hidung yang tersumbat, saya memutuskan untuk menikmati sup ikan di Blanco Court Fish. Saya memesan Soup fish with noodles and veggies, yang dihidangkan dalam panci yang bentuknya seperti panci kecil. Walau berasa kecil, tapi ternyata porsi-nya lumayan nendang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah bagian yang bikin saya bingung adalah meracik bumbu-nya. Begitu sup ikan terhidang di tray saya, saya dihadapkan dengan pilihan racikan bumbu yang tidak kurang dari 10 macam. Karena kebingungan mengkombinasikan bumbu, saya memutuskan untuk bertanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang penyaji di Blanco memberikan masukan kalau umumnya orang akan memakai racikan bumbu bawang yang diblender hingga halus, ditambah bawang goreng dan daun bawang. Biasanya juga mereka akan mengambil beberapa bumbu secara terpisah (termasuk kecap) dan sambal dalam kondisi terpisah juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sup ikan Blanco mungkin bukan sup ikan terenak yang pernah saya icipi (kemungkinan besar karena ketidak-mampuan saya untuk meracik tersebut, HEHEHE), tapi ia mampu melancarkan pernafasan saya, paling tidak untuk malam itu. Saya berkeringatan di tengah indahnya Pluit Village.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Blanco Court Fish Soup&lt;div&gt;Singapore Food Street Food Court&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Pluit Village, Jakarta Utara&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6515960442576866763-2398375677596884115?l=kulineran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kulineran.blogspot.com/feeds/2398375677596884115/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kulineran.blogspot.com/2010/04/sup-ikan-blanco-court.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515960442576866763/posts/default/2398375677596884115'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515960442576866763/posts/default/2398375677596884115'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kulineran.blogspot.com/2010/04/sup-ikan-blanco-court.html' title='Sup Ikan Blanco Court'/><author><name>@ohtxela</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10150570449774497934</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/S-ZbVxKvs5I/AAAAAAAAAyo/J6nbyGLK6ks/S220/n617373436_1667647_1269418.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/S9aMN6gRgLI/AAAAAAAAAwg/PYi7YX-9mzE/s72-c/supikan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6515960442576866763.post-1201552337929057119</id><published>2010-04-17T19:48:00.007+07:00</published><updated>2010-09-10T10:21:02.321+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Gajah Mada'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kota'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nasi Ayam'/><title type='text'>Nasi Ayam Hainam Apollo</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/S8mw4v6qJwI/AAAAAAAAAwA/6w5sh6EkQfE/s1600/apollo.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sudah lumayan lama, kami (atau cuma saya saja yah? HEHEHE) mengupdate blog ini. Saya harus akui kesibukan di kantor cukup menguras konsentrasi dan mencuri kesempatan saya untuk mengunjungi tempat makan yang baru. Kalaupun sempat, kesempatan untuk menuangkan pengalaman itu tak ada. HEHEHE. Mohon dimaafkan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/S8mw4v6qJwI/AAAAAAAAAwA/6w5sh6EkQfE/s1600/apollo.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/S8mw4v6qJwI/AAAAAAAAAwA/6w5sh6EkQfE/s400/apollo.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5461090512145098498" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Yah, Sabtu pagi tadi (17/4) saya memutuskan untuk mengunjungi daerah Kota Tua - Jakarta untuk suatu alasan dan sekalian untuk mencari radio super-murah untuk si mbak, biar beliau betah kerja. Setelah selesai belanja radio di pusat elektronik yang maha murah (asal ngotot nawar harga saja), saya melihat jam yang baru menunjukkan awal pukul 11:00 dan saya teringat nasi ayam hainam Apollo di samping jalan Gajah Mada, Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apollo buat saya seperti kenangan lama yang tak pernah diingat dengan  jelas. Saya berasa begitu dekat dengan rumah makan ini, tetapi saya  tidak pernah ingat dalam rangka apa saya mengunjungi tempat ini. Mungkin karena saya sering kali memperhatikan keberadaannya, tetapi tidak pernah benar-benar mengunjunginya, hingga saat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau menggunakan TransJakarta, turun di halte Glodok, Apollo terletak di sekitar 2 gedung dari halte tersebut setelah menyebrangi jalan Gajah Mada. Begitu tiba di Apollo, tentu saja yang menjadi pesanan saya adalah Nasi Hainam Campur, yang menjadi menu andalan rumah makan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laksana nasi hainam pada campurnya, Apollo menyajikan nasi hainam campurnya secara terpisah: satu piring besar untuk nasi hainam, satu piring kecil untuk lauk yang berisi daging, ayam, telur yang telah disiram dengan saus manis hainam dan yang terakhir adalah mangkok kecil berisi kuah (bedanya dengan nasi hainam lainnya, Apollo menyajikan kuah kaldu sapi dengan gorengan bawang putih).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nasi hainam dan lauknya tidak mengecewakan,  walau saya harus akui yang menjadi bintang di makan siang saya adalah kuah yang menjadi teman nasi hainam campur. Kuahnya ini begitu gurih, sampai saya kalau harus milih untuk menghabiskan kuah atau lauknya, mungkin lebih memilih kuah-nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walau saat itu, matahari seolah-olah berada tepat di atas kepala, namun teriknya matahari tidak mampu menghentikan niat saya untuk menyeruput kuah gurih dengan gorengan bawang putih tersebut. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Slurp. It's not bad!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumah Makan Apollo&lt;br /&gt;Nasi Ayam Hainam&lt;br /&gt;Jl. Gajah Mada No. 218A&lt;br /&gt;Phone: (021) 6395064&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6515960442576866763-1201552337929057119?l=kulineran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kulineran.blogspot.com/feeds/1201552337929057119/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kulineran.blogspot.com/2010/04/nasi-ayam-hainam-apollo.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515960442576866763/posts/default/1201552337929057119'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515960442576866763/posts/default/1201552337929057119'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kulineran.blogspot.com/2010/04/nasi-ayam-hainam-apollo.html' title='Nasi Ayam Hainam Apollo'/><author><name>@ohtxela</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10150570449774497934</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/S-ZbVxKvs5I/AAAAAAAAAyo/J6nbyGLK6ks/S220/n617373436_1667647_1269418.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/S8mw4v6qJwI/AAAAAAAAAwA/6w5sh6EkQfE/s72-c/apollo.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6515960442576866763.post-5473365664324678520</id><published>2010-04-02T22:19:00.003+07:00</published><updated>2010-04-02T22:55:10.391+07:00</updated><title type='text'>Rame Rame Ramen</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_4fz159GWrM0/S7YQrTD-dGI/AAAAAAAAAMs/NhacBKqqN9Y/s1600/P3050536.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 225px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_4fz159GWrM0/S7YQrTD-dGI/AAAAAAAAAMs/NhacBKqqN9Y/s320/P3050536.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5455566334643303522" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Bagi penyuka mie dengan bumbu khas Jepang, ada tempat makan baru di bilangan Sunset Road, namanya Rame Rame Ramen. Tempatnya kecil dan agak nyelempit, tapi makanannya lumayan enak dengan bumbu yang tidak tanggung-tanggung. Menu yang disajikanpun beragam tapi tidak neko-neko. Dan bagi yang vegetarian, nggak usah takut untuk datang karena mereka punya beberapa menu khusus vegetarian.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Makanan yang saya cobai adalah tantanmen yang rupanya adalah ramen dengan bumbu yang pedas. Kuahnya kental seperti kare dan rasanya unik. Tidak tanggung-tanggung, saya pesan ukuran medium. Ukuran medium ini disajikan dengan mangkok berdiameter +/- 25cm. (beda harga antara ukuran small dengan medium hanya Rp. 4000,- saja, padahal beda porsinya cukup besar. Jadi saran saya, ambil ukuran medium lalu bagi-bagi dengan teman semeja)&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_4fz159GWrM0/S7YQrR-rWpI/AAAAAAAAAM0/5B1ZJOwdVFA/s1600/P3050526.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 225px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_4fz159GWrM0/S7YQrR-rWpI/AAAAAAAAAM0/5B1ZJOwdVFA/s320/P3050526.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5455566334352644754" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;Tantanmen dengan kuah kental yang pedas.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Yang agak kurang dari restoran ini adalah interiornya yang tidak bernuansa Jepang. Dapurnya yang tertutup pun membuat ciri khas restoran ramen tidak terasa di sini.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Untuk masalah harga, restoran mungil ini bisa dibilang cukup mahal. Semangkuk ramen dengan daging seadanya dihargai sekitar Rp. 35.000,- sampai Rp. 48.000,-.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Rame Rame Ramen&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Jl. Sunset Road No. 1 Blok K&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kuta - Bali 80361&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Telp: 0878-609-42-128&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6515960442576866763-5473365664324678520?l=kulineran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kulineran.blogspot.com/feeds/5473365664324678520/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kulineran.blogspot.com/2010/04/rame-rame-ramen.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515960442576866763/posts/default/5473365664324678520'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515960442576866763/posts/default/5473365664324678520'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kulineran.blogspot.com/2010/04/rame-rame-ramen.html' title='Rame Rame Ramen'/><author><name>Narcistbandit</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_4fz159GWrM0/S_hwvbX19AI/AAAAAAAAANE/X9_TzHvUNKE/S220/davatar01.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_4fz159GWrM0/S7YQrTD-dGI/AAAAAAAAAMs/NhacBKqqN9Y/s72-c/P3050536.