Showing posts with label Pempek. Show all posts
Showing posts with label Pempek. Show all posts

Monday, February 7, 2011

Pempek Pak Raden

Sulit bagi saya untuk mengungkapkan pendapat saya mengenai pempek ini tanpa membandingkannya dengan salah satu rumah makan pempek yang berlokasi di Casablanca ataupun yang di Kepala Gading. Jujur untuk benar-benar menikmati pempek, jika anda mempunyai jenis lidah yang sama dengan saya, saya lebih memilih @bing.

Mungkin karena Pak Raden sudah mempunyai beberapa lokasi di beberapa tempat di Jakarta atau memang lidah saya yang berbeda selera dengan khalayak pada umumnya. Saya merasa pempek Pak Raden digoreng kurang lama, sehingga berasa kurang garing dan bagian dalam cenderung kurang panas. Kuah cuka Pak Raden cenderung manis sehingga rasa kecut-kecut asin dan wangi ebi (yang harusnya ada) tidak berasa.

Mungkin hal baik yang saya dapati adalah kebebasan yang diberikan oleh Pak Raden untuk menuang cuka pempek, karena memang disediakan satu botol di setiap mejanya, namun kemudian itu juga yang menjadi kelemahannya, karena berbeda dengan @bing, yang meracik secara khusus setiap pesanan sesuai dengan permintaan konsumennya (pedas, sedang atau tidak pedas). 

Proses penggorengan yang terlalu terburu-buru juga merupakan nilai minus. Sekali lagi mungkin ini adalah bukti anomali lidah saya atau saya datang pada waktu yang salah? Mungkin saja. :D 

Warung Pempek Pak Raden
Jl. Radio Dalam Raya No. 86D
Jakarta Selatan
Ph. (021) 721 1352

Monday, November 1, 2010

Pempek Palembang 161

Bisa jadi dikarenakan musim liburan atau memang di area Gading, pempek Palembang 161 adalah salah satu tempat yang ramai pengunjung. Bersama-sama beberapa teman kantor, saya memesan pempek campur. Untuk 1 porsi ini terdiri dari beragam pempek.

Tips penting jika anda hendak memesan hal yang sama, selalu mengingatkan pelayannya untuk menggoreng pempek tersebut, karena jika tidak akan dihidangkan putih pucat. Mungkin memang demikian cara menikmati pempeknya, tetapi saya sendiri lebih suka semuanya digoreng dan kemudian dihidangkan dalam kondisi panas.

Hal istimewa yang menjadi nilai jual 161 adalah kita boleh menambahkan bubuk ebi ke dalam cuka sesuka hati. HOHOHOHO. Jadi bisa kebayang saja, cuka saya lumayan kental dan gurih. Jujur, saya lebih suka cukanya daripada pempek di tempat ini.

Apalagi setelah kami memesan pempek campur, kami lupa memberikan catatan kepada pelayan untuk menggoreng. Jadinya beberapa kesempatan saya berasa menikmati kunyahan karet dengan bumbu cuka hasilan racikan sendiri.

Pempek Palembang 161
Jl. Gading Boulevard Raya, Blok FW1 No. 26 - 27
Kepala Gading, Jakarta Utara
Ph. 4526607 / 4528919

Monday, October 11, 2010

Nyempil di Poppay!

Atasan saya yang nota-bene juga seorang penggemar kulineran selalu berkata "ciri khas tempat makan yang enak itu kalau tempat itu ramai pengunjung, Lex!" Kalau saja pernyataan ini benar, maka secara mutlak Poppay adalah satu rumah makan ternikmat di Jakarta.

Bagaimana tidak? Untuk mendapatkan meja, saya harus menunggu sekitar 15menit dan begitu saya mendapatkan meja, saya harus membagi meja (yang harusnya cuma muat untuk 4 orang) dengan 6 orang asing lainnya. Jadi saya harus makan dengan berimpit-impitan. Gaya makan siang saya di Poppay tidak berbeda dengan gaya makan Unyil.

