Showing posts with label Bali. Show all posts
Showing posts with label Bali. Show all posts
Friday, October 18, 2013
Kulineran Bali: Budokan
Kalau disuruh menyebut restoran paling tidak enak di Bali (kalau tidak mau dibilang restoran paling tidak enak yang pernah saya cobai), maka saya akan langsung menyebut nama restoran ini. Walaupun dari luar terlihat bagus dan memang interior restoran ini sangat menarik, tapi yang namanya restoran tetap saja ujungnya adalah pada rasa makanannya.
Terletak di jalan pantai Berawa 51A, restoran ini memang unik dan menarik. Bukannya menyebut 'international restaurant', Budokan menyebut dirinya sebagai 'intergalactic restaurant'. Ini saja sudah unik.
Begitu masuk, lantai yang hanya berlapis semen, kursi dan meja kayu yang berkesan tua, menambah keunikan restoran ini. Di lantai dua, juga terdapat ruang bersantai yang penuh dengan sofa (benar-benar penuh dengan sofa). Saking penuhnya sampai-sampai ruangan di lantai dua itu terasa amat sesak (begitu juga lantai dasarnya sih).
Dari segi makanan, restoran ini menyajikan menu-menu Asia yang sederhana. Ada Singaporean laksa (Rp. 60.000,-), Bulgogi with glass noodle (Rp. 55.000,-), dan Chicken soup with udon (Rp. 60.000,-). Sebagai catatan, karbohidrat di restoran ini boleh dipilih sendiri oleh konsumen. Pilihannya antara lain ada mie, soun, nasi, ataupun udon. Dari semua makanan yang saya dan teman-teman coba malam itu, tidak ada satupun yang enak. Bahkan setelah kami sibuk menambahkan segala tambahan bumbu (sambal, saus tomat, lada, garam, bahkan saus hoisin sekalipun) tetap saja makanan kami tidak kunjung enak.
Dalam hal minuman, restoran ini juga menjualnya dengan harga yang keterlaluan (mengingat rasanya juga biasa saja). Sebagai contoh: teh biasa dengan campuran daun sereh dijual dengan harga Rp. 20.000,- Pengalaman makan di restoran ini diperburuk dengan tagihan yang tidak sesuai dengan harga yang tertera di daftar menu. Tanpa pemberitahuan, ada harga makanan yang dinaikkan karena alasan karbohidrat yang kami pilih. Ini sungguh tidak profesional dan mengecewakan karena sejak awal tidak ada pemberitahuan tentang hal itu baik secara tertulis di daftar menu maupun secara lisan oleh pelayan.
Kesimpulannya, restoran ini sungguh mendatangkan pengalaman dan mimpi buruk bagi kami semua. Beberapa teman bahkan menyebut restoran ini sebagai "Budukan".
Budokan
Jl. Pantai Berawa 51A
Canggu - Bali
Thursday, October 10, 2013
Kulineran Bali: Deli Campur Asia
Kali ini saya harus berterimakasih kepada Bayu Amus yang karena ajakannyalah maka saya menyempatkan mampir dan mencobai makanan di restoran yang unik dan sangat menarik ini.
Terletak di jalan Pantai Berawa 17, Kuta, papan penanda restoran kecil ini sangatlah mudah ditangkap mata. Dengan latar belakang hitam dan gambar bintang khas bendera negara komunis serta tumpukan mangkok berwarna merah, papan ini seolah menjerit untuk dilihat oleh semua orang yang melintas.
Suasana di restoran kecil ini sangatlah nyeni dan nyaman. Di mana-mana terlihat barang-barang kuno, mulai dari termos warna merah bergambar bunga khas pedesaan, gelas-gelas kecil bermotif bunga (juga khas pedesaan), bahkan meja dan kursinyapun mengingatkan pada acara lebaran di kampung. Pokoknya menarik banget!