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6515960442576866763.post-521667899374169596</id><published>2010-03-27T05:53:00.005+07:00</published><updated>2010-03-27T08:16:52.727+07:00</updated><title type='text'>Popeda</title><content type='html'>Banyak hal yang saya dapatkan dari ekspedisi Maluku kemarin, salah satunya adalah tentang makanan khas Ternate (atau Maluku pada umumnya) yang bernama Popeda. Makanan ini khas karena menggunakan sagu sebagai pengganti nasi. Mungkin kata 'pengganti' dalam kalimat terakhir tidaklah tepat karena sejak SD dulu rasanya saya sudah diajari bahwa makanan utama masyarakat seputar Maluku memanglah sagu. Jadi justru nasilah yang sekarang telah mengganti sagu sebagai makanan utama masyarakat di sana. Karena itu, mencari restoran yang menyajikan Popeda di Ternate bukanlah hal yang mudah. (miris)&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Saat pertama saya bersentuhan dengan Popeda adalah saat yang tak terlupakan. Saya dan seorang teman perjalanan dengan penuh percaya diri memesan dua porsi Popeda. Setelah menunggu beberapa lama, keluarlah semangkuk besar ikan masak woku (sup ikan khas Manado). OK, kami mengira, inilah lauknya. Kamipun bersiap untuk makan. Namun beberapa saat kemudian, keluarlah sebuah nampan besar berisi mangkuk-mangkuk makanan yang isinya: sayur mentah dengan bumbu kacang (mirip karedok), semacam tumis kangkung, sup ikan berwarna merah, singkong rebus, dan pisang rebus. Saat itu kami berdua sudah mulai kelabakan karena begitu banyak makanan di atas meja. Dan rupanya gelontoran makanan tidak berhenti sampai di situ. Masih keluar lagi sepiring ikan goreng, aneka sambal, dan sebagai gongnya, semangkung besar sagu kental nan kenyal. Kamipun geleng-geleng kebingungan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Beruntung ibu pemilik restoran tahu bahwa kami adalah pelancong yang baru pertama kali melihat Popeda dan menawarkan bantuan untuk menunjukkan cara mencampur semua makanan itu.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Jadi pertama, tuangkan kuah ikan ke piring (silakan pilih kuah yang mana, dicampur aduk juga boleh). Kedua, taruh sagu kentalnya ke atas piring yang sudah berkuah itu (cara mengambil sagu yang lengket itu rupanya tidak mudah lho! Harus dipilin-pilin memakai kayu seperti sumpit). Ketiga, silakan mulai makan dengan campuran lauk pauk yang ada.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Bagi saya, yang paling unik dari kulineran kali ini adalah cara memakan pisang rebusnya. Jadi, pisang rebus nan manis dengan lumuran santan itu dimakan dengan menggunakan sambal terasi dan bumbu kacang! Inilah pertama kalinya saya menyatukan pisang rebus dengan sambal terasi. Awalnya tidak tega, tapi mau bagaimana lagi? Perpaduan aneh dengan rasa unik.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_4fz159GWrM0/S61b7ZHMFPI/AAAAAAAAAMk/LUQhHsQdSrI/s1600/P2190281.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_4fz159GWrM0/S61b7ZHMFPI/AAAAAAAAAMk/LUQhHsQdSrI/s320/P2190281.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5453115799726986482" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small; "&gt;&lt;i&gt; Popeda lengkap dengan lauk pauk&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6515960442576866763-521667899374169596?l=kulineran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kulineran.blogspot.com/feeds/521667899374169596/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kulineran.blogspot.com/2010/03/popeda.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515960442576866763/posts/default/521667899374169596'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515960442576866763/posts/default/521667899374169596'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kulineran.blogspot.com/2010/03/popeda.html' title='Popeda'/><author><name>Narcistbandit</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_4fz159GWrM0/S_hwvbX19AI/AAAAAAAAANE/X9_TzHvUNKE/S220/davatar01.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_4fz159GWrM0/S61b7ZHMFPI/AAAAAAAAAMk/LUQhHsQdSrI/s72-c/P2190281.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6515960442576866763.post-6894705377543140278</id><published>2010-03-10T08:15:00.005+07:00</published><updated>2010-09-10T10:21:13.869+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mie'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Masakan Aceh'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Benhil'/><title type='text'>Mie Aceh Meutia</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/S5b0EvnJBXI/AAAAAAAAAtg/DqecOKXNK5w/s1600-h/23548_343810638436_617373436_3715381_6405194_n.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/S5b0EvnJBXI/AAAAAAAAAtg/DqecOKXNK5w/s400/23548_343810638436_617373436_3715381_6405194_n.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5446809161688483186" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Kadang-kadang adalah sebuah kebanggaan tersendiri untuk mengetahui kalau ada orang yang dengan setia membaca blog ini. Saya sempat nyaris terisak ketika membaca di salah satu timeline twitter kalau &lt;a href="http://kulineran.blogspot.com/"&gt;kulineran&lt;/a&gt; sempat menjadi top search google. Itu benar-benar menjadi sesuatu yang membahagiakan saya, dan Narcistbandit pasti merasakan hal yang sama, saya percaya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Masih berkaitan dengan hal di atas, saya juga mau mengucapkan terima kasih untuk semua komentar-komentar yang diberikan, baik melalui obrolan melalui internet, email atau bahkan obrolan-obrolan ketika bertemu. Salah satu teman saya bertanya mengapa rasanya kulineran itu banyak sekali memuat makanan chinese (Merci beaucoup, M. DW!). Yah, sarannya diterima dan kami akan mengusahakan untuk menambahkan variasi jenis tempat makannya deh!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yah, Sabtu kemarin saya membantu teman sedikit dengan pekerjaannya. Kebetulan saya harus datang ke tempatnya di daerah Ciledug. Jujur saja, saya termasuk orang yang kurang pengetahuan dalam hal area di Jakarta. Saya termasuk penduduk Jakarta yang sangat bergantung pada kemurahan supir taksi, khususnya untuk daerah-daerah yang belum pernah saya kunjungi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepulang dari tempat teman saya itu, saya tidak berhasil mendapatkan taksi, saya disarankan ke Blok M, lalu melanjutkan dengan TransJakarta ke Kota. Ketika sampai di halte perhentian di depan Pacific Place, saya terpikirkan tempat makan mie Aceh di Bendungan Hilir. Saya memutuskan untuk turun di halte tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan berjalan kaki sekitar 5 - 10 menit, saya menemukan rumah makan Meutia, rumah makan makanan khas Aceh. Kalau lagu "La vie en rose" mengingatkan saya akan Paris (belagu bener ya?), ondel-ondel mengingatkan saya akan kota Jakarta, mungkin Meutia bisa mengingatkan orang yang pernah ke Aceh akan propinsi di ujung pulau Sumatra tersebut (see, Danang, I'm not that ignorant when it comes to map!).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan interior disain yang dilengkapi dengan gendang Aceh, tenunan kain Aceh dan beberapa foto jaman dulu. Meja makannya juga terbuat dari kayu yang kokoh memberikan kesan tradisional. Saya memesan mie goreng basah udang dan ayam tangkap buat pelengkap saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bumbu mie goreng-nya tajam banget dan berasa sampai ke dalam perut. Pertama saya bingung, karena selain satu piring mie goreng, saya dihidangi juga dengan satu piring tambahan yang isinya potongan bawang merah, jeruk limo dan emping. Saya baru mengerti kalau potongan bawang dan jeruk itu penting bukan hanya untuk menetralkan ketajaman bumbu mie gorengnya, tetapi justru membuat mie gorengnya menjadi lebih mantap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayam goreng tangkap-nya sendiri terdiri dari potongan-potongan ayam kecil dengan daun tangkap. Begitu potongan pertama saya kunyah, tangan saya tidak dapat berhenti mengunyah ayam goreng ini. Mie aceh itu terkenal dimasak dengan kepiting, kebetulan ketika saya berkunjung kepiting yang tersedia kurang menarik, saya memilih dengan udang. Pramusaji Meutia juga berpesan kalau memang mie goreng Aceh dengan kepiting yang menjadi incaran, ada baiknya menghubungi mereka dengan telepon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meutia - Masakan Aceh&lt;br /&gt;Jl. Raya Bendungan Hilir Kav. 36A No. 16&lt;br /&gt;Jakarta Pusat&lt;br /&gt;Phone: (021) 573 6718&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6515960442576866763-6894705377543140278?l=kulineran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kulineran.blogspot.com/feeds/6894705377543140278/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kulineran.blogspot.com/2010/03/mie-aceh-meutia.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515960442576866763/posts/default/6894705377543140278'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515960442576866763/posts/default/6894705377543140278'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kulineran.blogspot.com/2010/03/mie-aceh-meutia.html' title='Mie Aceh Meutia'/><author><name>@ohtxela</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10150570449774497934</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/S-ZbVxKvs5I/AAAAAAAAAyo/J6nbyGLK6ks/S220/n617373436_1667647_1269418.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/S5b0EvnJBXI/AAAAAAAAAtg/DqecOKXNK5w/s72-c/23548_343810638436_617373436_3715381_6405194_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6515960442576866763.post-6539357683369964102</id><published>2010-03-01T21:02:00.005+07:00</published><updated>2010-09-10T10:21:36.512+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kaki Lima'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Siomay'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Raden Saleh'/><title type='text'>Siomay Raden Saleh</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/S4vJTn-M6EI/AAAAAAAAAs8/3lQ2FJ7Lukw/s1600-h/002.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 199px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/S4vJTn-M6EI/AAAAAAAAAs8/3lQ2FJ7Lukw/s400/002.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5443665913591949378" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saya mempunyai dua orang sahabat yang kalau diajak ngobrol tentang makanan pasti nyambung saja. Diana dan Clifford, yang kebetulan kalau pulang dari kantor, kita melewati rute yang sama. Karena dua hal ini, gak heran kalau kami (tergantung mood dan ketebalan kantong juga) menyempatkan diri untuk memanjakan alat pengecap.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Salah satu tempat makan yang menjadi tempat nongkrong kesukaan kami itu adalah Siomay Raden Saleh. Karena lumayan sering kami nongkrong di tempat ini, gak heran kalau kami sudah menggunakan nama depan dengan si penjual siomay, Hendri. Kami merujuk tempat nongkrong murah-meriah-mantap ini dengan panggilan Siomay Hendri.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/S4vJOYm8QXI/AAAAAAAAAs0/M1r7YF6OYjY/s1600-h/001.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/S4vJOYm8QXI/AAAAAAAAAs0/M1r7YF6OYjY/s400/001.