Showing posts with label Dim sum. Show all posts
Showing posts with label Dim sum. Show all posts

Monday, October 4, 2010

Dimsum on Sunday

Restaurant May Fair mempunyai begitu banyak kenangan bagi saya. Sewaktu saya masih kecil, saya ingat ibu saya suka sekali membawa saya ke tempat ini di hari Minggu untuk menikmati dim-sum.

Laksana gadis yang masih cantik, May Fair dalam masa kejayaannya terlihat begitu mewah dan area ruang makan yang lama tampak begitu indah dengan dekor orientalnya yang kental. Saya ingat dengan musik oriental yang khas, May Fair dipenuhi dengan pengunjung yang datang untuk baik menikmati dimsum atau teh sambil bercakap-cakap dengan kerabatnya.

Sementara kereta-kereta dorong yang berisi kudapan yang konon yang dihidangkan bagi raja ini sibuk didorong oleh penyajinya ke sana dan kemari. Saya ingat sensasi-nya ketika kereta dorongan ini berhenti di meja kami. Rasanya ingin hati ini mencoba semuanya.

Sekarang seperti saya yang sudah berumur, begitu pula tempat ini. May Fair tidak lagi dipenuhi oleh pengunjungnya, namun dia masih buka. Beberapa perubahan juga sudah terjadi, misalnya restaurant ini tidak lagi di area yang lama (area yang lama konon kabarnya sudah ditutup). Kereta yang memuat hidangan dimsum juga dibatasi menjadi hanya satu buah, bahkan di hari lain selain hari Minggu, mereka hanya akan menyajikan sesuai pesanan menu.

Walau begitu, May Fair masih menyajikan kenikmatan dimsum yang sama. Pendapat saya pribadi (yang mungkin saja subjektif, karena kami menjadi tua bersama), tempat ini adalah salah satu tempat dimsum yang paling original dan paling enak di Jakarta.

Siomay, Hakaw, Paikut, Kaki Ayam adalah sebagian kecil dari jenis dimsum yang disajikan oleh May Fair. Teh cina, oh teh cina di sini begitu gurih dan nikmat!

Buat saya, May Fair tidak hanya sebuah tempat makan. May Fair adalah tempat sejarah, tempat kenangan antara saya dan ibu saya. Saya pernah menceritakan kepada ibu saya mengenai kunjungan saya ke tempat ini. Ibu saya tersenyum sendiri dan seolah-olah seperti saya, May Fair juga menyimpan kenangan baginya.

May Fair Restaurant
Metropole Hotel
Jl. Pintu Besar Selatan No. 38
Jakarta Barat
Ph. (021) 676921

Thursday, September 23, 2010

Liar demi Dim Sum


Beberapa waktu yang lalu, saya bertemu dengan beberapa mantan rekan kerja saya untuk bersarapan bersama. Saya diberitahu kalau tempat untuk bertemu nanti di Sands, Mangga Dua untuk dim sum. Saya sering mendengar Sands disebut-sebut, tetapi ini menjadi kali yang pertama saya mengunjungi tempat itu.

Karena masa liburan di Jakarta, jalanan menjadi lumayan lowong. Mangga Dua Square sendiri lumayan sepi. Bahkan karena liburan ini, sulit sekali untuk menemukan Sands. Saya harus naik lift, tukar lift, naik escalator, turun tangga dan akhirnya tiba di depan Sands Ballroom.

Saya, yang notabene baru pertama kali mengunjungi Sands, tentu saja bingung melihat keramaian yang ada. Ternyata di hari libur itu, pengunjung Sands malah membludak. Kami harus menunggu sekitar 20menit sebelum kami dipersilakan masuk ke dalam rumah makan tersebut. Begitu di dalamnya, ternyata berada di Sands itu seperti layaknya sedang berada di tengah-tengah acara pernikahan adat Cina. Orang berlalu lalang, ramai dan penuh dengan meja bundar.

Lebih serunya, ketika kereta yang berisi bakul-bakul kukusan dim sum atau gorengan dim sum keluar dari dapur, tiba-tiba semua orang lari meninggalkan mejanya dan mengelilingi kereta tersebut dan tanpa aba-aba, mereka langsung berebut mengambil dimsum. Mungkin di sini letaknya seni menikmati makanan all-you-can-eat.