Untuk makanan, tempat ini juga juara! Ada paket Bento dengan harga terjangkau, porsi besar, dan pilihan lauknya beragam. Dengan hanya Rp. 45.000,- sudah bisa memilih sekian banyak lauk atau tambah Rp. 5000 lagi untuk bisa dapat teh barley dan rosella yang boleh diisi ulang sepuasnya. Menu makanan di restoran ini harganya didasarkan pada warna stiker yang ditempel pada papan nama makanan tersebut. Berikut adalah tata cara memilih paket bento di restoran ini:
Paket Bento terdiri dari 4 pilihan. Pilihan pertama adalah: 1 lauk daging (stiker warna oranye) dan 3 lauk sayuran (stiker warna kuning). Pilihan kedua: 1 lauk daging (stiker warna hijau) dan 2 lauk sayuran (stiker warna kuning). Pilihan ketiga: 2 lauk daging (stiker warna oranye) dan 1 lauk sayuran (stiker warna kuning). Dan pilihan yang paling dahsyat adalah yang keempat: 5 lauk sayuran (stiker warna kuning). Saya bilang dahsyat karena memang lauk sayuran di restoran ini sangat menarik dan bukan sayuran biasa. Ada salad edamame, daikon + konyaku dimasak a la Jepang, dan lain-lain. Pokoknya enak, murah, dan mengenyangkan!
Seperti namanya, makanan di sini sebagian besar dimasak dengan cara Asia. Ada sentuhan Jepang, China, Indonesia, Vietnam, Thailand, dan negara Asia lain dalam masakan mereka. Uniknya, nasi yang mereka sediakan hanyalah nasi merah! Sehat kan!
Untuk minuman, saya mencobai menu latte mereka seharga Rp. 20.000,-. Berbeda dengan makanannya yang super enak itu, kopi di tempat ini bagi saya agak kurang enak. Disajikan dalam cangkir kecil, kopi ini juga dilengkapi sendok pengaduk berbahan kayu yang bagi saya agak kurang higienis karena bagaimanapun kayu menyerap cairan dan beberapa orang cenderung menjilat sendok setelah mengaduk kopi untuk mengetahui rasanya.
Minuman yang lumayan (karena harganya murah dan boleh ambil sepuasnya) adalah teh barley dan teh rosellanya. Untuk harga Rp. 5000,- rasanya saya tidak boleh protes akan rasa minuman ini.
| Motif bantal di Deli Campur Asia |
Jl. Pantai Berawa 17
Kuta - Bali 80361
Telp: +62361 886 8787
E-Mail: info@campurasia.com
Thursday, September 26, 2013
Kulineran Bali: Warung Jepang
Setelah beratus kali lewat jalan Merta Agung di dekat lembaga pemasyarakatan Kerobokan, Bali, akhirnya saya mampir juga ke warung yang satu ini. Letaknya memang unik dan suasananya juga terlihat menarik (walau sepanjang yang saya tahu tidak pernah terlalu ramai pengunjung).
Warung Jepang menawarkan makanan prasmanan a la warung dengan bumbu-bumbu a la Jepang. Makanan di sini dipajang di rak pajang dan pengunjung tinggal menunjuk lauk mana yang diingini. Walau menurut tulisan yang ada dikatakan bahwa kebanyakan bumbu dan beberapa bahan makanan di warung ini diimpor langsung dari Jepang, tapi macam makanan yang bisa dipilih amatlah terbatas.
Harga lauk di warung ini mulai dari Rp. 8.000,- sampai Rp. 12.000,- an. Sedangkan untuk minuman teh a la Jepang, dijual dengan harga Rp. 19.000,- Tidak ada yang istimewa dari makanan dan minuman di tempat ini.
Warung Jepang
Jl. Merta Agung
Padang Sambian Kaja
Denpasar - Bali
Telp: +62361-732-599
Thursday, September 19, 2013
Kulineran Bali: Sushi Kawe
Mau makan sushi tapi nggak mau bayar mahal? Sushi Kawe salah satu jawabannya! Kedai sushi di bilangan Jl. Pulau Kawe, Denpasar ini boleh dibilang cukup unik karena berada di tengah daerah yang padat dengan perumahan dan ruko-ruko yang kebanyakan berjualan bukan makanan. Kedainya bernuansa hitam dengan meja dan kursi kayu a la restoran lokal. Di bagian depan ada beberapa meja dan kursi bagi yang ingin duduk di luar (walaupun jalanan berdebu dan panas di siang hari). Juga terdapat hiasan air yang bila menyala (sayangnya tidak!) akan menimbulkan nuansa sejuk karena bunyi-bunyian air.
Menu makanan yang ditawarkan Sushi Kawe cukup beragam. Mulai dari produk utama mereka yaitu sushi, sampai ke nasi goreng dan salad. Siang itu saya mencoba menu King Dragon Roll (Rp. 45.000,-) yang cukup mini dan rasanya tidak seenak yang saya bayangkan, Special Set (Rp. 45.000,-) dengan daging tuna yang tidak semenarik yang saya kira (tidak merah, agak menghitam, dan hambar), dan California Roll (Rp. 30.000,-) yang lagi-lagi tidak terlalu enak dengan ukuran yang juga cukup mini.