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5443665823568511346" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Apa yang membedakan Siomay si Hendri dengan siomay-siomay lainnya? Bukannya makanan-makanan seperti siomay atau bakso itu begitu umumnya, sehingga standard untuk menentukan satu lebih enak daripada yang lain itu buram banget.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Nah, siomay Hendri ini kerasa banget asli ikannya, jadi bukan gumpalan tepung sebagaimana siomay yang dijual dengan sepeda pada umumnya. Bumbu kacangnya itu sulit untuk dituangkan dalam kata-kata, membayangkan saja saat ini membuat saya lapar lagi. Yang paling penting, Hendri itu boros banget menuangkan bumbu kacangnya. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kalau lagi musim-nya makan siomay (emang ada yah musimnya? HEHEHEHE. Maksudnya lagi ramai-ramai-nya), Hendri cuma jualan dari jam 5:30 sampai jam 6:00 sore. Saya tidak bercanda untuk hal ini. Siomay satu panci gede itu bisa habis dalam waktu 30menit sampai 1 jam. Siomay Hendri juga merupakan satu-satunya tempat makan yang saya harus tungguin, karena pernah sekali, saya tiba duluan dan Hendri (dengan sepeda ontel-nya) kejebak macet. HEHEHE. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Siomay Hendri&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Depan tempat photocopy Ragil&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Depan rumah makan CS&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jl. Raden Saleh&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jakarta Pusat&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6515960442576866763-6539357683369964102?l=kulineran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kulineran.blogspot.com/feeds/6539357683369964102/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kulineran.blogspot.com/2010/03/siomay-raden-saleh.html#comment-form' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515960442576866763/posts/default/6539357683369964102'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515960442576866763/posts/default/6539357683369964102'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kulineran.blogspot.com/2010/03/siomay-raden-saleh.html' title='Siomay Raden Saleh'/><author><name>@ohtxela</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10150570449774497934</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/S-ZbVxKvs5I/AAAAAAAAAyo/J6nbyGLK6ks/S220/n617373436_1667647_1269418.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/S4vJTn-M6EI/AAAAAAAAAs8/3lQ2FJ7Lukw/s72-c/002.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6515960442576866763.post-4685102225646354587</id><published>2010-02-21T07:22:00.004+07:00</published><updated>2010-02-21T08:17:51.345+07:00</updated><title type='text'>Casa Luna</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: left;"&gt;Berjalan meniti trotoar pusat kota Ubud menuju ke museum Blanco, di situlah saya menemukan restoran unik ini. Letaknya yang dekat dengan pusat keramaian tidak membuat kedamaian di restoran ini terusik sedikitpun.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Saat masuk, saya disuguhi pemandangan dan harum aroma roti juga pastry yang berjajar rapi di etalase. Ada tiga pilihan tempat duduk di restoran ini: teras, dengan pemandangan ke jalanan Ubud, lantai 1 dengan pemandangan ke sungai dan jalanan kota, dan lantai dasar dengan pemandangan sungai dan hutan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_4fz159GWrM0/S4CHZL2VVNI/AAAAAAAAAMM/1jg0TQpARlg/s1600-h/P1260097.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 225px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_4fz159GWrM0/S4CHZL2VVNI/AAAAAAAAAMM/1jg0TQpARlg/s320/P1260097.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5440497216610718930" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;&lt;i&gt;Tempat duduk yang nyaman.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_4fz159GWrM0/S4CHZSxh72I/AAAAAAAAAMU/0ke7clEN2TY/s1600-h/P1260099.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 225px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_4fz159GWrM0/S4CHZSxh72I/AAAAAAAAAMU/0ke7clEN2TY/s320/P1260099.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5440497218469621602" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;Pemandangan dari tempat saya duduk.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Setelah duduk nyaman, menupun dihaturkan. Dalam buku menu itu bisa dibaca sejarah Casa Luna dan berbagai restoran dibawah payungnya. Juga bisa dilihat jadwal kelas-kelas memasak yang diadakan oleh pemilik restoran ini (Janet dan Ketut).&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dari daftar menu yang cukup beragam, saya memilih &lt;i&gt;Fresh Hibiscus Tea&lt;/i&gt; (Rp. 7000 saja) dan &lt;i&gt;Cinnamon Roll &lt;/i&gt;(juga Rp. 7000). Fresh hibiscus tea yang berwarna merah, terasa sangat segar membasahi tenggorokan yang kering akibat berjalanan di tengah panasnya Ubud siang itu, sedangkan Cinnamon Roll dengan wangi yang khas membuat sore saya jadi menyenangkan!&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_4fz159GWrM0/S4CHZxY1XWI/AAAAAAAAAMc/U-W3JpubcgI/s1600-h/P1260094.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 225px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_4fz159GWrM0/S4CHZxY1XWI/AAAAAAAAAMc/U-W3JpubcgI/s320/P1260094.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5440497226687536482" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Casa Luna: &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Jl. Raya Ubud, Ubud - Bali&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Telpon: 0361-977 409&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Fax: 0361-973 282&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Website: www.casalunabali.com&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6515960442576866763-4685102225646354587?l=kulineran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kulineran.blogspot.com/feeds/4685102225646354587/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kulineran.blogspot.com/2010/02/casa-luna.html#comment-form' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515960442576866763/posts/default/4685102225646354587'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515960442576866763/posts/default/4685102225646354587'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kulineran.blogspot.com/2010/02/casa-luna.html' title='Casa Luna'/><author><name>Narcistbandit</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_4fz159GWrM0/S_hwvbX19AI/AAAAAAAAANE/X9_TzHvUNKE/S220/davatar01.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_4fz159GWrM0/S4CHZL2VVNI/AAAAAAAAAMM/1jg0TQpARlg/s72-c/P1260097.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6515960442576866763.post-5563307066407283268</id><published>2010-02-20T06:10:00.008+07:00</published><updated>2010-02-21T07:11:36.601+07:00</updated><title type='text'>The Beach House</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;i&gt;"Hard to find - Hard to forget"&lt;/i&gt; itulah yang menjadi &lt;i&gt;tag line&lt;/i&gt; restoran yang terletak di salah satu pantai 'tersembunyi' di Bali. Dan memang benar. Butuh empat kali perjalanan (2 kali disupirin teman, 1 kali kesasar parah, dan 1 kali kesasar tapi tidak terlalu parah) untuk kemudian saya hafal jalan menuju ke restoran ini. Memang jalan menuju lokasi restoran ini bukanlah jalanan yang umum dilewati orang. Jalanannya berlubang, tidak terlalu lebar, dan kalau kesasar amat susah untuk berputar. Yah, namanya juga pantai tersebunyi!&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sesampai di lokasi, saya disambut oleh pandangan laut yang begitu memukau. Jauh dari hiruk-pikuk turis yang lalu-lalang dan permainan-permainan pantai yang ribut. Yang ada hanya beberapa penikmat selancar yang berbaring tenang di papan mereka sambil menunggu ombak datang untuk ditunggangi. Jajaran restoran dengan payung pantai warna-warnipun ikut menghiasi pantai yang indah ini. Echo beach, itulah nama pantai ini. Letaknya di Canggu, jalan menuju pura tenar Tanah Lot.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_4fz159GWrM0/S4B3ZWw_gcI/AAAAAAAAALs/0OL1F8YzTao/s1600-h/echo01.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 119px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_4fz159GWrM0/S4B3ZWw_gcI/AAAAAAAAALs/0OL1F8YzTao/s320/echo01.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5440479627355062722" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dari sekian banyak restoran yang ada, saya memilih The Beach House. Bukan hanya karena restoran ini adalah restoran terbesar dan terenak dilihat yang ada di lokasi itu, tapi juga karena The Beach House menawarkan menu BBQ dengan harga murah meriah dengan &lt;i&gt;side dish&lt;/i&gt; yang &lt;i&gt;all you can eat&lt;/i&gt;! Ya! Di mana ada menu &lt;i&gt;all you can eat&lt;/i&gt;, di situ ada saya!&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Bayangkan, dengan hanya membayar mulai dari Rp. 20.000 saja, saya bisa makan ketang panggang, coleslaw, telur puyuh, roti baguette, aneka salad dengan aneka &lt;i&gt;dressing&lt;/i&gt;, nasi putih dan nasi kuning dengan aneka sambal, keju krim, sebanyak-banyaknya, sekenyang-kenyangnya!&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_4fz159GWrM0/S4B4QaEEFvI/AAAAAAAAAL0/Nh8Emo3GiII/s1600-h/echo02.jpg"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 119px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_4fz159GWrM0/S4B4QaEEFvI/AAAAAAAAAL0/Nh8Emo3GiII/s320/echo02.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5440480573133166322" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;Beli yang kiri, dapat gratis yang kanan sepuasnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Untuk menu BBQ, tamu dipersilakan memilih sendiri apa yang diinginkan. Tinggal tunjuk, maka juru masak akan dengan sigap membantu memanggangkan dan menyiapkan makanan segar tersebut ke meja. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Saat-saat terbaik di pantai ini adalah saat menunggu matahari terbenam (dan makanan matang) dengan &lt;i&gt;wine&lt;/i&gt; di tangan dan obrolan yang menyenangkan. Tidak ada yang lebih nikmat daripada itu.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_4fz159GWrM0/S4B5l0fytgI/AAAAAAAAAME/22XYt8XwRD8/s1600-h/P1250069.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 213px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_4fz159GWrM0/S4B5l0fytgI/AAAAAAAAAME/22XYt8XwRD8/s320/P1250069.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5440482040517670402" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;Sunset di Echo Beach.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Yang agak kurang menyenangkan dari The Beach House adalah bahwa pada malam-malam di akhir minggu biasanya mereka menyajikan &lt;i&gt;live music &lt;/i&gt;yang bagi saya agak terlalu kencang volumenya sehingga mengganggu keasyikan mengobrol. Karenanya saya memilih untuk tidak datang di malam-malam itu.