Menu Poppay sangat terbatas, mereka hanya menyajikan: mie ayam Bangka, pempek, tahu kok, dan nasi tim. Karena keterbatasan kemampuan perut saya dan teman saya, kami memesan mie ayam Bangka, tahu kok dan pempek. (ini kok gila?)

Buat saya, pempek di sini biasa saja, tapi tidak buruk. Tapi seperti semua tempat yang mengerti cara penyajian pempek yang baik, Poppay menyajikan dalam kondisi baru selesai digoreng dalam warna coklat muda. Cuka pempek dan kekenyalan pempek walau bukan yang terbaik yang pernah saya coba, tetapi masih layak untuk dinikmati.

Tahu kok sedikit unik, karena tahu kok itu adalah kuah yang berisi sepotong tahu daging besar, dengan 2 potong otak-otak dan 2 baso ikan kecil dihidangkan dengan sayur-sayuran. Saya juga sangat menikmati mie ayamnya. Mie kecil yang sedikit kenyal dan beraroma manis serta gurih ditemani dengan potongan-potongan daging ayam yang manis.

Catatan kecil mengenai pelayanan di tempat ini. Walau ramai dengan pelayan-pelayan yang berdiri di sekitar area makan, tidak semua pelayan bersedia menerima pesanan. Bahkan mereka tidak akan merujuk pesanan saya ke pelayan yang semestinya, mereka hanya menggeleng-gelengkan kepala dan sesekali berkomentar (karena saya beberapa kali salah terus), "Untuk pesanan, panggil pelayan yang itu."

Saya sangat bersyukur di tengah kegundahan saya (curcol deh jadinya), teman saya yang baik rela memaksa saya untuk keluar dari kamar dan menemani saya berwisata kulineran. KD, makasih yah!

Poppay
ITC Mangga Dua
Lt. II Blok A 118 - 119

Wednesday, May 26, 2010

Pempek @bing

Okay, jika anda membaca judul post ini dan anda masih bertanya: "@bing itu di mana sih?" Ada beberapa kemungkinan yang menjelaskan anda itu siapa: (1) Anda baru saja dibebaskan dari penjara. (2) Anda bukan penduduk Jakarta. (3) Anda berusia di bawah 12 tahun (if you are not 16 years old, please make sure that your mother is beside you when you read this blog).

Mengapa saya berkata begitu? Wah, @bing itu sudah terlalu popular, hingga saya menceritakan pengalaman saya makan pempek @bing itu berasa seperti saya menjelaskan cara bernafas kepada anda. Anda tentu sudah tahu dong cara bernafas? HEHEHE. Kecuali kalau yang membaca post saya ini adalah sebuah toaster (okay, I've lost it).

Yah, kembali ke @bing (penulisan dengan @ menggantikan huruf A sangat mengganggu), saya pertama kali dicelikan pengetahuannya akan rumah makan ini oleh sahabat saya, Hendro (yang saat ini sedang berada di negeri Singa di sana). Saya ingat sekali bagaimana Hendro menertawakan saya dan ketidak-tahuan saya akan keberadaan pempek ini.

Sejak saat itu, saya selalu merujuk ke tempat makan ini untuk referensi pempek di Jakarta (walau ada beberapa orang yang percaya masih ada tempat yang lebih enak daripada di sini). Selayaknya bagaimana pempek selalu disajikan dalam kondisi habis goreng, pempek @bing selalu berasa ikannya dan bumbu cuka-nya yang wangi (bisa jadi karena jumlah udang keringnya lumayan banyak).

Oya, pernah satu kali saya membungkus pempek @bing untuk dibawa pulang, alhasil saya ditegur (dan dipelototin) oleh puluhan orang yang berbagi Transjakarta dengan saya karena wangi cuka dan ebi yang menerebak kemana-mana. Yah, demi menikmati potongan-potongan pempek kapal selam yang lembut dan garing (tapi tidak seperti mengunyah karet, selayaknya beberapa tempat pempek lainnya) dengan kuah cuka nya yang pedas, asin dan sedikit manis itu, saya rela malu dan dipelototin orang. Yah, nasib!

Pempek @bing
Jl. Dr. Satrio No. 275 / 16C, Casablanca
Jakarta
Phone: (021) 98104914