Salah satu yang cukup mengganggu dari kedai ini adalah wasabinya yang kurang terasa "wasabi attack"-nya dan kurang juga rasa pedasnya. Sedangkan yang enak dari kedai ini adalah acar jahenya.
SUSHI KAWE
Jl. Pulau Kawe No. 19
Denpasar - Bali 40115
Telp: +62878-6185-6470
Sunday, April 21, 2013
Kulineran Bali: Pasar Kreneng
Pasar Kreneng adalah salah satu pasar rakyat yang terletak di pusat kota Denpasar. Seperti layaknya pasar rakyat lain, pasar ini juga begitu penuh sesak di malam hari apalagi pada saat akhir pekan.
Segala hal dijual di tempat ini, mulai dari buah-buahan segar, jajanan pasar, mainan anak-anak, tas, baju, sepatu, hingga sabun mandipun ada. Tapi yang menarik buat saya tentu makanannya. Dari semua makanan yang ada di pasar ini, saya memilih babi guling. Karena babi guling adalah makanan khas Bali yang hampir selalu ada dalam upacara-upacara agama.
Begitu banyak penjual babi guling di pasar ini. Mereka berjejer dengan meja-meja panjang yang biasanya dipadati pembeli. Tapi dari semua itu, saya memilih penjual babi guling yang berada di bagian paling belakang pasar ini. Letaknya di pojok kanan. Menurut saya tempat ini yang paling enak dan penjualnyapun paling ramah.
Seporsi babi guling campur (daging babi guling, lawar, jeroan, dan sup), hanya Rp. 13.000,- Siapa yang tidak mau coba? Sangat murah dengan porsi banyak. Bahkan kalau mau irit, lauknya bisa untuk tambah nasi ke-2.
Jadi kalau ke Bali, sempatkan jalan-jalan ke pasar rakyat ini. Jangan hanya jalan-jalan ke tempat turis yang pasti harga makanannya jauh lebih mahal.
Labels:
Babi Guling,
Bali,
Denpasar,
Kaki Lima,
Makanan Indonesia,
Makanan Pinggir Jalan
Sunday, April 14, 2013
Kulineran Bali: Kedai Sudi Mampir 2
Sebagai orang Jakarta yang sudah lama tinggal di Bali, terkadang ada kerinduan untuk makan makanan khas Ibu Kota. Salah satunya adalah sop kaki kambing. Makanan yang super gurih dan kaya kolesterol ini beberapa tahun lalu agak sulit ditemukan di Bali. Tapi sekarang, saya sudah tahu tempatnya.
Terletak di pinggir jalan By Pass Gatot Subroto, Depasar, Bali, Kedai Sudi Mampir 2 adalah sebuah tempat makan yang amat sederhana. Di siang hari tempat ini adalah bagian luar dari toko yang menjual pasir. Tapi setelah jam 6 sore, terpasanglah sebuah tenda sederhana berwarna kuning dengan tiga meja panjang dan kursi-kursi plastik yang beberapa di antaranya sudah pecah.
Tapi jangan mundur karena tempatnya yang begitu sederhana, karena sop kaki kambing di tempat ini menurut saya adalah yang terenak di Denpasar. Kuahnya kaya rasa, daging dan jeroan kambingnya empuk, serta harganya tidak mahal sama sekali. Penggemar jeroan akan tergila-gila makan di tempat ini karena semua jeroan kambing boleh dipilih-pilih sendiri. Babat, usus, paru, lidah, sampai otakpun tersedia.
Untuk yang tidak suka jeroan atau kaki kambing, ada juga sate kambing yang tidak kalah lezatnya. Sedikit tips, minta bumbu kecap saja untuk sate kambingnya. Karena bumbu kacang akan menghilangkan rasa khas daging kambing.
Kalau mau makan di sini, jangan datang di atas jam delapan malam karena biasanya makanan sudah mulai habis. Paling ideal adalah datang jam 18.30an.
Sunday, March 17, 2013
Kulineran Bali: Tut Mak
Kalau berkunjung ke Ubud dan tidak mau atau bosan dengan warung babi guling ibu itu, yang terlalu banyak diekspos padahal mahal dan rasanya biasa saja itu, boleh mampir ke Tut Mak.