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sebagai catatan, di pantai ini sangat banyak anjing yang ramah pada pendatang. Mereka biasanya mendekat dan berada di sekitar meja makan untuk sekedar duduk sambil berharap ada remahan makanan yang terjatuh dari meja. Tenang, mereka tidak agresif apalagi menggigit. Mereka sangat ramah. Anjing-anjing di Echo beach selalu berada dalam pengawasan dokter hewan. Karenanya pengunjung dilarang memberikan makanan ke anjing-anjing ini.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6515960442576866763-5563307066407283268?l=kulineran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kulineran.blogspot.com/feeds/5563307066407283268/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kulineran.blogspot.com/2010/02/beach-house.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515960442576866763/posts/default/5563307066407283268'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515960442576866763/posts/default/5563307066407283268'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kulineran.blogspot.com/2010/02/beach-house.html' title='The Beach House'/><author><name>Narcistbandit</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_4fz159GWrM0/S_hwvbX19AI/AAAAAAAAANE/X9_TzHvUNKE/S220/davatar01.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_4fz159GWrM0/S4B3ZWw_gcI/AAAAAAAAALs/0OL1F8YzTao/s72-c/echo01.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6515960442576866763.post-6306099633957121379</id><published>2010-02-17T12:28:00.008+07:00</published><updated>2010-09-10T10:22:08.972+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Masakan Chinese'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kuetiaw'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dim sum'/><title type='text'>Kwetiaw Siram Sea Food Telur</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/S3y5GFwIYzI/AAAAAAAAAsY/_IEJyErmNt4/s1600-h/03.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/S3y5GFwIYzI/AAAAAAAAAsY/_IEJyErmNt4/s400/03.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5439425964231123762" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Awal-awal saya baru bekerja, saya suka sekali makan di Eaton. Secara khusus, Eaton yang berlokasi di Taman Anggrek, karena perjalanan balik dari kantor selalu melewati Taman Anggrek, jadi memungkinkan untuk mampir. Waktu dulu, makan di Eaton itu berasa banget mewahnya (eh, sekarang juga masih berasa demikian sih. HEHEHE).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gak tahu saya ini neophobia (takut akan hal-hal baru), obsesif kompulsif atau memang doyan saja, tapi dari dulu setiap saya mengunjungin Eaton, saya selalu memesan hal yang sama, yaitu kwetiaw siram sea food telur dan tambahannya satu atau dua porsi siomay. Saya tidak sendiri dalam hal menyukai kuetiaw Eaton, karena kabar dari sumber yang sangat bisa dipercaya alat pengecapnya, kalau Eaton memang terkenal kuetiaw-nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dengan &lt;a href="http://kulineran.blogspot.com/2009/11/kuetiaw-sapi-78.html"&gt;kuetiaw siram Mangga Besar 78&lt;/a&gt;, kuetiaw siram Eaton berasa lebih berwarna dan lebih berbumbu. Bentuk kuetiaw-nya juga lebih lebar dan sedikit lengket, tapi itu tidak mengurangi kenikmatan kuetiaw yang mantap banget kalo disantap dalam keadaan panas. Bahkan terakhir saya ke sana, kuetiaw siram Eaton mengalami perubahan drastis, lebih khas wangi-nya, seperti ada tambahan minyak wijen cina dan ini juga membuat warna kuah-nya menjadi coklat tua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara untuk siomay-nya, dalam keadaan baru diangkat dari panci kukusan, campuran udang dan dagingnya begitu nikmat dan jujur setiap potongan terakhir siomay tersebut habis, selalu dalam hati saya, bergejolak rasa puas dan pingin lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke restoran Eaton, restoran ini memiliki beberapa cabang di Jakarta. Saya sampai saat ini, sudah mengunjungi 5 cabang restoran ini, Cilandak, Citraland, Taman Anggrek, Mangga Dua Square dan pusatnya di Muara Karang. Uniknya, masing-masing cabang berbeda satu sama lain. Eaton Cilandak itu paling sempit. Eaton Citraland mempunyai pelayanan yang paling buruk di samping penataan interior yang terburuk juga. Eaton Taman Anggrek itu paling sering gak pas hasil masakannya. Eaton Mangga Dua Square paling cepat pelayanannya. Eaton Muara Karang itu paling keren tempatnya (yah iyahlah, itu kan pusatnya!).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;Eaton Muara Karang&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;Jl. Pluit Karang Timur B VIII T / 110-111 &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;Muara Karang, Jakarta Utara&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;Phone: (021)6669-7186&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6515960442576866763-6306099633957121379?l=kulineran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kulineran.blogspot.com/feeds/6306099633957121379/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kulineran.blogspot.com/2010/02/kwetiaw-siram-sea-food-telur.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515960442576866763/posts/default/6306099633957121379'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515960442576866763/posts/default/6306099633957121379'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kulineran.blogspot.com/2010/02/kwetiaw-siram-sea-food-telur.html' title='Kwetiaw Siram Sea Food Telur'/><author><name>@ohtxela</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10150570449774497934</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/S-ZbVxKvs5I/AAAAAAAAAyo/J6nbyGLK6ks/S220/n617373436_1667647_1269418.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/S3y5GFwIYzI/AAAAAAAAAsY/_IEJyErmNt4/s72-c/03.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6515960442576866763.post-3268768174885677431</id><published>2010-01-29T06:49:00.010+07:00</published><updated>2010-09-10T10:22:29.805+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mie'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Masakan Chinese'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sup'/><title type='text'>Mie Sayur / Sop Shanghai</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/S2JPyr3UQJI/AAAAAAAAArA/FTw1V8Dfh-8/s1600-h/002.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 296px; height: 400px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/S2JPyr3UQJI/AAAAAAAAArA/FTw1V8Dfh-8/s400/002.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5431991832749031570" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Saya punya pengalaman buruk ketika mengunjungi Depot 369 untuk pertama kali-nya. Waktu itu, saya ingat memesan mie sayur sop shanghai untuk pertama kali-nya. Ketika mie sayur tiba di depan muka saya, mungkin karena rasa lapar atau intuisi kehewanan yang ada jauh di dalam diri saya, saya langsung menyerang mie dan sop-nya dengan terburu-buru. Alhasil, bibir saya terbakar.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Dari tampilan penyajiannya, mie sayur dengan sop shanghai ini terlihat biasa saja yah, tapi sebenarnya sop-nya itu panas buanget, seolah-olah memang disajikan dalam kondisi mendidih tapi itu juga yang membuat sop ini mantap banget disantap di musim hujan atau kalau semisalnya sedang kurang sehat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mie-nya sendiri itu ada 4 pilihan (kalau gak salah), saya paling suka dengan mie hijau, karena mengandung sari sayuran, yang mungkin karena sugesti aja, setiap selesai makan, malamnya atau paginya saya selalu lancar mengunjungi toilet. Kandungan dalam sop yang super panas itu adalah daging dari 3 hewan yang berbeda dan seonggok jahe segede jempol (gak heran panas-nya seolah-olah ditampar sandal).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mie sop shanghai dengan es teh lemon membuat gue mengeluarkan uang tidak sampai dengan lima puluh ribu Rupiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Depot 369&lt;br /&gt;Pluit Village, Lt. I No. 107&lt;br /&gt;Jakarta Utara&lt;br /&gt;Phone: (021) 6667 0367&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6515960442576866763-3268768174885677431?l=kulineran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kulineran.blogspot.com/feeds/3268768174885677431/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kulineran.blogspot.com/2010/01/mie-sayur-sop-shanghai.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515960442576866763/posts/default/3268768174885677431'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515960442576866763/posts/default/3268768174885677431'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kulineran.blogspot.com/2010/01/mie-sayur-sop-shanghai.html' title='Mie Sayur / Sop Shanghai'/><author><name>@ohtxela</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10150570449774497934</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/S-ZbVxKvs5I/AAAAAAAAAyo/J6nbyGLK6ks/S220/n617373436_1667647_1269418.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/S2JPyr3UQJI/AAAAAAAAArA/FTw1V8Dfh-8/s72-c/002.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6515960442576866763.post-8291280551149089013</id><published>2010-01-10T14:49:00.005+07:00</published><updated>2010-09-10T10:22:39.379+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Penyet'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pluit'/><title type='text'>Warung Bu Kris</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/S0mLFBI833I/AAAAAAAAApc/YF0B5lYrcgQ/s1600-h/IMG00621-20100101-1336.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/S0mLFBI833I/AAAAAAAAApc/YF0B5lYrcgQ/s400/IMG00621-20100101-1336.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5425020144466059122" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Yah, kalo anda adalah penggemar masakan Jawa Timur, kayaknya anda harus kunjungi Warung Bu Kris, di Pluit. Dari kaos sang pramusaji, saat ini Warung Bu Kris (yang konon katanya tersohor banget di Surabaya itu) cuma ada di dua tempat di Jakarta. Di Fatmawati dan Pluit, yang mana kebetulan cuma sejengkalan dari rumah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saya waktu itu, memesan iga penyet dan kuah rawon iga. Kalo anda tanya Iga Penyet itu apaan? Penjelasan paling sederhana yang paling mungkin saya berikan adalah iga penyet itu daging iga yang digoreng kemudian disajikan di atas sambal terasi. Metode makan boleh dengan tangan atau sendok-garpu, tergantung nyamannya saja. Selain iga, juga tersedia ayam dan berbagai ikan. Ada juga menu paketan, misalnya: Ayam, lengkap dengan tempe, tahu dan empal.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/S0mKx69O6NI/AAAAAAAAApU/sLRw7GCgkDE/s1600-h/IMG00622-20100101-1336.jpg"&gt;&lt;img src="http://1.