Showing posts with label Kelapa Gading. Show all posts
Showing posts with label Kelapa Gading. Show all posts

Wednesday, October 12, 2011

Bersantap dengan Sahabat di Eat and Eat

Sewaktu sahabat saya datang berkunjung (tidak terlalu) jauh-jauh dari Singapore, saya memutuskan untuk bertemu di salah satu area pusat tempat makan di Jakarta Utara, yaitu Kelapa Gading. Walau berlokasi di kotamadya yang sama dengan area tempat tinggal saya, saya harus akui jarang sekali saya berkunjung ke area ini. Boleh dibilang saya bisa kesasar kalau disuruh berangkat sendiri.

Disebut sebagai salah satu pusat tempat makan di Jakarta, Kelapa Gading tentu saja tidak hanya hanya nama, tetapi berhasil dibuktikan dengan perut-perut buncit pengunjung yang meninggalkan area ini. HAHAHA. 

Setelah meminta pendapat beberapa teman yang sering berkunjung ke Kelapa Gading, saya memutuskan untuk mengunjungi Eat and Eat di Mall Kelapa Gading (Mall ini rasanya tidak berujung!) bersama dengan sahabat saya ini. Eat and Eat seperti food-court lainnya di manapun, hanya saja dekorasi food-court yang satu ini ditata sedemikian rupa sehingga membuat pengunjungnya berasa di daerah pecinaan kuno.

Variasi makanan yang ditawarkan lumayan bervariasi, mulai dari yang tradisional seperti kue-kue Betawi, hingga makan besar, seperti iga bakar. Beragam es dan makanan penutup yang tersedia juga sangat menarik.

Dikarenakan reuni kecil ini hanya kami berdua, kami memutuskan hanya untuk memesan iga bakar, bakmi kepiting Pontianak, mie bakso Akhiaw 99, otak-otak Palembang, es jely Medan dan pisang ijo dengan fla nangka. 

Iga bakar yang saya pesan sedikit unik karena ditaburkan potongan-potongan bawang putih, walau sedikit aneh karena dihidangkan dengan nasi hainam dan kuah kaldu. Kuah kaldunya sedikit tawar dan nasi hainamnya terlalu lembek, namun harus saya akui iga bakarnya sangat lembut dan manis dengan sedikit kejutan rasa pahit dari bawang putih yang digoreng sampai garing. Saya hanya ditagih Rp. 33.000,- untuk 1 porsi komplit iga bakar tersebut.

Saya juga suka dengan mie bakso Akhiaw 99, terutama dengan mie kuningnya. Bakso, daging, babat tidak jauh berbeda dengan mie atau kuetiaw Mangga Besar 78. Dan untuk es, es pisang ijo dari Eat and Eat adalah kejutan luar biasa malam itu. Saya suka sekali, walau sahabat saya berpikir ada pisang ijo yang lebih enak di kantin karyawan Pacific Place (maybe another time, another place?).

Secara konsep, Eat and Eat sangat menarik, sayangnya lokasi yang jauh di ujung dari Mall Kelapa Gading membuat tempat makan ini sedikit kurang diminati. Mungkin karena Eat and Eat memakai sistem vendor, beberapa vendor di tempat ini sedikit tidak sopan dan tidak mampu menciptakan suasana yang menyenangkan bagi pengunjungnya. Yah, itu hanya hal-hal manajemen kecil yang semoga tidak terulang dalma kunjungan saya yang berikutnya.

Eat and Eat
Mall Kelapa Gading 5 Lantai 3
Ph. (021) 45875450
http://eatandeat.yukmakan.com 

Monday, November 15, 2010

Ngunyah Tulang


Pertama kali saya mendengar mengenai sate tulang itu tiga tahun yang lalu. Saya dalam beberapa kesempatan mencoba mengunjungi tempat ini dan dengan beragam alasan, saya gagal. Hingga hari Rabu yang lalu, saya dan beberapa teman kantor memutuskan untuk mengunjungi salah satu area kulineran popular di Jakarta, Kelapa Gading.

Dengan egois, Sate Tulang saya daftarkan sebagai tempat yang wajib untuk kami kunjungi. Bahkan tempat ini termasuk satu tempat yang pertama yang harus kami kunjungi, jadi ketika kami tiba di Gading dalam perut kosong, kami bisa menikmati sate-sate ini dengan puas. Sayangnya, Sate Tulang baru mulai beroperasi mulai pukul 18:00.