Warung makan yang letaknya di Jl. Dewi Sita ini cukup tenar juga di Ubud. Walau lokasinya di pusat keramaian Ubud, tepatnya di pinggir lapangan besar dekat pasar Ubud, warung ini tetap menyajikan suasana yang tenang dan nyaman. Warung yang rimbun oleh dedaunan menjalar ini benar-benar oase di tengah panasnya Ubud di siang hari.
Silakan coba menu pembuka favorit saya di sana: Fresh Spring Rolls with Tofu (Rp. 25,000), yang adalah 4 potong lumpia khas Vietnam (dengan kulit yang terbuat dari beras yang diolah sedemikian rupa hingga jadi sangat tipis dan tembus pandang atau yang sering disebut sebagai rice paper) dengan sayur-sayuran segar, tahu, dan disajikan dengan bumbu khas Tut Mak sebagai pendamping. Lumpia ini tidak digoreng, jadi benar-benar sehat dan segar. Sangat cocok bagi yang vegetarian karena memang lumpia ini tanpa daging.
Untuk menu utama, Middle Eastern Plate (Rp. 58.000,-), yang merupakan menu vegetarian namun tidak hilang rasa enaknya, boleh dicoba. Isinya adalah hummus, couscous, tabouleh, falafel, baba ghanoush, dan salad organik dengan dressing khas Tut Mak. Tidak lupa disajikan dengan roti pita dan youghurt sebagai pendamping. Sungguh mengenyangkan.
Menu penutup yang wajib di Tut Mak adalah cinnamon rollnya. Sangat besar dan murah. Hanya Rp. 19.000,- saja. Rasanya pas, tidak terlalu manis. Juga empuk dan lembut. Sungguh memanjakan lidah.
Tut Mak
Jl. Dewi Sita, Ubud 80571
Telp. +62361 975754
Warung makan yang letaknya di Jl. Dewi Sita ini cukup tenar juga di Ubud. Walau lokasinya di pusat keramaian Ubud, tepatnya di pinggir lapangan besar dekat pasar Ubud, warung ini tetap menyajikan suasana yang tenang dan nyaman. Warung yang rimbun oleh dedaunan menjalar ini benar-benar oase di tengah panasnya Ubud di siang hari.
Silakan coba menu pembuka favorit saya di sana: Fresh Spring Rolls with Tofu (Rp. 25,000), yang adalah 4 potong lumpia khas Vietnam (dengan kulit yang terbuat dari beras yang diolah sedemikian rupa hingga jadi sangat tipis dan tembus pandang atau yang sering disebut sebagai rice paper) dengan sayur-sayuran segar, tahu, dan disajikan dengan bumbu khas Tut Mak sebagai pendamping. Lumpia ini tidak digoreng, jadi benar-benar sehat dan segar. Sangat cocok bagi yang vegetarian karena memang lumpia ini tanpa daging.
Untuk menu utama, Middle Eastern Plate (Rp. 58.000,-), yang merupakan menu vegetarian namun tidak hilang rasa enaknya, boleh dicoba. Isinya adalah hummus, couscous, tabouleh, falafel, baba ghanoush, dan salad organik dengan dressing khas Tut Mak. Tidak lupa disajikan dengan roti pita dan youghurt sebagai pendamping. Sungguh mengenyangkan.
Menu penutup yang wajib di Tut Mak adalah cinnamon rollnya. Sangat besar dan murah. Hanya Rp. 19.000,- saja. Rasanya pas, tidak terlalu manis. Juga empuk dan lembut. Sungguh memanjakan lidah.
Tut Mak
Jl. Dewi Sita, Ubud 80571
Telp. +62361 975754
Sunday, March 10, 2013
Kulineran Bali: Sidewalk BBQ
Suasana Sidewalk BBQ yang santai.
Kali ini kembali ke Bali. Ada sebuah tempat makan baru yang resmi dibuka tanggal 14 Februari 2013 kemarin. Namanya Sidewalk BBQ. Letaknya di bagian depan sebuah restoran yang sudah berjalan sekitar dua tahunan bernama Warung Oppen. Jadi menunya selain BBQ, juga menu dari Warung Oppen. Selain itu di lantai duanya juga ada kedai kopi yang pernah saya tulis di sini, Coffee Revolution. Jadi bisa dibilang Sidewalk BBQ ini adalah sebuah tempat makan yang super lengkap menunya.
Dari sisi tempat, Sidewalk BBQ sangat santai. Bernuansa sushi bar, para tamu duduk menghadap ke juru masak yang siap membuat makanan-makanan yang dipesan. Kalau yang mau lebih santai, ada juga tempat duduk dengan bantal-bantal empuk dengan pemandangan ke jalan raya. Duduk di Sidewalk BBQ saat menjelang malam, sangat seru rasanya.