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/S0mKx69O6NI/AAAAAAAAApU/sLRw7GCgkDE/s400/IMG00622-20100101-1336.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5425019816388782290" style="display: block; margin-top: 0px; margin-right: auto; margin-bottom: 10px; margin-left: auto; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px; " /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ini adalah restoran ala penyet kedua yang saya kunjungi. Saya lebih menyukai Warung Bu Kris, karena sambal-nya wangi dan iga-nya juga lembut tetapi tidak sampai hancur. Yah, saya akui rawon-nya tidak semantap yang saya bayangkan, tapi penyet di sini layak dicoba.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Warung Bu Kris yang dibandingkan dengan resto-resto lain di sekitar Pluit tampaknya lumayan murah, di waktu makan siang ramai banget. Oyah, sehabis makan boleh juga tuh pesan kacang hijau dengan susu (atau santan yah?), dingin-dingin menyegarkan. Yah, beruntungnya karena tempatnya lumayan besar, jadi gak terlalu sulit untuk mendapatkan tempat duduk dan tidak perlu antri lama. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Warung Bu Kris&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jl. Pluit Permai Raya No. 10&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seberang Pluit Village, dekat ILP&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6515960442576866763-8291280551149089013?l=kulineran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kulineran.blogspot.com/feeds/8291280551149089013/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kulineran.blogspot.com/2010/01/warung-bu-kris.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515960442576866763/posts/default/8291280551149089013'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515960442576866763/posts/default/8291280551149089013'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kulineran.blogspot.com/2010/01/warung-bu-kris.html' title='Warung Bu Kris'/><author><name>@ohtxela</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10150570449774497934</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/S-ZbVxKvs5I/AAAAAAAAAyo/J6nbyGLK6ks/S220/n617373436_1667647_1269418.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/S0mLFBI833I/AAAAAAAAApc/YF0B5lYrcgQ/s72-c/IMG00621-20100101-1336.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6515960442576866763.post-1556493637803029721</id><published>2010-01-09T09:52:00.005+07:00</published><updated>2010-09-10T10:22:51.318+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mie'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pluit'/><title type='text'>Bakmi Tiong Sim</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/S0fv8XkeSVI/AAAAAAAAAo8/W8c1EEUaUHM/s1600-h/IMG00627-20100109-0911.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/S0fv8XkeSVI/AAAAAAAAAo8/W8c1EEUaUHM/s400/IMG00627-20100109-0911.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5424568096589236562" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pendapat saya tentang Bakmi Tiong Sim Pluit akan sangat subjektif, mengingat ini adalah salah satu tempat makan yang saya kenal dan kunjungi selama kurang lebih 4 tahun. Saya ingat pertama kali saya mengunjungi tempat ini karena tempat ini paling sepi di antara rentetan restoran di jalan Pluit Sakti dan karena sifat malas mengantri saya, Tiong Sim saat itu tampaknya adalah pilihan yang baik.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kalau Bakmi Orpa yang menjadi bintang adalah MIE-nya, mungkin untuk TIONG SIM, yang menjadi bintang adalah PANGSIT-nya. Walau mie-nya sediri lumayan enak dan tidak mengecewakan. Pangsit daging yang rasanya pas dan sepertinya ditambah dengan potongan-potongan kecil jamur dan udang (sayangnya, sang pemilik gak rela resep-nya dibagikan).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mie Tiong Sim selalu terlihat seperti hidangan yang besar, tapi di bawah tumpukan mie dan lauk itu, terdapat lapisan sayur caisim yang diberikan dalam jumlah lumayan besar (Untuk seorang penggemar sayur, saya sangat menikmati hadiah kecil ini).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saya adalah orang yang menikmati Bakmi dengan potongan cabe rawit yang diasamkan dengan cuka. Dan Bakmi Tiong Sim (walaupun menyediakan sambal dalam bentuk saos), selalu menganjurkan kalau bakmi Tiong Sim lebih mantap disantap dengan potongan-potongan cabe. Harga 1 porsi bakmi di sini adalah Rp. 22.000,- dan selain bakmi, mereka menyediakan bubur dan nasi tim.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Oya di awal tulisan saya, saya menuliskan kalau Bakmi Tiong Sim tampaknya paling sepi, walau sepi, tapi kompor dan sang peracik mie tidak pernah meninggalkan meja racikan ataupun berhenti, karena selalu ada pesanan, dan biasanya untuk pesan-antar. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bakmi Tiong Sim&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jl. Pluit Sakti Raya No. 85&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jakarta Utara&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Telep&lt;span&gt;&lt;span&gt;on: (021) 669-2730&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"   style=";font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6515960442576866763-1556493637803029721?l=kulineran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kulineran.blogspot.com/feeds/1556493637803029721/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kulineran.blogspot.com/2010/01/bakmi-tiong-sim.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515960442576866763/posts/default/1556493637803029721'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515960442576866763/posts/default/1556493637803029721'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kulineran.blogspot.com/2010/01/bakmi-tiong-sim.html' title='Bakmi Tiong Sim'/><author><name>@ohtxela</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10150570449774497934</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/S-ZbVxKvs5I/AAAAAAAAAyo/J6nbyGLK6ks/S220/n617373436_1667647_1269418.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/S0fv8XkeSVI/AAAAAAAAAo8/W8c1EEUaUHM/s72-c/IMG00627-20100109-0911.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6515960442576866763.post-5617549477108040342</id><published>2009-12-30T16:08:00.003+07:00</published><updated>2010-09-17T08:29:07.413+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mie'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kota'/><title type='text'>Bakmi Orpa</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/SxDpUIBHpqI/AAAAAAAAAlo/PKK-g7yztwc/s1600/IMG00468-20091122-1106.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 301px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/SxDpUIBHpqI/AAAAAAAAAlo/PKK-g7yztwc/s400/IMG00468-20091122-1106.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5409079684430800546" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jujur, kalau belum pernah mengunjungi tempat ini, Bakmi Orpa sedikit sulit untuk ditemukan. Selain berlokasi terpencil dari area Kota Tua, Bakmi Orpa juga tidak menggantungkan papan nama dalam bentuk apapun yang menandakan keberadaan-nya. Mungkin salah satu indikasi penting-nya adalah parkiran mobil yang paling ramai di jalan Malaka II.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Yah, di hari Sabtu dan Minggu, untuk datang mengunjungi Bakmi Orpa dan langsung mendapatkan meja adalah keajaiban. Karena biasanya, selalu ada antrian. Dua kali sudah saya mengunjungi tempat ini. Kali yang pertama, bersama sahabat saya dari Bali di hari Minggu, pukul 11:30an, yang mana tampaknya adalah jam yang baik, sudah melewati jam sarapan, tetapi masih terlalu pagi untuk makan siang. Kami langsung mendapatkan meja (walau harus berbagi dengan orang lain dan setelah itu, antrian terciptakan. Kami hanya beruntung!).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kali yang kedua, bersama-sama dengan teman-teman kantor akhir-akhir ini di hari biasa. Tidak seramai akhir pekan, tetapi hampir semua meja terisi. Ketika kami meninggalkan tempat ini, pengunjung terus berdatangan. Saya cuma bisa bilang: &lt;i&gt;Business is definitely good for Orpa!&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berbeda dengan bakmi-bakmi lainnya, bakmi Orpa sedikit kenyal, gurih dan WANGI! Begitu nikmat-nya mie-nya, seolah-olah lauknya tidak penting lagi. Untuk pertama kali-nya, MIE menjadi bintang, bukan lauknya. Seolah-olah hanya mengandalkan MIE-nya, Orpa bahkan tidak peduli kalau kuah yang menjadi teman mie itu rasanya tawar dan nyaris tidak beda dengan air tuangan Aqua. Sekali lagi, MIE yang menjadi bintang di sini.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Teman kantor saya mencurigai kalau MIE-nya direndam dalam waktu tertentu dengan minyak dari hewan ternak tertentu. HEHEHE. Seperti saya sampaikan sebelumnya, MIE adalah bintangnya di sini, jadi hal-hal lain, seperti pangsit biasa saja (walau saya suka sih, karena bentuknya tidak terlalu besar), bakso gorengnya juga sangat biasa.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Oyah, salah satu snack yang mantap itu, bola UBI goreng. Terbuat dari ubi, tanpa isi, bola UBI rasanya manis tanpa isi. Cocok banget dipesan sambil menunggu 10-15 menit sebelum MIE disajikan. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bakmi ORPA&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Jl. Malaka II No. 25&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Jakarta Pusat&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ph. (021) 691 2450&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6515960442576866763-5617549477108040342?l=kulineran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kulineran.blogspot.com/feeds/5617549477108040342/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kulineran.blogspot.com/2009/11/bakmi-orpa.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515960442576866763/posts/default/5617549477108040342'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515960442576866763/posts/default/5617549477108040342'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kulineran.blogspot.com/2009/11/bakmi-orpa.html' title='Bakmi Orpa'/><author><name>@ohtxela</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10150570449774497934</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/S-ZbVxKvs5I/AAAAAAAAAyo/J6nbyGLK6ks/S220/n617373436_1667647_1269418.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/SxDpUIBHpqI/AAAAAAAAAlo/PKK-g7yztwc/s72-c/IMG00468-20091122-1106.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6515960442576866763.post-711507467014903425</id><published>2009-12-04T16:43:00.011+07:00</published><updated>2009-12-05T06:33:50.249+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Murah Meriah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Makanan Pinggir Jalan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Makanan Indonesia'/><title type='text'>Ayam Goreng Kalasan Mbok Limbok</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_4fz159GWrM0/SxmZAD252wI/AAAAAAAAALM/nLrsklkPKCM/s1600-h/PB092007.