Bayangan saya pertama kali mendengar tentang sate tulang adalah sate ini dibuat dari daging ayam dengan potongan-potongan tulang halus, dan saya SUALAH! Ternyata sate tulang itu adalah sate yang dipotong dengan tulang-tulangnya. Selain bagian-bagian penting, seperti sayap dan ceker, sisa dari ayam dipotong kecil-kecil lalu dipanggang dalam tusukan.


Rasa satenya sangat kaya, gurih dan manis (kami curiga kalau sang koki menggunakan madu) dihidangkan dengan sambal merah dengan sedikit percikan asam dan pedas. Walau potongan-potongan daging dengan tulang dihidangkan sedikit unik (kata lain: nyusahin), sate tulang justru memberikan kenikmatan tersendiri.

Selain sate tulang (sate daging dengan tulang), Eldorado juga menyediakan sate sayap, sate ceker dan sate daging (minus tulang).

Sate Tulang khas Banjarmasin Eldorado
Kafe Tenda Pelataran Parkir
Apt. Wisma Gading Permai
Jl. Boulevard Raya CN / 1
Ph. 021 - 9777 7283

Monday, November 8, 2010

Kuah Bakmi Aheng yang Nikmat

Pertama-tama, Aheng tidak pernah tutup selama liburan, tidak seperti beberapa tempat makan mie lainnya (Yeah, I'm talking to you, Mie Asiung!). Masih dalam wisata kulineran saya bersama dengan beberapa teman kantor, tempat kunjungan kami adalah Bakmi Aheng. Kami memesan bakmi daging.

Begitu pesanan kami datang, hal pertama yang saya cicipi adalah kuahnya dan saya seolah-olah mabuk. Ada sesuatu di kuah bakmi itu yang membuat saya lupa kalau pesanan saya sebenarnya adalah bakmi. Ditambah dengan sedikit merica, saya ingin rasanya menghabiskan kuahnya langsung meminumnya langsung dari mangkoknya. Tapi saya tidak sendiri dan ketidaksendirian saya menjaga saya dari mempermalukan diri saya sendiri.


Teman kantor kami yang harusnya ikut dalam acara kulineran tersebut menyarankan untuk mencobai sweekiaw kuah Aheng (yang kebetulan disajikan dengan kuah yang sama dengan bakminya, Yay!) dan tentu saja kami tanpa keraguan lakukan. Seekiawnya sendiri lumayan (tapi dengan kuah yang mantap tersebut) dengan isi daging dan sayur-sayuran seperti bengkoang (atau labu yah? Tapi siapa yang peduli dengan kuah yang mantap itu.).

Setelah menyelesaikan administrasi pembayaran, kami melewati tempat penyajian masakan Aheng itu (laksana tempat-tempat makan di Pluit / Gading) di depan tokonya. Wangi gorengan bihun/mie goreng kembali memanggil-manggil kami. Wangi sekali dan perut saya bergejolak untuk kembali masuk ke rumah makan tersebut.

Sayangnya, ada tempat lain yang harus kami kunjungi dan mungkin kunjungan berikutnya, bihun goreng Aheng menjadi menu dalam pilihan kami.

Bakmi Aheng
Cabang Kemurnian IV
Jl. Boulevard Raya Blok WA2 No. 21
Kelapa Gading, Jakarta Utara
Ph. 4532473

Monday, November 1, 2010

Pempek Palembang 161

Bisa jadi dikarenakan musim liburan atau memang di area Gading, pempek Palembang 161 adalah salah satu tempat yang ramai pengunjung. Bersama-sama beberapa teman kantor, saya memesan pempek campur. Untuk 1 porsi ini terdiri dari beragam pempek.

Tips penting jika anda hendak memesan hal yang sama, selalu mengingatkan pelayannya untuk menggoreng pempek tersebut, karena jika tidak akan dihidangkan putih pucat. Mungkin memang demikian cara menikmati pempeknya, tetapi saya sendiri lebih suka semuanya digoreng dan kemudian dihidangkan dalam kondisi panas.

Hal istimewa yang menjadi nilai jual 161 adalah kita boleh menambahkan bubuk ebi ke dalam cuka sesuka hati. HOHOHOHO. Jadi bisa kebayang saja, cuka saya lumayan kental dan gurih. Jujur, saya lebih suka cukanya daripada pempek di tempat ini.

Apalagi setelah kami memesan pempek campur, kami lupa memberikan catatan kepada pelayan untuk menggoreng. Jadinya beberapa kesempatan saya berasa menikmati kunyahan karet dengan bumbu cuka hasilan racikan sendiri.

Pempek Palembang 161
Jl. Gading Boulevard Raya, Blok FW1 No. 26 - 27
Kepala Gading, Jakarta Utara
Ph. 4526607 / 4528919