Untuk makanan, Sidewalk BBQ menawarkan beef tenderloin, beef sirloin, chicken kebab, bahkan lobster dan king prawn. Tapi yang istimewa adalah menu "Slow-roasted pork belly" yang adalah 300 gram daging yang dipanggang perlahan hingga bagian kulitnya begitu renyah ketika dimakan. Makanan ini benar-benar membuat saya tergila-gila. Awalnya menu tersebut hanya muncul di setiap hari Minggu, namun sekarang, karena begitu banyak permintaan, maka menu itu bisa dipesan setiap hari.
Menu lain yang tidak kalah seru adalah "Super size pork chop". Dengan berat 300 gram, makanan istimewa itu mampu mengenyangkan bahkan perut saya yang susah dikenyangkan ini. Bahkan tulangnya yang khas itupun tidak rela saya tinggalkan.
Super size pork chop.
Soal rasa, bumbu BBQ di Sidewalk BBQ benar-benar tiada tara. Bukan hanya enak di bagian luarnya, tapi juga merasuk sampai ke bagian dalam daging. Benar-benar "finger lickin' good"!
Harga juga bukan masalah. Slow-roasted pork belly yang istimewa itu hanya Rp. 40.000,- saja. Super size pork chop yang memang super size itu hanya Rp. 40.000,-! Beef sirloin BBQ-nya hanya Rp. 35.000,-! Benar-benar bukan masalah!
Secara keseluruhan, Sidewalk BBQ adalah restoran yang masuk dalam daftar wajib didatangi.
Sidewalk BBQ
Jl. Raya Semer, Kerobokan
Kuta - Bali 80361
Telpon: 03618475351
www.sidewalkbbq.com
Tuesday, June 19, 2012
Coffee Revolution
Menempati lantai dua sebuah restoran di jalan raya Semer, Coffee Revolution yang berkonsep "coffee, tea, wifi, quality food, and all day breakfast" ini menawarkan sebuah nuansa baru dalam menikmati lezatnya kopi asli Indonesia.
Coffee Revolution memang hanya memakai kopi arabika asli Indonesia yang didapatkan langsung dari petani-petani di daerah tempat kopi itu berasal. Ada tiga pilihan kopi yang disajikan di sini: Toraja, Aceh, dan Mandheling. Ketiganya istimewa karena ketiga daerah itulah yang kopinya dikenal sebagai kopi-kopi terbaik di dunia.
Saat masuk ke kedai kopi ini, saya seperti dibawa ke dalam sebuah semangat revolusi. Cat dindingnya yang oranye/jingga menyala, dipadu dengan poster-poster serta kutipan kata-kata tokoh revolusi dari berbagai bidang dan penjuru dunia, seperti mengantar saya ke dalam misi Coffee Revolution yaitu untuk merevolusi cara orang menikmati kopi.
Coffee Revolution memilih memakai alat-alat manual dalam menyajikan kopi. Salah satu alat yang sangat menarik adalah moka pot. Alat ini bukan hanya unik, tapi juga adalah alat asli yang dipakai untuk membuat dasar kopi espresso di Italia sana. Dari dasar espresso yang dibuat dengan alat moka pot inilah bisa dihasilkan bermacam minuman turunannya antara lain latte dan cappuccino.
![]() |
| Moka pot |
Bukan hanya itu, Coffee Revolution juga memakai pembuat busa susu manual sehingga menghasilkan busa susu yang lembut dan orisinil.
Jadi, perpaduan antara kopi-kopi terbaik asli Indonesia, langsung dari petani di daerah yang mengolah kopi secara tradisional, serta penggunaan alat-alat manual sesuai dengan cara orang menikmati kopi yang sesungguhnya membuat Coffee Revolution benar-benar berbeda.
Secara keseluruhan kedai kopi ini masuk dalam kategori wajib didatangi! Jangan bilang tahu rasa kopi kalau belum mencoba kopi di kedai ini. Karena memang Coffee Revolution menyajikan kenikmatan kopi yang sesungguhnya.Coffee Revolution
Jl. Raya Semer - Kerobokan - Kuta - Bali
+623618539060
www.coffeerevolution.net
Wednesday, October 5, 2011
Sarapan di Pulau Dewata
Perjalanan saya yang terakhir ke Bali sebenarnya adalah dalam rangka bekerja, namun ketika saya memutuskan untuk tiba dua hari lebih awal dan menggunakan kesempatan tersebut untuk menelusuri rumah makan yang baru bersama sahabat saya, si narcistbandit.