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 225px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_4fz159GWrM0/SxmZAD252wI/AAAAAAAAALM/nLrsklkPKCM/s320/PB092007.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5411524653577001730" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Beberapa bulan lalu seorang teman bercerita bahwa tempat makan favoritnya ketika pulang tengah malam dari tempat kerja adalah warung Ayam Goreng Kalasan Mbok Limbok ini. Waktu itu saya hanya menanggapinya biasa saja karena dari luar tidak terlihat ada yang istimewa dari tempat makan ini. Tapi, setelah kemarin malam saya mencobainya sendiri, rupanya memang banyak alasan yang bisa dipakai untuk menjadikan tempat makan ini sebagai tempat makan favorit!&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Terletak di jalan Patih Jelantik, dekat sentral parkir Kuta, rumah makan Ayam Goreng Kalasan Mbok Limbok bisa dibilang cukup strategis. Dari luar, rumah makan ini terlihat lumayan aneh, dengan tenda model kawinan terpasang didepannya sebagai dapur dan tempat duduk seadanya di area tenda itu. Namun begitu masuk kedalamnya maka pengunjung akan diajak untuk duduk di meja kayu unik yang terlihat seperti barang dagangan. Ya, bagian dalam rumah makan ini adalah galeri yang menjual barang-barang antik berbahan kayu. Pengunjung boleh duduk dimana saja. Tinggal pilih meja yang paling artistik, silakan duduk dan rasakan makan di meja itu.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_4fz159GWrM0/SxmZSUygXMI/AAAAAAAAALU/HeTYuQsUUq4/s1600-h/PB091996.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 225px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_4fz159GWrM0/SxmZSUygXMI/AAAAAAAAALU/HeTYuQsUUq4/s320/PB091996.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5411524967359601858" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;Interior yang layaknya sebuah galeri.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dalam urusan pelayananan, rumah makan ini juga tidak kalah unik. Pengunjung dipersilakan menulis sendiri apa-apa yang mau dipesan, lalu menyerahkannya pada pelayan. Setelah makanan datang, pengunjung dipersilakan mengambil nasi, sambal, dan lalapan sendiri. Semua bebas diambil berapapun kuantitasnya. (Pantesan teman saya itu menjadikan tempat ini sebagai tempat makan favorit!). Setelah makan, buah-buahan pun bisa dinikmati secara GRATIS!&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_4fz159GWrM0/SxmaAbStC9I/AAAAAAAAALc/W4AookRxR5E/s1600-h/PB091993.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 225px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_4fz159GWrM0/SxmaAbStC9I/AAAAAAAAALc/W4AookRxR5E/s320/PB091993.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5411525759379246034" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;Nasi, lalapan, sambal, silakan ambil sendiri!&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Soal harga, kata murah memang tak ada tandingannya. Untuk nasi bebek dihargai 16 ribu rupiah saja. Nasi ayam kampung 16 ribu rupiah, nasi ayam biasa 12 ribu rupiah, nasi lele 12 ribu rupiah. Semua lengkap dengan kremesan yang renyah dan gurih!&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ayam Goreng Kalasan Mbok Limbok&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Jl. Patih Jelantik, depan sentral parkir Kuta&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kuta-Bali&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6515960442576866763-711507467014903425?l=kulineran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kulineran.blogspot.com/feeds/711507467014903425/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kulineran.blogspot.com/2009/12/ayam-goreng-kalasan-mbok-limbok.html#comment-form' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515960442576866763/posts/default/711507467014903425'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515960442576866763/posts/default/711507467014903425'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kulineran.blogspot.com/2009/12/ayam-goreng-kalasan-mbok-limbok.html' title='Ayam Goreng Kalasan Mbok Limbok'/><author><name>Narcistbandit</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_4fz159GWrM0/S_hwvbX19AI/AAAAAAAAANE/X9_TzHvUNKE/S220/davatar01.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_4fz159GWrM0/SxmZAD252wI/AAAAAAAAALM/nLrsklkPKCM/s72-c/PB092007.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6515960442576866763.post-7383813738661215725</id><published>2009-12-02T20:56:00.001+07:00</published><updated>2009-12-02T19:58:46.386+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Makanan Thailand'/><title type='text'>Mama Kitchen</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: left;"&gt;Tempat yang satu ini memang sudah pernah dibahas oleh Alex. Tapi bagaimanapun saya tidak puas kalau tidak menuangkan apa kata lidah saya tentang tempat ini.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Awalnya saya tidak berharap apa-apa tentang tempat makan yang terletak di Mangga Dua Mall ini. Menurut saya, makanan ditempat ini ya standar-standar saja karena memang orang pergi ke Mangga Dua bukanlah untuk makan. Tapi untuk mencari DVD bajakan atau kebutuhan elektronik. (Itu menurut saya).&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tapi Alex berpendapat lain. Dia meyakinkan saya untuk mencobai tempat makan yang satu ini: Mama Kitchen. Katanya, tempat ini selalu penuh dan ramai. Bahkan antrian orang yang menunggu untuk dapat meja sudah terlihat dari jauh.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;OK! Saya sampai di Mama Kitchen sekitar pukul 12.30 (waktu makan siang). Tidak terlihat antrian yang berarti. Bahkan saya bisa langsung duduk (walaupun berbagi meja dengan orang sebelah) dan memesan dengan tenang. Tom Yum Seafood dan Nasi Goreng Tom Yum Ikan Asin, itu pesanan saya! Semua dibuat dengan tingkat kepedasan maksimal! (Itu saran Alex). Sambil menunggu, saya melihat keadaan sekitar. Mulai terlihat antrian orang menunggu meja dan dalam waktu singkat, antrian itu memang jadi menggila. Saya yang tadinya meremehkan hal itu jadi bersyukur total karena datang tepat pada waktu masih ada tempat duduk kosong. Dan ketika saya menyeruput kuah Tom Yum Seafood yang kesegarannya tiada banding ini, antrian sudah benar-benar riuh rendah.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Secara umum, Mama Kitchen adalah tempat makan a la Mangga Dua (tempat duduk plastik tanpa sandaran, meja lipat dari kayu tipis, dan pelayanan seadanya) dengan menu makanan Thailand. Hampir semua makanan disitu ditambahi kata 'Tom Yum'. Tapi rasa dan aroma masakannya memang beda! Tidak standar! Uenak! Itu kata lidah saya. Rasa kecut segar dari kuah Tom Yumnya benar-benar pas terasa di lidah. Apalagi aroma pedasnya yang membuat rasa makin meriah! Isi dari Tom Yum Seafood pesanan sayapun tidak mengecewakan. Ada potongan ikan besar-besar, kerang hijau, dan jamur. (Harusnya ada udang juga, tapi karena dengan alasan tertentu saya tidak makan udang maka saya harus lewatkan hewan berwarna oranye bila dimasak itu).&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Untuk nasi gorengnya, benar kata Alex, terlihat terlalu hitam. Tapi soal rasanya, jangan ditanya! Uenak luar biasa! Ikan asinnya banyak, tapi tidak mendominasi bumbu Tom Yum-nya. Pas lah!&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Saran saya, datanglah ke Mama Kitchen pada jam-jam yang tidak umum untuk menghindari antrian yang memang gila!&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Mama Kitchen&lt;br /&gt;ITC Mangga Dua, Lt. 2 Blok B no. 15&lt;br /&gt;Telepon: (021) 601729&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6515960442576866763-7383813738661215725?l=kulineran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kulineran.blogspot.com/feeds/7383813738661215725/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kulineran.blogspot.com/2009/11/mama-kitchen.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515960442576866763/posts/default/7383813738661215725'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515960442576866763/posts/default/7383813738661215725'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kulineran.blogspot.com/2009/11/mama-kitchen.html' title='Mama Kitchen'/><author><name>Narcistbandit</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_4fz159GWrM0/S_hwvbX19AI/AAAAAAAAANE/X9_TzHvUNKE/S220/davatar01.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6515960442576866763.post-1045379023193673450</id><published>2009-11-21T10:07:00.006+07:00</published><updated>2010-09-10T10:23:35.499+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Muara Karang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kuetiaw'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mangga Besar'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pluit'/><title type='text'>Kuetiaw Sapi 78</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/SwdbJYDcKaI/AAAAAAAAAi8/RscrFkVncpE/s1600/IMG00457-20091119-1830.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/SwdbJYDcKaI/AAAAAAAAAi8/RscrFkVncpE/s400/IMG00457-20091119-1830.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5406390094315399586" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Makanan dapat memberikan rasa nyaman. Pernyataan itu kadang-kadang ada benarnya. Malam itu, ketika hujan sedang membasahi kota Jakarta dan saya harus mengunjungi apotik di daerah Muara Karang untuk membeli obat untuk salah satu penyakit yang paling menyebalkan, yakni jerawat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena obat-nya racikan, jadi saya harus menunggu kurang-lebih 30-40 menit. Saya teringat akan salah satu tempat makan di seberang apotik, &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;K&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;uetiaw Sapi Goreng 78, Cabang Mangga Besar, &lt;/span&gt; dengan buru-buru saya langsung menuju ke tempat makan tersebut dalam rintikan hujan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya memesan kuetiaw sapi siram, yang ketika diantar oleh sang pramusaji, saya masih dapat melihat umbaran asap dan wangi kecap/daging sapi/bawang putih itu menggoda hidung saya dan mulut saya tidak dapat menahan untuk segera melahap kuetiaw tersebut (walau harus tertahan karena sesi foto-foto).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya suka sayuran, dan kuetiaw sapi 78 ini banyak sayurannya dan mantap banget. Rasa hangat kuah kental-nya berasa hangat di dalam perut saya, dan kelembutan kuetiaw-nya pas.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 0, 238);"&gt;&lt;img src="http://1.