Untuk porsi all-you-can-eat dim sum (yang mana tersedia juga a la carte), Sands boleh dibilang lumayan. Walau dim sum popular, seperti hakaw atau siumay nyaris tidak pernah terlihat oleh mata, tetapi dim sum pilihan lainnya sangat beragam dan enak.

Setelah beberapa kali saya didahului (baca: disikut) oleh orang lain, bahkan beberapa kali karena tata krama untuk mendahulukan perempuan dan orang tua, saya menyadari saya perlu menjadi agresif dan tentunya strategi. Saya bersama teman saya (yes, you laoshi! HEHEHE) menyusun strategi dengan menentukan jalur terpendek dari meja tempat kami duduk sampai pintu keluar kereta dorong tersebut.

Alhasil, rasanya lebih dari 30 bakul bertumpukan di meja kami dan perut saya sedikit membulat dalam perjalanan pulang. Harga all you can eat per-pax sebelum pajak adalah Rp. 38.800,- pada waktu saya berkunjung.

Sands Ballroom and Dining Theatre
Mangga Dua Square Lt. 5
Jl. Gunung Sahari No. 1, Jakarta
Ph. (021) 6231 2888

Wednesday, February 17, 2010

Kwetiaw Siram Sea Food Telur

Awal-awal saya baru bekerja, saya suka sekali makan di Eaton. Secara khusus, Eaton yang berlokasi di Taman Anggrek, karena perjalanan balik dari kantor selalu melewati Taman Anggrek, jadi memungkinkan untuk mampir. Waktu dulu, makan di Eaton itu berasa banget mewahnya (eh, sekarang juga masih berasa demikian sih. HEHEHE).

Gak tahu saya ini neophobia (takut akan hal-hal baru), obsesif kompulsif atau memang doyan saja, tapi dari dulu setiap saya mengunjungin Eaton, saya selalu memesan hal yang sama, yaitu kwetiaw siram sea food telur dan tambahannya satu atau dua porsi siomay. Saya tidak sendiri dalam hal menyukai kuetiaw Eaton, karena kabar dari sumber yang sangat bisa dipercaya alat pengecapnya, kalau Eaton memang terkenal kuetiaw-nya.

Berbeda dengan kuetiaw siram Mangga Besar 78, kuetiaw siram Eaton berasa lebih berwarna dan lebih berbumbu. Bentuk kuetiaw-nya juga lebih lebar dan sedikit lengket, tapi itu tidak mengurangi kenikmatan kuetiaw yang mantap banget kalo disantap dalam keadaan panas. Bahkan terakhir saya ke sana, kuetiaw siram Eaton mengalami perubahan drastis, lebih khas wangi-nya, seperti ada tambahan minyak wijen cina dan ini juga membuat warna kuah-nya menjadi coklat tua.

Sementara untuk siomay-nya, dalam keadaan baru diangkat dari panci kukusan, campuran udang dan dagingnya begitu nikmat dan jujur setiap potongan terakhir siomay tersebut habis, selalu dalam hati saya, bergejolak rasa puas dan pingin lagi.

Kembali ke restoran Eaton, restoran ini memiliki beberapa cabang di Jakarta. Saya sampai saat ini, sudah mengunjungi 5 cabang restoran ini, Cilandak, Citraland, Taman Anggrek, Mangga Dua Square dan pusatnya di Muara Karang. Uniknya, masing-masing cabang berbeda satu sama lain. Eaton Cilandak itu paling sempit. Eaton Citraland mempunyai pelayanan yang paling buruk di samping penataan interior yang terburuk juga. Eaton Taman Anggrek itu paling sering gak pas hasil masakannya. Eaton Mangga Dua Square paling cepat pelayanannya. Eaton Muara Karang itu paling keren tempatnya (yah iyahlah, itu kan pusatnya!).

Eaton Muara Karang
Jl. Pluit Karang Timur B VIII T / 110-111
Muara Karang, Jakarta Utara
Phone: (021)6669-7186