Salah satu tempat yang dikenalkan kepada saya adalah Le Spot di Seminyak dan saya akui saya jatuh cinta dengan tempat ini. Kebetulan kami datang di saat sarapan, sehingga pesanan saya adalah Greek Omelette with bagels. Mungkin karena euforia yang tercipta dari kenyamanan tempatnya atau mungkin saya sedang ngantuk, saya benar-benar tidak ingin meninggalkan tempat ini.
Bahkan omelette yang dihidangkan berasa begitu nikmat dan sempurna. Sambil menyeruput hangatnya teh jasmine saya, saya berselonjor di bale-bale Le Spot. Oyah, selain menu sarapan seperti pesanan saya, Le Spot juga menyedia beraneka-ragam kue dan roti yang dapat dipesan.
Ah beginilah seharusnya sarapan seharusnya dihidangkan. Sempurna!
Le Spot - Bali Deli
Jl. Kunti No. 117X
Seminyak - Kuta, Bali
Monday, March 7, 2011
Ayam Taliwang Bali

Dengan sering nya pekerjaan saya yang memaksa harus ke bali, menjadikan beberapa makanan khas daerah bali menjadi salah satu favorit saya. Mungkin Ayam Taliwang sebetulnya lebih terkenal merupakan makanan khas dari daerah lombok, namun beberapa restauran ayam taliwang di bali dapat menjadi rekomendasi untuk para kulineran sekalian. Dengan rasanya yang benar-benar bisa membuat lidah kita bergoyang-goyang oleh rasa pedas nya yang buat sebagian orang yang pencinta pedas pun mengakui rasa pedasnya, Ayam Taliwang di Jalan Raya Kuta Tuban ini dapat menjadi salah satu restauran yang dapat saya rekomendasikan.
Dengan ukurannya 1 ekor ayam yang tidak terlalu besar memang terbilang cukup untuk porsi makan satu orang, disini kita bisa memilih beberapa pilihan, diantara nya ayam pelecing dan ayam bakar, karena saya salah satu penyuka rasa pedas maka pilihan saya jatuh pada ayam pelecing yang merupakan ayam yang dibakar dan juga diberikan rasa pedas dengan lumuran sambal di saat dibakar, sedangkan ayam bakar merupakan ayam yang di bakar biasa dengan rasa yang tidak terlalu pedas. Apabila di masakan khas daerah sunda cukup dikenal dengan lalapan sayur-sayuarannya sebagai teman makan, di ayam taliwang ini pelecing kangkung menjadi teman yang cocok sekali dalam menikmati ayam taliwang, kangkung dan toge dengan diberikan sambel tomat dan parutan kelapa yang dikeringnkan (serundeng) serta ditambahkan kacang, menjadikan pelecing kangkung ini bukan hanya sekedar makanan pendamping saja.
Dengan ukurannya 1 ekor ayam yang tidak terlalu besar memang terbilang cukup untuk porsi makan satu orang, disini kita bisa memilih beberapa pilihan, diantara nya ayam pelecing dan ayam bakar, karena saya salah satu penyuka rasa pedas maka pilihan saya jatuh pada ayam pelecing yang merupakan ayam yang dibakar dan juga diberikan rasa pedas dengan lumuran sambal di saat dibakar, sedangkan ayam bakar merupakan ayam yang di bakar biasa dengan rasa yang tidak terlalu pedas. Apabila di masakan khas daerah sunda cukup dikenal dengan lalapan sayur-sayuarannya sebagai teman makan, di ayam taliwang ini pelecing kangkung menjadi teman yang cocok sekali dalam menikmati ayam taliwang, kangkung dan toge dengan diberikan sambel tomat dan parutan kelapa yang dikeringnkan (serundeng) serta ditambahkan kacang, menjadikan pelecing kangkung ini bukan hanya sekedar makanan pendamping saja.
Jadi memang tidak perlu jauh-jauh ke pulau Lombok untuk bisa menikmati Ayam Taliwang, karena di pulau Bali pun, kita bisa menemukan restauran ini dengan menawarkan rasa yang tidak kalah enak nya dari pulau asalnya.
Ayam Taliwang Bersaudara
Phone: (0361) 752-923
Jl. Raya Kuta No. 89, Tuban, Kuta, Bali
Subscribe to:
Posts (Atom)