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/Swda6feGsRI/AAAAAAAAAi0/LxAf2bfxNFM/s400/IMG00458-20091119-1831.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5406389838608249106" style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 300px; height: 400px;" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;Salah satu hal penting lainnya adalah minuman bersoda Badak. Walau malam ini hujan dan sedikit dingin, tapi hati ini tidak bisa menolak godaan minuman bersoda yang dulu kononnya, di Medan bahkan lebih terkenal daripada coca-cola. Soda sarsaparila ini, saat ini sudah sulit ditemukan. Rasanya cuma beberapa tempat makan chinese asal Medan masih menyediakan pilihan minuman ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuetiaw Sapi 78 Mangga Besar&lt;br /&gt;Jl. Muara Karang Raya, No. 29&lt;br /&gt;Jakarta Utara&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 0, 238);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6515960442576866763-1045379023193673450?l=kulineran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kulineran.blogspot.com/feeds/1045379023193673450/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kulineran.blogspot.com/2009/11/kuetiaw-sapi-78.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515960442576866763/posts/default/1045379023193673450'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515960442576866763/posts/default/1045379023193673450'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kulineran.blogspot.com/2009/11/kuetiaw-sapi-78.html' title='Kuetiaw Sapi 78'/><author><name>@ohtxela</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10150570449774497934</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/S-ZbVxKvs5I/AAAAAAAAAyo/J6nbyGLK6ks/S220/n617373436_1667647_1269418.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/SwdbJYDcKaI/AAAAAAAAAi8/RscrFkVncpE/s72-c/IMG00457-20091119-1830.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6515960442576866763.post-4576031470248710487</id><published>2009-11-16T14:09:00.007+07:00</published><updated>2010-09-10T10:23:49.534+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mangga Dua'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tom Yum'/><title type='text'>Saya Datang, Mama!</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/SwD6vnXQ2zI/AAAAAAAAAik/pJYEeRDal-4/s1600/001.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/SwD6vnXQ2zI/AAAAAAAAAik/pJYEeRDal-4/s400/001.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5404595248771947314" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Kadangkala, ketika saya dan beberapa teman kantor sedang lowong, kami sering bertukar informasi mengenai tempat makan. Salah satu tempat makan yang menjadi bintang percakapan kami adalah Mama Kitchen, di Mangga Dua, Jakarta yang secara khusus menyajikan makanan khas Thai, yaitu Tom Yum Kung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena rasa penasaran saya yang mengebu-ngebu, saya memutuskan untuk mengunjungi Mama Kitchen di Mangga Dua, sebelum waktu menunjukkan jam makan siang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mama Kitchen, terletak di bagian deretan jembatan penyebrangan ITC Mangga Dua ke arah Mal Mangga Dua. Dengan logo restauran yang lumayan besar, tempat ini tidak sulit untuk ditemukan dan karena waktu berkunjung yang lumayan cerdas (menurut saya loh!), jadi Mama Kitchen masih belum begitu ramai (karena konon menurut cerita teman kantor saya, pas jam makan siang, setiap pengunjung bukan hanya dijatahin waktu makan-nya, tapi ditungguin antrian orang-orang).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya memesan yang jelas-jelas paling ngetop di sana, yaitu Sup Tom Yum Kung Spesial dengan Udang Jumbo. Adalah kesalahan saya untuk memesan tingkat kepedasan Sup Tom Yum yang sedang, karena benar saja, rasanya kurang begitu mantap, kurang membara. Kalo asem-asem-nya pas buanget!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena saya lupa untuk makan pagi pada hari itu, saya nekat tambah dengan nasi goreng Tom Yum Sea-Food, yang mana pertama kali tiba, saya sempat ngeri juga. Warna-nya coklat bener, tapi begitu saya cicipi, ternyata mantap juga. Jangan lupa pesan jus jeruk asli, yang masih lengkap dengan bulir-bulir jeruknya. Dengan nge-post cerita ini (yang mohon maaf karena dilakukan secara terburu-buru), rasa lapar di dalam perut saya bergelora kembali dan Mangga Dua terasa ada di ujung dunia. HAHAHAHAHA, berlebihan memang tapi benar. :P&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Mama Kitchen&lt;br /&gt;ITC Mangga Dua, Lt. II Blok B No. 15&lt;br /&gt;Phone: (021) 601729&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6515960442576866763-4576031470248710487?l=kulineran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kulineran.blogspot.com/feeds/4576031470248710487/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kulineran.blogspot.com/2009/11/saya-datang-mama.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515960442576866763/posts/default/4576031470248710487'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515960442576866763/posts/default/4576031470248710487'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kulineran.blogspot.com/2009/11/saya-datang-mama.html' title='Saya Datang, Mama!'/><author><name>@ohtxela</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10150570449774497934</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/S-ZbVxKvs5I/AAAAAAAAAyo/J6nbyGLK6ks/S220/n617373436_1667647_1269418.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/SwD6vnXQ2zI/AAAAAAAAAik/pJYEeRDal-4/s72-c/001.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6515960442576866763.post-2211750890358285270</id><published>2009-11-16T12:30:00.008+07:00</published><updated>2009-11-16T13:49:47.253+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='makanan jepang'/><title type='text'>Malam Jum'at di Zenya</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/SwDk6EDHpgI/AAAAAAAAAic/aDDHXsIp1KA/s1600/002.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5404571239014966786" style="margin: 0px auto 10px; display: block; width: 400px; height: 300px; text-align: center;" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/SwDk6EDHpgI/AAAAAAAAAic/aDDHXsIp1KA/s400/002.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Jum'at malam minggu lalu (13/11), dalam merayakan ulang tahun si yayang (happy birthday, love!) rencananya mau makan malam bersama di salah satu restoran di Plaza Indonesia, tetapi berhubung hujan yang rasanya tidak berhenti-henti dan macet yang menggila di daerah Jakarta Pusat, kami memutuskan untuk bertemu di Starbucks Sarinah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Berhubungan saya sudah basah kunyup mirip tikus kecebur got, jadi semangat untuk berburu makanan di Plaza Indonesia pupus pula. Sambil menikmati tall-hot-green-tea-latte, kami memutuskan untuk mengunjungi Zenya, salah satu restoran fushion Jepang yang letaknya cuma sejengkal dari Starbucks Sarinah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Memasuki restoran Zenya sangat unik, dengan pintu yang harus digeser sendiri mengingatkan saya akan restoran-restoran di jalan-jalan kecil di Kyoto. Suasana di dalam sungguh berbeda dengan keramaian di luar (bayangkan hujan masih mengguyur Jakarta kala itu). Duduk di bangku yang terbuat dari kayu, tata dekor ruangan Zenya lumayan menarik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kami memesan satu platter sashimi, satu platter campuran sushi/sashimi dan satu porsi sushi fusion. Saya harus akui sashimi-nya mantap banget dan saya benar-benar puas dengan sajiannya, walau penyajinya agak-agak membuat saya sedikit malas, tapi rasa kecewa itu hilang begitu potongan sashimi salmon pertama memasuki mulut saya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Saya kurang menyukai sushi fusion yang saya pesan, sekali lagi mungkin karena saya memesan menu yang salah. Ada satu menu yang menjadi incaran saya nanti saya ke sana lagi. Dengan perut se-kenyang-kenyangnya, kami hanya ditagih separuh dari yang kami makan, karena promosi salah satu kartu kredit (promosi-nya berlaku sampai akhir tahun ini).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Zenya&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Jl. MH Thamrin No. 9, Jakarta&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Phone: (021) 3159 232&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6515960442576866763-2211750890358285270?l=kulineran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kulineran.blogspot.com/feeds/2211750890358285270/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kulineran.blogspot.com/2009/11/malam-jumat-di-zenya.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515960442576866763/posts/default/2211750890358285270'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515960442576866763/posts/default/2211750890358285270'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kulineran.blogspot.com/2009/11/malam-jumat-di-zenya.html' title='Malam Jum&apos;at di Zenya'/><author><name>@ohtxela</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10150570449774497934</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/S-ZbVxKvs5I/AAAAAAAAAyo/J6nbyGLK6ks/S220/n617373436_1667647_1269418.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/SwDk6EDHpgI/AAAAAAAAAic/aDDHXsIp1KA/s72-c/002.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6515960442576866763.post-8225610655329897005</id><published>2009-11-09T05:31:00.010+07:00</published><updated>2009-11-09T08:29:26.464+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='makanan jepang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Do It Yourself'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Resep Unik'/><title type='text'>Sushi Sederhana</title><content type='html'>Minggu pagi, saatnya mencobai tempat makan baru atau...kreasi makanan baru! Dan minggu ini saya memilih yang kedua.&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Kali ini saya akan membuat sushi. Bukan sushi yang susah dan ribet, tapi sushi yang sederhana saja. Sekedar memanfaatkan bahan-bahan yang ada. Kebetulan ketika melongok kulkas, saya masih punya kecap asin Jepang dan wasabi instan, dan ketika melongok lemari persediaan bahan-bahan, saya masih punya nori dan ketan. Jadi rasanya tepat kalau bahan-bahan itu saya campur untuk menjadi sushi.&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_4fz159GWrM0/SvdTHl57pwI/AAAAAAAAAKs/oowe53fkMXw/s1600-h/PA141934.jpg"&gt;&lt;img style="text-align: left;display: block; margin-top: 0px; margin-right: auto; margin-bottom: 10px; margin-left: auto; cursor: pointer; width: 300px; height: 225px; " src="http://3.bp.blogspot.com/_4fz159GWrM0/SvdTHl57pwI/AAAAAAAAAKs/oowe53fkMXw/s320/PA141934.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5401877667953485570" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;Perlengkapan membuat sushi: nori, penggulung sushi, dan wasabi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Pertama saya menanak nasi sushi yang merupakan campuran antara beras dengan ketan. Perbandingannya adalah 2 berbanding 1. Berikutnya sambil menunggu nasi matang, saya menyiapkan isian untuk sushi saya nanti. Saya menggoreng beberapa buah sosis dan chicken stick. Juga memotong-motong succini.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Saat nasi sudah siap, sambil mengipasinya, saya tambahkan campuran air, gula, dan garam. (Gunakan tangan untuk proses ini supaya campuran tersebut merata dan nasi tidak lengket satu sama lain).&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Kini saatnya menggulung. Caranya mudah. Taruh lembaran nori diatas batang-batang bambu yang khusus dibuat untuk menggulung sushi atau bila tidak ada, taruh saja di area yang datar seperti talenan. Taruh nasi diatas nori dan ratakan. Sisakan area atas, bawah, dan samping kanan-kiri nori agar saat digulung nanti mudah untuk menangkupkannya. (lihat gambar dibawah ini).&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_4fz159GWrM0/SvdYKtMLJsI/AAAAAAAAAK8/k5F64OCck-4/s1600-h/PA141935.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 225px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_4fz159GWrM0/SvdYKtMLJsI/AAAAAAAAAK8/k5F64OCck-4/s320/PA141935.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5401883219006793410" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Bila sudah, letakkan isian sushi yang diinginkan ditengah-tengah area ber-nasi tersebut. Tambahkan mayonaise dan saus sambal sesuai selera.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Bila isian yang diinginkan sudah lengkap, maka gulunglah nori dari satu sisi. Angkat sedikit hingga bertemu dengan ujung area ber-nasi, lalu tekan-tekan agar campuran nasi dan isi menjadi padat. Bila sudah, tangkupkan sisa nori diujung lain supaya rapat. Dan jadilah gulungan sushi yang siap dipotong-potong.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Saat menikmatinya, tambahkan wasabi dan kecap asin Jepang.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_4fz159GWrM0/SvdbT0pSg9I/AAAAAAAAALE/25Kxylk8sgk/s1600-h/Sushik.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 225px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_4fz159GWrM0/SvdbT0pSg9I/AAAAAAAAALE/25Kxylk8sgk/s320/Sushik.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5401886674161664978" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6515960442576866763-8225610655329897005?l=kulineran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kulineran.blogspot.com/feeds/8225610655329897005/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kulineran.blogspot.com/2009/11/sushi-sederhana.html#comment-form' title='12 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515960442576866763/posts/default/8225610655329897005'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515960442576866763/posts/default/8225610655329897005'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kulineran.blogspot.com/2009/11/sushi-sederhana.html' title='Sushi Sederhana'/><author><name>Narcistbandit</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_4fz159GWrM0/S_hwvbX19AI/AAAAAAAAANE/X9_TzHvUNKE/S220/davatar01.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_4fz159GWrM0/SvdTHl57pwI/AAAAAAAAAKs/oowe53fkMXw/s72-c/PA141934.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>12</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6515960442576866763.post-2346335965122158825</id><published>2009-11-02T10:15:00.010+07:00</published><updated>2010-09-10T10:23:18.105+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mie'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pluit'/><title type='text'>Mie Keriting Siantar</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ada lagu dangdut yang menyairkan bahwa "tak peduli dengan apa makannya, yang penting dengan siapa makannya". Lirik lagu itu mungkin benar adanya. Pada hari Minggu yang lalu, saya menikmati makan pagi bersama pacar saya (Ehem). Setelah melalui beberapa diskusi kecil dalam memilih beberapa tempat, kami memutuskan untuk bersarapan di Mie Keriting Siantar, yang konon namanya sudah tersohor di mana-mana.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/Su5VFCYTjoI/AAAAAAAAAgo/6cRB7QHd9iM/s1600-h/001.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/Su5VFCYTjoI/AAAAAAAAAgo/6cRB7QHd9iM/s400/001.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5399346548290326146" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Begitu saya duduk, seperti biasanya hal pertama yang saya minta tentunya adalah menu. Uniknya Bakmi Keriting Siantar tidak menyediakan menu daftar makanan. Proses pemesanan makanan di sini lumayan unik. Mereka hanya menjual mie keriting campur atau hanya ayam dalam porsi biasa atau besar. Pangsit tersedia untuk dipesan secara terpisah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya memesan mie keriting campur porsi besar, dan dia memesan mie keriting ayam porsi besar juga, ditambah satu porsi pangsit isi 5. Mungkin karena kesohoran mie keriting dan karena itu adalah hari Minggu (hari yang ramai), dalam tingkat tertentu servis yang diberikan terkesan ala kadarnya. Pangsit kuah yang kami pesan pun dihidangkan dengan bertumpahan. Yah saya mengerti, mungkin itu karena hari Minggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk rasanya,  mie keriting tidak senikmat yang ada di bayangan saya. Potongan-potongan ayam kecap yang terlalu manis hingga agak-agak sedikit pahit untungnya dapat diimbangin dengan acar potongan cabe rawit.  Sedangkan pangsit mie keriting tidak terlalu mengecewakan, walau sebenarnya standard untuk ukuran pangsit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/Su5VOaio0BI/AAAAAAAAAgw/Ve_UbgmKwMA/s1600-h/002.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/Su5VOaio0BI/AAAAAAAAAgw/Ve_UbgmKwMA/s400/002.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5399346709394935826" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Saya yakin saya akan menjadi sangat brutal jika pada Minggu pagi yang cerah itu saya makan sendirian atau bersama teman. Makan bersama seseorang yang spesial itu membuat alat pengecap dan otak saya bekerja secara tidak akurat. Tidak peduli apa makanannya, yang penting dengan siapa makannya. Halah, mak!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mie Keriting Siantar - Asli sejak tahun 1954, Jl. Pluit Sakti Raya No. 57. Dua porsi mie keriting besar, ditambah 1 porsi pangsit dan 2 gelas teh manis, kami ditagih Rp. 88.000,-. Saran dari saya, pesan porsi yang biasa.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6515960442576866763-2346335965122158825?l=kulineran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kulineran.blogspot.com/feeds/2346335965122158825/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kulineran.blogspot.com/2009/11/mie-keriting-siantar.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515960442576866763/posts/default/2346335965122158825'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515960442576866763/posts/default/2346335965122158825'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kulineran.blogspot.com/2009/11/mie-keriting-siantar.html' title='Mie Keriting Siantar'/><author><name>@ohtxela</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10150570449774497934</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/S-ZbVxKvs5I/AAAAAAAAAyo/J6nbyGLK6ks/S220/n617373436_1667647_1269418.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_8n1zVKZKFTA/Su5VFCYTjoI/AAAAAAAAAgo/6cRB7QHd9iM/s72-c/001.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6515960442576866763.post-4818066144341498093</id><published>2009-11-01T06:27:00.011+07:00</published><updated>2009-11-03T09:30:25.884+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='makanan jepang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='all you can eat'/><title type='text'>Sabtu dan Minggu di Aji-Sai</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_4fz159GWrM0/Su1_BDwpyII/AAAAAAAAAKY/M5-oPpsohhs/s1600-h/sushi_04.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 236px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_4fz159GWrM0/Su1_BDwpyII/AAAAAAAAAKY/M5-oPpsohhs/s320/sushi_04.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5399111184453060738" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Weekend di Bali selalu menjadi dilema bagi saya. Bukan karena saya kepikiran akan tumpukan kerjaan yang sudah menunggu di awal minggu. Tapi karena ada dua restoran besar yang menawarkan menu 'all you can eat' gila-gilaan di area yang berdekatan. Dua-duanya menarik, dua-duanya punya menu prasmanan yang enak dan bervariasi, dan dua-duanya mematok harga yang hampir sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Salah satu restoran yang menawarkan menu 'all you can eat' ini adalah Aji-Sai yang terletak di kawasan Kuta-Bali (restoran yang satu lagi akan saya bahas di entry yang lain). Mendengar namanya sudah dapat diramalkan bahwa restoran ini menyajikan makanan khas negeri Sakura. Dan memang benar, semua makanan khas Jepang populer tersaji dengan apik disini. Sushi, sashimi, tempura, dan teppanyaki. Tidak ketinggalan salad khas Jepang, miso siru, aneka makanan penutup, juga es krim lezat yang juga bisa dinikmati sepuas hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Semua itu bisa dinikmati sepuasnya dengan hanya membayar Rp. 99.800 nett untuk jam 11.00-15.00 WITA dan Rp. 70.000 nett untuk jam 18.00-22.30 WITA. (harga itu sudah termasuk minum Ocha dingin atau panas sepuasnya, jadi jangan takut kehausan!)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Tertarik untuk mencoba? Silakan datang ke Kompleks Kuta Galeria, Jl. Patih Jelantik, blok etnik 12, Kuta-Bali. Telponnya: (+62)361-769-036 atau (+62)361-742-8878&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6515960442576866763-4818066144341498093?l=kulineran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kulineran.blogspot.com/feeds/4818066144341498093/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kulineran.blogspot.com/2009/11/sabtu-dan-minggu-di-aji-sai.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515960442576866763/posts/default/4818066144341498093'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6515960442576866763/posts/default/4818066144341498093'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kulineran.blogspot.com/2009/11/sabtu-dan-minggu-di-aji-sai.html' title='Sabtu dan Minggu di Aji-Sai'/><author><name>Narcistbandit</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_4fz159GWrM0/S_hwvbX19AI/AAAAAAAAANE/X9_TzHvUNKE/S220/davatar01.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_4fz159GWrM0/Su1_BDwpyII/AAAAAAAAAKY/M5-oPpsohhs/s72-c/sushi_04.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
